I’ll banter. I’ll brag. I’ll gawk.

Kutuliskan postingan ini dalam keadaan selangkangan menahan beban air kecil. Sementara di luar sana hujan turun tak berkesudahan seperti kasih ibu kepada beta, karena tak terhingga sepanjang siang ini. Telingaku tidak saja khusyuk mendengarkan orkestra alam ini melainkan juga Simfoni Nomor 7-nya Beethoven (Beethoven’s Symphony No. 7, Opus 92 opening). Adapun teh tubruk di gelas sudah pada masanya mendekati satu tegukan terakhir.

Di hadapanku tergeletak satu buah salak sehingga aroma segarnya terhidu dengan sedapnya. Di sampingnya terdapat buku catatan tempatku mencatatkan kata-kata arkais dan segala hal mengenai Org Mode dan LaTeX. Itulah sejatinya rencanaku dari semula. Sehingga apabila di lain hari buku catatan itu tiada lagi mencatat hal-hal tersebut melainkan hal-hal lain, maka jangan salahkan anjing menggonggong.

Semenjak hari pertama aku memiliki buku catatan itu, semenjak itu pula aku kecewa. Buku catatan semahal itu seharusnya menyenangkan untuk ditulisi, bukan? Akan tetapi kenyataan telah berkata lain, Saudara. Buku catatan tersebut tidak menyenangkan apalagi mengasyikkan karena kertasnya gampang berdarah (bleed-through) alias tertembusi oleh tinta merahku. Haruskah aku menderita karenanya? Oh, tentu saja tidak perlu.

Kertas Tertembus Tinta
Kertas Tertembus Tinta

Lanjutkan membaca “I’ll banter. I’ll brag. I’ll gawk.”

Cetakan Matari

Kalau melihat tayangan video berikut di bawah ini, pikiranku bisa melayang ke mana-mana. Bisa pula jadinya berhalusinasi tentang beragam hal.

Salah satu ranah di mana pikiranku melayang-layang di atasnya seperti capung itu adalah undangan/ surat. Dengan segenap jiwa usilku yang tersohor, ingin rasanya aku mengerjai para kaum kerabat dan handai tolan dengan menuliskan ini secara besar-besar di amplop undangan/ surat:

“BACALAH BAIK-BAIK UNDANGAN/ SURAT INI HANYA DI BAWAH TERIK SINAR MATARI. NIKMATILAH DAN RASAKAN ANUGERAH YANG TELAH DIBERIKAN TUHAN KEPADA KITA.

SELAMAT GOSONG.”

NB.
Bagi kalian yang tidak bisa melihat tayangan video di atas, bayangkan saja bahwa kalian telah menyaksikan di sebuah lembaran kertas akan timbul tulisan berwarna-warni apabila terkena sinar matari. Sekian.

Kotoran Kertas

Pagi tadi ada secuplik berita di surat kabar yang berhasil mencuri mataku:

Screenshot Koran: Kotoran Gajah Pun Diolah Menjadi Kertas
Screenshot Koran: Kotoran Gajah Pun Diolah Menjadi Kertas

Di sebuah tempat di Gianyar, Bali, kotoran gajah pun diolah menjadi kertas. Begitu kabarnya. Silakan simak artikel berikut ini pula. Kira-kira peredaksiannya sama dengan yang tertulis di surat kabar.

Pengolahan kotoran gajah menjadi kertas ini katanya sudah lebih dahulu dikembangkan di Thailand sana. Di Indonesia, baru kotoran kuda yang pengolahannya menjadi kertas dikembangkan, yaitu oleh siswa sebuah SMA di Lamongan.

Mendengar kabar demikian, Saudara, bagaimanakah reaksi pertama kalian? Lanjutkan membaca “Kotoran Kertas”