Kutipan Pekan Ini: Catur Adalah Peperangan

“Aku selalu berpikir bahwa daripada melakukan peperangan fisik, lebih baik pemimpin-pemimpin dari kedua pihak saling melawan dalam suatu permainan catur saja. Siapa pun yang memenangi permainan adalah pemenang peperangan. Tidak ada orang yang harus tewas. Peperangan bukan jawaban. Catur adalah jawaban.”

(Brenton Damagatchi, Kelas 5)

Dikutip dari ‘The Homework Machine (Mesin PR)’ buah karya Dan Gutman.

Catur adalah sebuah permainan siasat dan strategi perang. Aku tahu itu sejak kecil, setelah sedikit paham mengenai cara bergerak dan posisi tiap-tiap bidak catur.

Yang kubayangkan ketika itu adalah Mahabharata. Ketika itu ada serial Mahabharata di televisi, bukan? Para panglima, pangeran, bahkan raja sendiri ikut terjun ke medan perang. Itu yang kubayangkan. Mereka berperang melawan kerajaan lain demi mempertahankan kerajaannya sendiri, atau demi memenangkan kerajaan lain itu untuk tunduk di bawah kekuasaannya. Kedudukan dan jumlah pasukan sama kuat. Hanya strategi peranglah yang dapat memenangkan peperangan.

“Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Demikian halnya dengan peperangan. Namun sejarah kemanusiaan itu sendiri tidak akan bisa terlepas dari peperangan dan penjajahan. Sampai dunia ini khatam pun, akan selalu ada manusia yang saling berperang. Kan begitu?

Kutipan Pekan Ini: Waktu

Beginilah pendapat Pidi Baiq yang menjawab semaunya perihal masa:

Lantas bagaimanakah konsep waktu menurut Pidi Baiq ini jika dipersandingkan dengan konsep waktu menurut Doraemon?

Kutipan Pekan Ini: Saudagar

“Pedagang orang paling giat di antara umat manusia ini, Tuan. Dia orang yang paling pintar. Orang menamainya juga saudagar, orang dengan seribu akal. Hanya orang bodoh bercita-cita jadi pegawai, karena memang akalnya mati. Lihat saja diriku ini. Jadi pegawai, kerjanya hanya disuruh-suruh seperti budak. Bukan kebetulan Nabi s.a.w. pada mulanya juga pedagang. Pedagang mempunyai pengetahuan luas tentang ikhwal dan kebutuhan hidup, usaha dan hubungannya. Perdagangan membikin orang terbebas dari pangkat-pangkat, tak membedaka-bedakan sesama manusia, apakah dia pembesar atau bawahan, bahkan budak pun. Pedagang berpikiran cepat. Mereka menghidupkan yang beku dan menggiatkan yang lumpuh.”

Perkataan Thamrin Mohammad Thabrie, dalam Jejak Langkah buah karya Pramoedya Ananta Toer.

Kutipan Pekan Ini: Buruk

Inilah yang sejak dahulu aku pegang, anut, hayati, dan amalkan. Sebisa mungkin aku tidak melakukan hal-hal yang dapat membuat orang berburuk sangka terhadapku. Kalian juga, kan?

Sedikit plesetan:

Jangan berburuk muka dan jangan membuat orang berburuk muka.

Selamat berlibur bagi kalian yang menjalankan. 😀

My Country, Right Or Wrong

Sekilat aku ingat apa yang pernah dikatakan oleh guru Sejarah waktu SMA dulu tatkala bercerita mengenai imperialisme Barat. “Orang Barat sana,” begitu kata beliau, “selalu berpegang teguh pada prinsip ‘right or wrong is my country‘ dan itulah semangat nasionalisme yang membuat mereka kuat dan tak terkalahkan.”

Hari ini kebanggaanku akan negeri ini dan semangat kebangsaanku sedikit terkecewakan. Rupa-rupanya telah banyak pula orang-orang kita yang berkoar-koar tentang jeleknya negeri kita ini di luar negeri. Mereka berkata negeri kita negeri koruptor, lah; negeri kita sarang penyamun, lah.

Kita semua memang tahu di negeri kita masih banyak koruptor. Di negeri kita memang banyak penyamun hidup. Para wakil rakyat masih banyak yang tidak/kurang peka dengan keprihatinan rakyat yang diwakilinya. Memang tidak ada salahnya mengabarkan suatu kebenaran. Akan tetapi aku tidak setuju dengan kecenderungan menjelek-jelekkan. Tidak, di hadapan negeri lain.

Aku sepakat dengan apa yang pernah diucapkan oleh Carl Christian Schurz:

My country, right or wrong; if right, to be kept right; and if wrong, to be set right.”

Inilah negeri kita, benar atau salah. Jika benar, tetapkanlah ia selalu benar. Jika salah, ubahlah ia agar benar.

Pemuda Komodo

Siapa sudah SMS Si Komo? Tolong kasih tau ke dia dong, kalau lewat itu lha mbok ya liat-liat. Biar jalanan di Jakarta gak macet, gituh.

Bagaimana, Saudara, sudah SMS mendukung Pulau Komodo, belum? Jangan lupa terus dukung ya, dengan cara ketik KOMODO kirim ke 9818. Biayanya mulai kemarin katanya sudah Rp1,00 lho, alias gratis!

===

Dua puluh delapan Oktober adalah Hari Sumpah Pemuda. Jadi bagaimana kamu, pemuda, apakah sudah bersumpah untuk mendapatkan si gadis?

===

Kalau Tuhan mengizinkan, kemungkinan pada saat postingan ini diterbitkan aku sedang melakukan senam pagi di sebuah lapangan di kawasan Jakarta Pusat. Semangat!

=== Lanjutkan membaca “Pemuda Komodo”