Indonesia di Mata Orang Jepang

Baru saja kubeli sebuah buku. Kubeli buku ini di toko buku, bukan toko donat apalagi toko bayi. Judulnya “Kangen Indonesia: Indonesia di Mata Orang Jepang” buah karya seorang peneliti tentang Indonesia asal Jepang bernama Hisanori Kato.

Kangen Indonesia: Indonesia di Mata Orang Jepang (karya Hisanori Kato)
Kangen Indonesia: Indonesia di Mata Orang Jepang (karya Hisanori Kato)

Tentang apa buku ini? Sesuai dengan judulnya, tentu saja, yaitu tentang pandangan orang Jepang terhadap (orang) Indonesia. Adalah seorang Hisanori Kato, yang berbagi pengalaman pribadinya ketika hidup di Indonesia di buku ini.

Aku baru baca sebagian saja, Saudara. Tetapi aku ingin menceritakan sedikit pengalaman si penulis buku dan bagaimana pemikirannya. Pernah Pak Kato berbincang dengan seorang tukang parkir di Yogyakarta bahwa dia capek dan kurang tidur karena melakukan penelitian. Pak Kato ini terheran dengan tanggapan si tukang parkir, karena tukang parkir menyarankannya untuk beristirahat sebentar, bukannya menyemangati layaknya orang Jepang pasti bereaksi dalam situasi demikian.

Begini pernyataan dari Pak Kato:

Waktu itu saya berpikir bahwa ada tempat bagi saya untuk pulang. Di saat yang sama saya teringat realitas di Jepang bahwa setiap tahun ada 30.000 orang yang mengakhiri hidup mereka.

Di sini juga Pak Kato menanggapi perkara sifat sangat pemaklum dan pemaafnya orang Indonesia mengenai ketepatan waktu. Ada pula tentang agama Islam dalam masyarakat kita. Makanya aku pikir buku ini sangat layak untuk kita baca dan kita renungkan. Tentu bagi kita yang mengaku sebagai orang Indonesia. Haha.

Nostalgila

Apa yang diputar oleh kawanku itu betul-betul membuatku merasa nostalgila!

Tengah malam begini, tak bisa aku tertidur. Barangkali karena yang kusantap pada makan malam tadi adalah sate kambing. “Rakuen” yang dibawakan oleh Do As Infinity adalah lagu yang diputar tersebut, Saudara. Bergegas kunyalakan komputerku. Aku cari-cari itu lagu. Kuputar pula.

Haha! Masa kuliah dulu itu menyenangkan juga, ingatku. Bertemu dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Do As Infinity, misalnya. Dikenalkan oleh kawanku yang tadi kusebut itu. Langsung aku menjadi ikut menggemari itu grup band. Kemudian anime Inuyasha. Kemudian anime Kyou Kara Maou. Kemudian istilah ‘yaoi’. Haha! Lucu pula setelah kuingat-ingat betapa penasarannya aku tatkala mendengar istilah itu untuk pertama kali. Kan kalian tahu istilah itu?


Kokoro no oku ni aru kimochi
Trutaenakucha ne
Would you marry me, honey
Omedetou ima
Yatto deaeta mahou no kotoba

“Do As Infinity – Mahou no Kotoba”

Itulah lagu yang tadi kuputar setelah kutonton film pendeknya Doraemon yang mengisahkan Nobita dan Doraemon pergi menengok ke masa depan di malam sebelum Nobita dan Shuzuka melangsungkan pernikahan. Sebuah lagu yang cocok sebagai penghujung malam. Selamat tidur!

Belajar Islam dari Jepang vs Hubungan Indonesia-Korut

Selamat pagi, Saudara. Bagaimana kabar kalian? Semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan dan kesejahteraan.

Pagi ini aku menemukan dua tautan yang dibagikan oleh kawan di Facebook. Sangat menarik. Berikut akan kubagikan kembali kepada kalian:

Pertama: Kalau Arab Belajar Islam Ke Jepang – Junanto Herdiawan

Di situ diceritakan bahwa beberapa waktu lalu terdapat serial dokumenter televisi yang populer di Arab Saudi, diproduseri oleh seorang ulama dan reporter Arab Saudi. Serial dokumenter tersebut membahas mengenai kehidupan masyarakat Jepang, bagaimana orang-orang Jepang menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan, meskipun bukan muslim. Lanjutkan membaca “Belajar Islam dari Jepang vs Hubungan Indonesia-Korut”

Doraemon: Nobita dan Dinosaurus (updated)

Ada film terbaru Doraemon! Sebenernya bukan film baru, sih. Cuman ada film Doraemon yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia. Judulnya: Nobita dan Dinosaurus. Di Jepang film ini keluar tahun 2006: Nobita’s Dinosaur 2006 – The Movie. Film ini merupakan remake dari film tahun 1980-an (film pertama Doraemon). Dan untuk di Indonesia, akan ditayangkan perdana tanggal 9 Juli 2008 di bioskop-bioskop. Tak sabar kumenunggumu, oh Doraemon dan Nobita. Hoho.

(^_^)v

Sabtu kemarin, aku ke JCC. Ahadnya juga sih. Setelah dari JCC dua hari itu, pasti ke Plasa Semanggi (Plangi). Dan dua hari itu, saudara-saudara. Ada Nobita dkk lagi show di sana! Wow! Fantastis! Bombastis! Farijs makan petis!

Ya, Doraemon, Nobita, Shuzuka, Suneo, dan Takeshi (Giant) datang dari Jepang //halah, maksa// untuk menemui adik-adik di Indonesia. Promo film, begitulah kira-kira. Hoho. Lucu banget ngeliat para orang berkostum Doraemon dkk tersebut manggung. Suaranya sih suara mereka asli //maksudnya suara mereka versi Indonesia//. Jadi keliatan kalo suaranya terekam, bukan suara asli dari orang yang make kostum. Bagus, sih. Anak-anak kecil banyak mengelilingi panggung. Seru. Rame. Biasa, celoteh-celoteh anak-anak menjawab semua pertanyaan Doraemon dkk. “Saya…saya…” begitu teriak mereka. Lucu abis pokoknya.

Di Plangi itu, deket panggungnya Doraemon, ada yang jualan merchandise Doraemon. Ada sandal, gelas, handuk, bantal, boneka, tempat makanan, dll, termasuk kaos. Dan aku…beli kaosnya! Hoho. Memalukan! Hwehe….

Kaos Doraemon

“Doraemon…berubah!”

Ganteng kan jadinya? Hoho. Ga narsis ga eksis.Hwehe.

(^_^)v

[UPDATED – 17 JUNI 2008]

Mau lihat foto-foto roadshow-nya Doraemon di Plangi? Lihat saja di blog resminya di sini.

Satu yang agak janggal adalah Suneo-nya kok tinggi banget. Lebih tinggi dari Giant malah. Harusnya kan Suneo tu pendek. Yah, tak apalah. Yang penting cukup menghibur. Hoho.

Setelah melihat-lihat movie cut image-nya…wah, jadi makin pengen nonton, nih. Ada yang pengen nonton film ini bareng aku? Traktir, ya. Hwehe….

(^_^)v