Kudapan Siang Ini: Lapis Surabaya

Kue Lapis Surabaya

Kue Lapis Surabaya

Dekat-dekat dengan ibu-ibu di kantor itu terkadang membawa kebahagiaan tersendiri. Di antaranya adalah diberi kudapan lebih semacam ini. Haha.

Tapi ada pula tidak enaknya. Salah satunya kemarin, dengan mentah-mentah aku dibohongi ibu-ibu. Dikatakan bahwa kemarin siang akan ada rapat, dengan kudapan rapat yang banyak. Meski disebutkan agenda rapat yang seakan tidak masuk akal, tetap saja aku percaya. “Asyik, nanti siang akan makan kudapan rapat,” begitu pikirku kemarin itu.

Menjelang waktu rapat yang dikatakan itu tadi, aku sadari ada sesuatu yang tidak beres. Orang-orang tetap sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan ruang rapat kosong dan gelap. Aku tanyakan saja ke si ibu tadi. Eh, dia tertawa geli. Langsung aku sadar bahwa aku telah diperdaya.

Maka daripada itu, Saudara, janganlah terpancing oleh kata-kata manis ibu-ibu di kantor yang memberi umpan berupa kudapan rapat. Setuju?

Semi Silau

Sejak awal bulan ini, ruangan kerjaku menjadi silau. Karena apa? Sepertinya karena matahari mulai bergeser ke selatan.

Oke, kita sudah tahu mengenai Galileo. Kita juga tahu mengenai relativitas Einstein. Maka memang sebenarnya matahari tidak bergerak relatif terhadap bumi. Tetapi, bagaimana menjelaskannya, ya, tentang fenomena yang terjadi di kantorku ini?

Gedung kantorku berbentuk memanjang dari timur ke barat. Sementara ruang kerjaku terletak di sisi tengahnya yang bagian selatan. Sisi selatan ruang kantorku ini sebagian besar terdiri dari kaca. Penutup jendela kaca ini adalah berupa roller blind berwarna putih kebirumudaan. Maka teranglah sudah, meski jendela kaca ini ditutup menggunakan roller blind ini, cahaya matahari masih banyak yang tembus ke ruangan kerjaku bahkan sampai menyilaukan.

Sepertinya di negara-negara empat musim belahan bumi bagian selatan sana sedang mengalami musim semi. Daun-daun mulai tumbuh. Bunga-bunga mulai bermekaran. Indah sekali pasti.

Jambu

Kata seorang ibu muda sih ini namanya bunga jepun, sepertinya...

Kata seorang ibu muda sih ini namanya bunga jepun, sepertinya…

Betapa bunga…
Indah tersenyum…
Manja padaku…
Tapi cintamu…
Terlebih anggun…
Dalam jiwaku…

Koes Bersaudara 1986
Sayangku Untukmu

Kalau yang ini, entahlah namanya bunga apa...

Kalau yang ini, entahlah namanya bunga apa…

If {Duty} Then Goto {Sorowako}

Baiklah, akan kuceritakan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kamis subuh kemarin itu kami bergegas ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Akan naik pesawat yang 05.30 WIB menuju Makassar terlebih dahulu.

Maka beginilah pemandangan cakrawala yang kutatap dari dalam pesawat:

Waktu pagi di atas Laut Jawa
Waktu pagi di atas Laut Jawa

Di dalam pesawat kami dilayani dengan baik oleh para pramugari berkaki jenjang berikut ini: Lanjutkan membaca “If {Duty} Then Goto {Sorowako}”

Hari H

Selamat pagi!

Pagi ini, pada saat postingan ini diluncurkan, kemungkinan aku sedang berada di Toraja. Bisa jadi pula aku sedang menoto di salah satu dari sembarang toilet yang ada di Pulau Besi ini.

Kalau kemungkinan ini benar, bisa jadi siang hari ini aku sudah akan berada di Sorowako untuk melaksanakan misi rahasia tak-mungkin yang mana tidak dapat kujalankan seorang diri melainkan berempat.

Semoga pada hari ini kami berempat diberikan nikmat sehat walafiat dan kegantengan yang relatif sehingga nantinya misi dari kantor dapat dilaksanakan dengan lancar dan semoga sukses. Amin.

Kemungkinan lainnya adalah bisa jadi pagi ini aku sudah berada di Sorowako dan sedang memotret sesuatu sekadar untuk oleh-oleh sekembalinya ke Jakarta.

Apapun kemungkinan yang akan terjadi, aku berharap semoga kalian diberikan umur panjang dan makanan yang bergizi agar dapat dalam keadaan sehat walafiat membaca dan mengetahui mengenai petualangan-petualanganku selama berada di Pulau Besi ini.

Aku juga berharap semoga kalian tidak terkena jebakan berikut ini:

Facebook Palsu
Facebook Palsu

Sekian dan terima kasih.

Farijsvanjava, menjemput senja di hari Rabu.

Sinyal Membikin Siyal (SMS)

Kemarin adalah hari Selasa yang tidak biasa.

Setibanya di kantor pagi-pagi sekali Kak Ria, ponselku tercinta, \yang meski telah beberapa kali kuinjak, kutindih, dan kubanting secara tidak sengaja tetapi tidak kena suatu apa pun,\ tidaklah memperoleh sinyal barang sebatang pun. Indikator sinyal di layar menandakan bahwa Kak Ria tidak mendapatkan suatu layanan dari operator langgananku, sebut saja Ime.

Kukira ini hanyalah bersifat sementara. Namun sampai siang, bahkan ketika aku sudah menyelesaikan sarapan dan hendak makan siang, tidak ada satu batang pun muncul dari indikator sinyal tersebut.

Kucobalah cara paling klasik untuk mengatasi segala masalah yang timbul pada peralatan elektronik, yaitu digetok-getok. Usaha tersebut sia-sia belaka. Padahal cara ini sungguhlah mujarab untuk menyembuhkan berbagai masalah yang menimpa Nukiyem \ponsel saya yang lama\ dulu. Lanjutkan membaca “Sinyal Membikin Siyal (SMS)”