Tidur Dini

Mari kita kutip rubrik “Sela” koran Media Indonesia edisi hari ini:

“Penelitian yang dilakukan selama 10 tahun terakhir menunjukkan orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam sehari berisiko mengalami kematian dini bila dibandingkan dengan mereka yang tidur antara 6 dan 8 jam. …”

Sudahkah kalian tidur dalam durasi yang tidak berisiko seperti itu?

Kebiasaanku tidur akhir-akhir ini:
Mulai tidur sekitar pukul delapan malam. Lalu bangun tengah malam. Kemudian tidur lagi mulai sekitar pukul tiga dini hari. Sekitar pukul lima pagi barulah aku bangun lagi.

Kalau dijumlahkan, berarti kira-kira 6 jam aku tidur dalam sehari. Wah, berarti masih ada slot kosong untukku tidur (di kantor?) hampir 2 jam. Wow! Kalau demikian, mari kita laksanakan. 😀

Kutip Mengutip

Terkadang, kalau hatiku sedang resah, aku membuka-buka Plurk lama yang berisi bagian-bagian masa lalu. Seringkali dengan membaca-baca kalimat-kalimat terdahulu, jiwaku menjadi tenang dan berkurang kegelisahan hati. Bahkan, tak jarang aku menemukan kalimat-kalimat dahsyat yang bisa kukutip sebagian di antaranya:

“women LOOOOVESSSS knowing a MAN would FIGHT or even DIE 4 her! In case he died, meski tu CW lalu menikah dgn yg lain, kau sllu dikenang”

“gw yakin bgt dia mau sama elu, tapi elu kan kadang nyebelin, ngeselin, ngebetein, gak peka, sok cuek, sok gak peduli, sok kambing”

kita kan udah keluarga, jadi gak perlu dikenal2in lagi”

“Dari seberang telepon sana, saudara jauh berkata, ‘Ya sudah, kalo gitu, mau nggak kalo kamu dikawinin sama orang tua?’ Aku pun menjawab, ‘Maaf, Mas. Saya ga mau dikawinin sama orang tua. Saya masih doyan orang muda.'”

Sampai ada pula yang begini:

“mencabut bulu ketiak itu wajib hukumnya…”

Ah, masa lalu yang menyenangkan ini memang patut dikenang.

Kutipan Bahagia

Kutipan berikut ini adalah hasil tangkapan akalku ketika menonton serial Hustle, entah musim keberapa dan episode berapa, beberapa waktu lalu:

“Kebahagiaan sejati tidaklah selalu datang bersama sesuatu milik kita. Atau bersama sesuatu menurut pemikiran kita adalah milik kita. Akan tetapi kebahagiaan sejati hampir selalu datang bersamaan dengan setumpuk uang.”

Kan?