Kerja

Waktu kecil aku membayangkan betapa enak menjadi orang dewasa karena bisa bekerja, memiliki kesibukan, dan mendapatkan uangnya sendiri. Sekarang, setelah besar dan gendut, aku merasa ternyata menjadi orang dewasa itu tidak seenak yang kubayangkan dulu. Kerja ternyata tidak selamanya menyenangkan, apalagi kalau pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan keinginan.

Nasihatku, senangilah pekerjaan kita, apapun itu. Agar apa? Agar bahagia, tentu saja. Bisa jadi pekerjaan yang sekarang adalah loncatan menuju pekerjaan yang diinginkan. Tentu kita akan tahan menderita sementara demi menanti kegembiraan yang akan tiba, bukan?

Jadwal Pemadaman

Hari ini wilayah kantor terkena jadwal pemadaman listrik oleh PLN mulai pukul 12.00 s.d. 16.00. Bisa saja pemadaman itu tidak sesuai jadwal. Bisa berkurang, bisa bertambah. Jadi seharusnya pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan komputerisasi dan internet harus segera diselesaikan sebelum itu. Masalah kembali muncul ketika belum semua data terkumpul bahkan sampai sekarang ini (pukul 12.00 kurang beberapa menit). Jadi? Apa yang harus kuperbuat, Saudara? ๐Ÿ˜€

Berpikir di Luar Kotak

Sekarang makin banyak orang berbisnis rumahan. Bukan berarti mereka menjual dan membeli rumah. Maksudnya adalah menjadi apa yang disebut sebagai penjual daring alias online reseller.

Mereka \atau barangkali juga kalian\ ini gencar melakukan upaya pemasaran melalui media-media jejaring sosial. Yang paling sederhana adalah memasarkan barang dagangan mereka kepada tetangga ketika sedang bergosip dengan tukang sayur keliling.

Tentu saja karena hampir semua penjual daring yang kuperbincangkan di sini adalah para ibu rumah tangga tangguh penjaga keuangan keluarga. Mereka bahkan bangga dengan status mereka. Kata-kata mantra mereka adalah bekerja mencari uang sambil bermain dengan anak-anak dan sambil meng-update status di Facebook.

Kita kembali lagi ke dalam pembahasan upaya-upaya pemasaran yang dilakukan oleh para penjual daring. Cara lebih canggih adalah dengan mengirimkan SMS atau BBM berisi propaganda. Selain langsung menawarkan barang dagangannya, biasanya mereka pula mencoba menggaet sebanyak mungkin anak buah.

Kalian pasti sudah paham, bukan?

Bagi yang gigih dalam berusaha, sudah pasti mereka mengunggah foto-foto barang dagangan mereka di Facebook. Jadilah itu timelineย penuh dengan foto-foto barang yang entah dari mana mereka dapatkan, hingga menjadi semacam etalase digital khas dunia maya. Kemudian bagi yang lebih gigih lagi mereka pergunakan pula layanan-layanan media maya lain yang dapat dipakai, misalnya Multiply dan Twitter.

Sampai sini kiranya sudah pahamkah kalian dengan arah pembicaraanku? Lanjutkan membaca “Berpikir di Luar Kotak” โ†’

Mining Tour (1 dari 2)

Baiklah, sesuai dengan apa yang sudah aku janjikan tempo lalu, inilah foto-foto ketika mengikuti mining tour di Sorowako:

Pintu gerbang areal tambang, disertai rambu peringatan dilarang masuk kecuali mobil 4-WD
Pintu gerbang areal tambang

Terlebih dahulu, tentu saja, kami menuju pintu gerbang untuk memasuki areal pertambangan. Di situ terdapat rambu peringatan dilarang masuk kecuali mobil 4-WD. Sudah jelas bukan mengapa harus begitu? Karena jalan di dalam areal pertambangan sudah seperti arena balap off-road. ๐Ÿ˜€

Sebelum masuk petugas penjaga gerbang bertanya mengenai identitas diri dan menghitung jumlah orang yang berada di dalam mobil. Tentu agar jelas dan tercatat siapa saja yang saat itu berada di areal pertambangan, sehingga ketika terjadi sesuatu misalnya bencana alam atau kecelakaan dapat dengan mudah diketahui ada berapa orang di dalam areal pertambangan. Ya, semacam itulah.

