Mungkinkah Juwita Malam di Bawah Pohon Kamboja?

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

Janganlah sekalipun melalaikan
Janjimu yang telah kauucapkan

Bila kasih tak ingat padaku
Lihatlah sekuntum kamboja
Di sana kita kelak berjumpa

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

***

Bila kasih tak ingat padaku
Lihatlah sekuntum kamboja
Di sana kita kelak berjumpa

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

Menanti Di Bawah Pohon Kamboja
Rien Djamain

Selamat malam, Saudara pendengar dimanapun Anda berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs.

Masih di gelombang 30.30.58 FM, kami masih setia mengudara menemani Saudara para pendengar yang berbahagia melewati malam nan syahdu ini. Tentunya masih di acara kesayangan kita semua, BANG BANG TUR, Tembang-Tembang Pengantar Tidur.

Sebuah nomor manis dari salah satu legenda musik jazz kita, Rien Djamain, sebuah tembang kenangan dengan tajuk “Menanti di Bawah Pohon Kamboja” telah bersama-sama kita simak di awal perjumpaan kita kali ini.

Saudara pendengar dimanapun Anda berada, tentunya masih ingat dengan lagu tadi, bukan? Sebuah lagu yang dapat mengingatkan kita semua akan masa-masa nostalgia ketika kita masih muda dahulu. Masa-masa di saat kita masih belia, masa-masa kita masih berpacaran dengan cinta pertama kita, tentu saja dengan sembunyi-sembunyi agar orangtua kita tidak mengetahui. Masa itu adalah masa di saat kita dengan setia menanti kedatangannya di bawah sebuah pohon kamboja.

Yah, masa-masa itu, Saudara pendengar yang berbahagia, masih jamak kita berpacaran di pekuburan. Saling berjanji untuk bertemu dan mengadu kasih kita di situ. Pada waktu listrik belum banyak masuk ke desa-desa, kita dengan nyamannya bermalu-malu kucing dengan si doi di hadapan batu-batu nisan. Tidak takut rasanya akan diganggu lelembut ataupun hantu ataupun pocong penghuni kuburan, yang sering sekarang ini tinggal di bioskop tidak lagi di kuburan, karena pada masa itu kita jauh lebih takut kepada orangtua si doi bilamana ketahuan memacari anaknya.

Betapa indahnya masa-masa itu…. Nah, Saudara pendengar sekalian, bilamana Anda ingin berbagi cerita tentang indahnya masa-masa berpacaran di bawah pohon kamboja, silakan, tidak perlu ragu ataupun malu untuk mengirimkan komentar di kotak yang sudah disediakan. Kami juga menerima bilamana Anda juga ingin berbagi makanan ataupun sekadar minuman wedang jahe penghangat suasana.

Agar lebih membawa Anda kepada suasana masa-masa indah berpacaran di bawah kuburan dahulu itu, baiklah kami putarkan sebuah tembang lawas dari Frankie Valli berikut ini. Selamat mendengarkan. Lanjutkan membaca “Mungkinkah Juwita Malam di Bawah Pohon Kamboja?”

Say Yes To Budi Anduk! (rock)

Selamat malam, Saudara pendenger dimana pun berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih setia menyimak siaran radio kami, RADIO CEMANGAT. Masih tetap pada frekuensi 168.22.0.1 FM, kami akan senantiasa menghibur Anda sekalian dalam acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENT*T hingga tengah malam nanti.

Saudara-saudara pendengar, tampaknya situasi dan kondisi perpolitikan negeri ini telah tertular virus sinetron dan reality show. Setujukah Anda, Saudara pendengar? Para elite politik terus saja bermain tarik-ulur dan berubah-ubah karakter, persis seperti yang terjadi dalam dunia persinetronan Indonesia. Lobi-lobi politik pun tampak kacau seakan tanpa skenario, meski sebenarnya mereka bermain dengan skenario rahasia yang tidak ditampakkan kepada khalayak ramai. Hal ini persis seperti reality show yang saat ini sedang marak di negeri ini yang sebenarnya bukanlah sebuah reality show melainkan fake show!

Ada beberapa dari para elite ini yang menjadi playboy kabel yang seringkali berselingkuh dengan elite kubu lain. Ada pula yang menjadi mak comblang agar dua kubu elite memiliki satu pandangan untuk menjual memajukan bangsa. Umumnya kegiatan percomblangan ini mereka lakukan di sebuah rumah sehingga acara berlangsung seperti bedah rumah. Ada pula kegiatan tersebut mereka lakukan secara backstreet karena mungkin mereka paranoid dengan kejaran para kuli kertas.

Kadang percomblangan itu tidak berhasil dan kedua kubu elite pun berpisah. Namun tak berapa lama mereka CLBK alias rujuk. Memang, tak ada yang abadi dalam hal berkawan di bidang politik.

Kemudian mereka mencoba membuat rakyat termehek-mehek dengan iklan-iklan narsis mereka. Maukah para elite ini tukar nasib dengan para petani dan buruh yang diiklankan akan mereka perjuangkan? Saya rasa sih mereka hanya ingin menjadi Indonesian Idol agar bisa mendapatkan lebih banyak uang kaget.

Saudara-saudara pendengar yang berbahagia, sepertinya tingkah laku para elite ini semakin membuat pening rakyat jelalatan. Yah, daripada pusing-pusing memikirkan para elite yang sukanya berpusing haluan, alangkah baiknya kita simak bersama-sama sebuah tembang keroncong berikut ini…

SELENDANG SUTERA
(Gubahan Ismail Marzuki)

selendang sutera tanda mata darimu
telah kuterima sebulan yang lalu
selendang sutera mulai di saat itu
turut serentak di dalam baktiku

ketika lenganku terluka parah
selendang suteramu turut berjasa
selendang sutera kini pembalut luka
cabik semata tercapai tujuannya

TIADA HARI TANPA SEMANGAT!

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk
Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk!

Seharusnya itu yang benar Say NO to BudioNO, Say YES to SBYES, Say DUK to Budi AnDUK! Hwehe…

v(^_^)

 

VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT
VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT