Jadi?

Jadi barusan aku berniat hendak memberitahukan sebuah kabar atau sesuatu hal kepada kalian. Akan tetapi, berhubung lupa, maka bolehlah foto cemeng alias kucing anakan berikut:

Anakan Kucing #1
Anakan Kucing #1

Aku kasih bonus satu, nih:

Anakan Kucing #2
Anakan Kucing #2

Setelah memajang foto kucing kasihan ini, jadilah aku ingat kelupaanku tadi. Aku ingin mengabarkan kepada kalian bahwa tepat satu bulan ke depan adalah hari baik untuk melangsungkan segala acara, karena bertepatan dengan tanggal sepuluh bulan sebelas tahun dua belas. Kan?

Sekian.

Kebab Kucing

Kucing Aneh

Kucing Aneh

Itu adalah foto kucing aneh yang menjumpaiku tadi siang. Saat itu aku baru saja bangun dari tidur siang dan perutku merasa lapar. Kucing ini mendatangiku, seolah-olah mengatakan dirinya juga memiliki nasib yang serupa: baru bangun dari tidur siang dan perutnya merasa kelaparan.

Saat ini? Sedang kutatap malam kelam dengan sedikit bintang di warung kebab depan supermarket langganan. Purnama malam ini tak jua muncul. Tak apalah, semoga kebab ukuran ekstrabesar pesananku dapat mengobati kecewaku tidak bertemu dengan bidadari khayangan.

Bagaimana kabar kalian?

Kecoak Rasa Cokelat

Seperti kemarin kuceritakan dalam postingan Rasa Takut, kemarin ada fogging di sini. Setelah berupaya sekuat tenaga, akhirnya aku bisa bangun. Bergegas langsung aku langsung keluar rumah, terus pergi menghindar.

Setelah sekitar dua jam dalam pelarian, akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Aku pikir segala kegiatan fogging sudah selesai. Dan betul juga, ketika tiba di rumah tidak kudapati asap melainkan bekas-bekas asap di lantai dan sedikit aroma obat fogging.

Hal unik yang kulihat adalah tidak ada satu pun mayat bangkai nyamuk. Apa kira-kira yang justru kulihat, Saudara? Bangkai kecoak betebaran di mana-mana! Fogging rupanya telah membantai banyak kecoak.

Tadinya ingin kuperlihatkan foto bangkai-bangkai kecoak yang malang nan menjijikan itu kepada kalian. Tetapi aku tidak ingin membuat kalian menjerit, maka dari itu kuperlihatkan saja foto yang tentu saja menarik perhatian kalian berikut ini:

Bulan Penuh Cokelat
Bulan Penuh Cokelat

Lanjutkan membaca “Kecoak Rasa Cokelat”

Rasa Takut

Tadi malam aku tidak nyaman tidur, Saudara. Apa sebab? Ada suara yang sangat mengusik.

Sepertinya ada anak kucing yang tinggal di atap rumah. Dia mengeong terus sepanjang malam. Suaranya nyaring sekali hingga aku tak tahu di atap sebelah mana ia berada tepatnya.

Sungguh pilu ia mengeong. Sepertinya ia ditinggalkan seekor diri sementara induknya mencari makanan. Aku dulu sering berpengalaman melihat bagaimana sang induk betina mengangkat satu demi satu anaknya dengan mulutnya, membawanya ke tempat yang berbeda-beda.

Entah mengapa tepatnya sang induk betina itu memisahkan anak-anaknya. Kata orang-orang adalah agar si induk jantan tidak dapat mendeteksi keberadaannya. Tahulah kalian bagaimana hasrat membunuh si induk jantan ini akan menjadi besar tatkala mengetahui ia memiliki anak lelaki. Lanjutkan membaca “Rasa Takut”

Kerjaan Tak Biasa

Apa yang sedang kulakukan saat ini barangkali terlihat sangat normal di mata orang kebanyakan. Namun bagi seekor kucing yang satu ini, apa yang kukerjakan saat ini tersebut dipikirnya sungguh tidak normal.

Apa yang sebenarnya aku kerjakan pada saat ini? Yaitu kerjaanku yang duduk menunggui abang tukang nasi goreng memasak dan menyajikan mi goreng untuk makan malamku. Adapun dudukku adalah berada di ujung sebuah bangku panjang sedang di ujung yang lain duduklah seorang pria berbadan besar sedang menyantap menu makan malamnya berupa nasi goreng yang dimasak dan disajikan oleh abang tukang nasi goreng yang sama.

Kucing yang kusebutkan di awal tadi sesungguhnya sedang berharap-harap cemas sebelum aku duduk di tempat kedudukanku sekarang. Maka menjadi berlega hatilah ia manakala aku rela duduk di ujung sebuah bangku panjang demi menyelamatkannya dari ketertimpaan.

Kucing Mengantre

Seekor kucing datang menghampiriku dalam mimpi. Dia memakai baju serba putih. Kemudian dia berkata kepadaku agar aku selalu berbuat kebaikan dan jangan lalai membayar zakat. Tak lupa pula ia berpesan kepadaku untuk memelihara selalu kumisku.

Kucing itu bukanlah Doraemon, melainkan kucing malang yang tadi malam kulihat terlindas mobil. Kepalanya terinjak ban hingga darah keluar bermuncratan. Secara refleks ia meronta-ronta dan berloncat-loncatan tak tentu arah.

Betapa malang sekali nasibmu, kucing. Kudoakan semoga engkau bahagia di alam sana. Sampai berjumpa di surga.

Saat ini aku sedang berada di dalam bus Transjakarta menuju ke tempat perjanjian dengan kawan-kawanku. Di dalam sini berisik sekali. Banyak anak-anak bersuara serak-serak awal pubertas di sini. Mereka adalah anak-anak SMP, entah secara berombongan hendak kemana.

Oh, rupanya mereka hendak ke Ragunan. Setelah turun ini mereka berbaris rapi di deretan antrean paling belakang demi menaiki bus Transjakarta tujuan Ragunan.

Antrean telah sampai di atas jembatan penyeberangan. Panjang sekali. Bapak, ibu, anak-anak kecil, termasuk anak-anak SMP yang berisik tadi. Sudah pasti pengunjung Kebun Binatang Ragunan hari ini membludak.

Oke. Telah sampai aku di tempat tujuan. Terima kasih sudah menemani. Selamat berlibur!