Petugas penjaga gerbang juga melakukan otorisasi, karena tentu saja tidak sembarangan orang boleh memasuki areal pertambangan (setidaknya secara resmi :D). Beruntung kami ditemani oleh dua orang trainer kendaraan-kendaraan berat yang beroperasi di areal pertambangan. Saudara jangan salah mengira jikalau mereka bertugas untuk melatih kendaraan-kendaraan tersebut untuk dapat berjalan. Tidak, sama sekali tidak. Yang mereka latih adalah manusia-manusia yang akan mengemudikan kendaraan-kendaraan tersebut agar mereka dapat dengan lincah mengendarai dan mengoperasikannya.

Oh, iya. Aku lupa, Saudara. Mobil yang kami tumpangi adalah mobil semacam ini: Lanjutkan membaca “Mining Tour (1 dari 2)” โ†’

If {Duty} Then Goto {Sorowako}

Baiklah, akan kuceritakan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kamis subuh kemarin itu kami bergegas ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Akan naik pesawat yang 05.30 WIB menuju Makassar terlebih dahulu.

Maka beginilah pemandangan cakrawala yang kutatap dari dalam pesawat:

Waktu pagi di atas Laut Jawa
Waktu pagi di atas Laut Jawa

Di dalam pesawat kami dilayani dengan baik oleh para pramugari berkaki jenjang berikut ini: Lanjutkan membaca “If {Duty} Then Goto {Sorowako}” โ†’

Ketika … Ini

Baiklah.

Ketika tulisan ini diturunkan, bisa jadi aku sedang berada di atas laut, kemungkinan Laut Jawa, demi berada di dalam sebuah pesawat yang dikendarai dan dikepalai oleh bapak pilot beserta asistennya, sehingga aku dapat dilayani oleh kakak-kakak pramugari berkaki panjang sekadar minta dituangkan secangkir kopi atau segelas susu.

Aku tahu bahwa kalimat di atas sangatlah panjang, demikian pula halnya dengan perjalananku kali ini. Kuharap segala sesuatu dalam perjalanan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana dan kami direstui oleh Yang Maha Kuasa untuk dapat menjejakkan kaki kembali di Jakarta dalam keadaan sehat walafiat tanpa berkurang suatu oleh-oleh apapun.

Bahwa sesungguhnya ingin sekali aku memotret awan yang kubayangkan sangatlah putih dan bersinar, kemungkinan juga lembut, selembut kapas namun tidak menyesakkan. Aku pun ingin sekali berfoto bersama seorang kakak pramugari berkaki panjang agar dapat kucetak untuk kemudian kujadikan poster lantas kutempelkan di dalam ruangan kerjaku di kantor. Kuharap judul “Melangkah Pasti di Atas Awan, Menjemput Angan” akan mempercantik poster itu.

Tapi, apakah aku cukup berani dan percaya diri untuk melakukan hal itu?

Apapun itu, kuucapkan selamat jajan.

Farijsvanjava, pada hari kemarinnya, saat sedang berharap-harap cemas menanti kedatangan tiket.

Tanggung Jawab dan Kebingungan

Rabu, 16 Februari 2011, dini hari.
Aku masih terjaga. Bukan untuk melanggar larangan Kak Rhoma Irama, bukan pula karena insomnia. Aku bergadang demi menyelesaikan sebuah dokumen penting agar pagi-pagi nanti dapat dipakai bekerja.

Bertambahnya usia seringkali diiringi dengan bertambahnya tanggung jawab. Itulah yang sekarang menimpaku. Makin tinggi tingkat kesenioranku, makin bertambahlah tanggung jawabku.

Kedewasaan seseorang seringkali diuji oleh bagaimana ia melaksanakan tanggung jawabnya. Maka untuk itulah aku bergadang sekarang. Sekali lagi bukan untuk melanggar larangan Kak Rhoma atau insomnia, melainkan untuk membuktikan bahwa aku bertanggung jawab lantas bisa dianggap telah dewasa. Setidaknya hal ini melengkapi diriku yang, kata orang-orang meskipun dengan segala kerendahan hati aku menolak mengakuinya, sudah bertampang tua.

