Awecek

Beberapa jam yang lalu aku sempat berujar begini:

Semoga ayam goreng ini dapat mengusir rasa laparku, juga rasa kecewaku atas tertutupnya purnama oleh mega mendung sehingga bidadari khayangan tidak jadi turun untuk mandi.

Sekarang, aku hanya ingin memutakhirkannya sedikit ujaran tadi menjadi begini:

Semoga kopi tubruk ini dapat mengusir rasa kantukku, juga rasa kecewaku atas tertutupnya purnama oleh mega mendung sehingga bidadari khayangan tidak jadi turun untuk mandi.

Ah, entahlah. Sepertinya perjodohanku dengan para bidadari khayangan tidak ada di bulan ini. Selain ketiduran seperti yang terjadi kemarin malam, selalu saja purnama tertutupi oleh awan mendung. Apa yang sejatinya sedang terjadi di negeri atas langit sana, Saudara?

Mandi di Bawah Bulan Purnama

Menoto
Di bawah bulan purnama
Datanglah
Sekuning yang kukira
Janganlah
Sekali kau melalaikan
E*kmu
Yang telah engkau buang

Bila kasih tak ingat padanya
Lihatlah sang bulan purnama
Di langit kita lihat sinarnya

Menoto
Di bawah bulan purnama
Cah’yanya
Luar biasa terangnya

(Modifikasi lagu “Menanti di Bawah Pohon Kamboja”)

Selamat malam, Saudara. Malam ini dikabarkan terjadi fenomena supermoon yang luar biasa dan terjadi selama 18 tahun sekali. Konon katanya sang rembulan berada pada jarak yang paling dekat dengan bumi.

Maka hasilnya seperti yang sudah kuposting kemarin malam: bulan purnama terlihat sedikit lebih besar dan cahayanya sedikit lebih terang dari purnama biasanya.

Bagi aku yang sangat mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini, tentu hal ini adalah berita yang sangat menggembirakan. Namun sangat disayangkan, Saudara, wilayah bumi tempatku berpijak saat ini sedang dilanda langit mendung tak berkesudahan.

Konon katanya ketika fenomena supermoon ini terjadi dalam tahun 1993 yang lalu, eksodus bidadari turun ke bumi terjadi secara besar-besaran. Ratusan bahkan ribuan makhluk indah penghuni khayangan itu dikabarkan waktu itu melakukan pesta mandi beramai-ramai di sebuah danau di wilayah yang sampai saat ini masih misteri.

Rumor yang beredar sekarang adalah eksodus besar-besaran para bidadari itu akan terjadi pada malam hari ini. Kami mendapatkan kabar bahwa kemarin para hulu balang Kerajaan Khayangan sedang menyiapkan sebuah danau untuk pesta mandi besar-besaran itu.

Kepada para pencuri selendang bidadari kami menghimbau agar berhati-hati dalam bertugas malam ini. Hal ini dikarenakan ketatnya penjagaan yang dilakukan pada situs pemandian tersebut mengingat para hulu balang tidak mau lagi kecolongan seperti purnama yang sudah-sudah.

Demikian laporan dari kami. Sukses untuk Anda!