Sebuah e-mail masuk telah mengganggu konsentrasiku. Dari WordPress. Mengabarkan topik Post a Day yang hari ini mengenai kebingungan:

What part of life confuses you the most?

Bonus: What part of life confuses you the least?

Bagian kehidupan yang paling membuatku bingung adalah tersesat.

Aku kabarkan kepada kalian wahai Saudaraku bahwa aku adalah seorang dewasa yang pemalu. Maka menjadi lumrahlah apabila seringkali tersesat dalam perjalanan. “Malu bertanya sesat di jalan”, agaknya nasihat ini memang berlaku juga untuk orang ganteng.

Adapun bagian kehidupan yang paling tidak membingungkanku adalah makanan.

Selayaknya orang mengategorikan makanan ke dalam enam macam kategori: sangat enak, enak, lumayan, biasa, tidak enak, dan sangat tidak enak. Tidaklah demikian halnya denganku yang berjiwa sederhana yang mengategorikannya cukup ke dalam dua kategori: enak dan enak sekali.

Ayo Goyang Duyu…

Project POP – Goyang Duyu

acak acak (8x)

jika hatimu terluka karena sesuatu
jika kamu cari cara ‘tuk obati dirimu
marilah kawanku marilah bersamaku
biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

cobalah dicoba
namanya goyang acak
goyang paling kocak
dan bisa bikin ngakak
plis jangan ditolak
ikutlah bergerak
tunggu musiknya
tunggu musiknya

ayo goyang duyu
bebaskanlah hatimu
ayo goyang duyu
simpan saja gengsimu

asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik asyik
angkat jempolnya asyik

acak acak (4x)

jika hatimu terluka dan membuatmu lesu
jika kamu cari cara ‘tuk obati dirimu
marilah kawanku bangkitkan semangatmu
biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

lupakan sedihmu, sakit hatimu
jangan siksa dirimu, tersenyumlah
hapuslah sesalmu, air matamu
hiburkan hatimu, goyang bersamaku

ayo goyang duyu
bebaskanlah hatimu
ayo goyang duyu
simpan saja gengsimu

ayo goyang duyu
uuuu.. uu..
ayo goyang duyu
uuuu.. uu..

baik tua dan yang muda
laki-laki perempuan
ayo semua janganlah ditahan

ayo goyang duyu
bebaskanlah hatimu
ayo goyang duyu
simpan saja gengsimu

ayo goyang duyu
uuuu.. uu..
ayo goyang duyu
uuuu.. uu..

asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik…

Hwehe. Satu lagi lagu superkocak yang bikinngakak-dan-semangatmemuncak dari Project Pop. Empat jempol untuk kreativitas mereka!
v(^ ^)v

Di saat-saat terakhir menjelang pergantian tahun… Di saat-saat kesibukan merabung… Di saat-saat hari kerja untuk tahun ini tinggal tiga lagi… Di saat-saat tekanan dunia kerja semakin menjadi-jadi… Ayo goyaaaang duyuuu…! Hwahaha. Lagu inilah penghiburku. Lagu inilah penyemangatku.

Kadangkala karena terlalu lama berkutat di depan komputer seharian kita memang butuh bergoyang. Kadangkala karena terlalu sering mondar-mandir dari ruangan kantor yang satu ke ruangan yang lain kita sejenak harus bergoyang. Kadangkala karena terlalu pusing memikirkan pekerjaan yang diperintahkan si bos kita perlu sedikit bergoyang.

jika kerjaan menumpuk dan membuatmu lesu
jika kamu cari cara ‘tuk kuatkan dirimu
marilah kawanku bangkitkan semangatmu
biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

lupakan kerjamu, juga bos-bosmu
jangan siksa dirimu, tersenyumlah
tundalah dulu, rehatlah dulu
hiburkan hatimu, goyang bersamaku

ayo goyang duyu
lupakanlah bos-bosmu
ayo goyang duyu
buang saja kerjamu

ayo goyang duyu
uuuu.. uu..
ayo goyang duyu
uuuu.. uu..

v(^_^)