I’m Lost Without You

Sekitar 3-4 tahun lalu kami menciptakan lagu ini. Oleh The Penampakanz. Jadi ceritanya lagu ini tercipta terinspirasi sedikit akan kisahku. Dulu. Anggap saja begitu. Waktu itu kami berkumpul, bertukar-otak, tercipta beberapa baris dan beberapa nada, lantas aku rehat untuk mandi. Begitu aku selesai mandi, sempurnalah sudah lagu ini: “I’m lost without you”.

Sekarang beberapa tahun telah pun lewat. Kembali aku merasakan betapa “I’m lost without you.” Buhuhu. Menyedihkan sekali ternyata.

I made you cry ♪
You made me cry ♫
You made us cry ♪
And the rain’s never stop since ♫

I’m lost without you ♪
I’m so lost without you ♫
I can’t see the future ♪
I’m so blind without you near me ♫

Show me the light to move on ♪
Give me a sign ♫
Show me the path to walk on ♪
Wanna be with you ♫

Now that we’re apart ♪
Still bring you in my heart ♫
But there’s something missing ♪
Incomplete without you ♫

Terkadang aku terserang rasa rindu. Rindu akan berkumpul beramai-ramai dengan kalian. Tetapi rasa rinduku teramat besar untuknya.

Tepat setahun lalu, ternyata aku lupa mandi. Pengharapanku pun sama seperti setahun lalu itu.

Baiklah, Saudara. Penyemangat hariku sekarang hanya satu:

Kemarin adalah ini:

Doraemon berjumpa Doraemon
Doraemon berjumpa Doraemon

Terngiang Lagu Nostalgila

Entah istilah “terngiang” tepat ataukah tidak. Walaupun demikian akan aku kabarkan saja.

Saudara, apakah kalian pernah tiba-tiba teringat dan seakan-akan ada suara \suara apa saja, baik berpola maupun tidak\ tebersit entah dari mana untuk kemudian masuk ke dalam benak? Aku sering begitu, Saudara.

Percaya atau tidak, postingan Sarapan Pagi kemarin adalah ketika aku pada saat mandi paginya tiba-tiba terngiang akan lagu tema Chibi Maruko-chan. Maka postingan hari ini adalah karena aku tiba-tiba terngiang akan lagu tema entah serial silat apa. Lagunya kira-kira begini:

Sebatas garis khatulistiwa ~♪
Semua terhampar di hadapan ~♫
Ingin kudekap di saat berjumpa ~♪
Cinta suciku takkan mati ~♫

Kalian tahu lagu apakah itu?

Oh, Amelia (Video)

Kan kalian sudah tahu lagu dendanganku beberapa waktu lalu bertajuk Oh Amelia? Apabila belum tahu, atau sudah tahu tetapi ingin bernostalgila dengan lagu tersebut, baiklah akan kusajikan sebuah video clip dari Dhea Ananda berikut di bawah ini. Selamat berkarokowe, eh, karaoke. 😀

Kondisi Titik-Titik

Baiklah. Akhir-akhir ini aku dilanda lesu.

Bukan karena sedang puasa atau bagaimana. Bukan pula karena sedang marah atau berduka.

Lalu aku analisis.
Aku malas menulis.
Malas pula mandi.
Malas makan nasi.

Malas menulis ini bisa jadi ada pengaruh dari karena aku malas membaca. Tatkala itu aku membeli beberapa novel selain juga komik Doraemon. Pun malas kusentuh. Pun malas kubuka. Pun malas kusantap.

Maka beginilah aku memulai. Sore ini akan kusantap buku novel itu sebagai hidangan berbuka puasa. Boleh, kan?

Semangat!

Sudah hampir dua bulan ini tergila-gila dengan Pupus-nya Dewa.

Aku tak mengerti ♪ apa yang kurasa ♫
Rindu yang tak pernah ♪ begitu hebatnya ♫
Aku mencintaimu ♪ lebih dari yang kau tahu ♫
Meski kau takkan pernah tahu ♫

Aku persembahkan ♪ hidupku untukmu ♫
Telah kurelakan ♪ hatiku padamu ♫
Namun kau masih bisu ♪ diam seribu bahasa ♫
Dan hati kecilku bicara ♫

Baru kusadari ♪ cintaku bertepuk sebelah tangan ♫
Kau buat remuk ♪ seluruh hatiku ♫

Nostalgila

Apa yang diputar oleh kawanku itu betul-betul membuatku merasa nostalgila!

Tengah malam begini, tak bisa aku tertidur. Barangkali karena yang kusantap pada makan malam tadi adalah sate kambing. “Rakuen” yang dibawakan oleh Do As Infinity adalah lagu yang diputar tersebut, Saudara. Bergegas kunyalakan komputerku. Aku cari-cari itu lagu. Kuputar pula.

Haha! Masa kuliah dulu itu menyenangkan juga, ingatku. Bertemu dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Do As Infinity, misalnya. Dikenalkan oleh kawanku yang tadi kusebut itu. Langsung aku menjadi ikut menggemari itu grup band. Kemudian anime Inuyasha. Kemudian anime Kyou Kara Maou. Kemudian istilah ‘yaoi’. Haha! Lucu pula setelah kuingat-ingat betapa penasarannya aku tatkala mendengar istilah itu untuk pertama kali. Kan kalian tahu istilah itu?


Kokoro no oku ni aru kimochi
Trutaenakucha ne
Would you marry me, honey
Omedetou ima
Yatto deaeta mahou no kotoba

“Do As Infinity – Mahou no Kotoba”

Itulah lagu yang tadi kuputar setelah kutonton film pendeknya Doraemon yang mengisahkan Nobita dan Doraemon pergi menengok ke masa depan di malam sebelum Nobita dan Shuzuka melangsungkan pernikahan. Sebuah lagu yang cocok sebagai penghujung malam. Selamat tidur!

Orang Sirkus?

Kan kalian tahu siapa itu orang sirkus? Adalah mereka orang-orang ahli dan terlatih yang melakukan hal-hal yang meskipun berbahaya tetap saja menakjubkan di depan para menontonnya? Kalau kalian sepakat dengan itu, tentu kalian akan mampu menjawab apakah gadis kecil yang baru saja kulihat termasuk golongan orang sirkus ataukah tidak.

Di jalan yang ramai ini seorang lelaki yang gampang saja kutebak dia itu adalah ayah si gadis kecil tokoh pengalamanku ini mengendarai sepeda motornya mengikuti rayapan kendaraan lain. Dimana si gadis kecil itu? Dia berada di jok belakang: BERDIRI!

Sudah jamak aku lihat anak-anak kecil berdiri di jok semacam itu dengan dipegangi oleh ibunya yang duduk di belakangnya. Kan tentu kalian sepakat hal semacam itu berbahaya? Apa lagi kalau tidak dipegangi! MasyaAllah.

Gadis kecil tokoh kita ini tidak dipegangi oleh siapa pun, Saudara-saudara. Tidak ada pula yang duduk di belakangnya. Murni hanya dia dan bapaknya berdua di atas motor. Memang dia berpegangan pada pundak bapaknya. Tetapi seberapa terlatihkah dia untuk memesonakan aku yang menontonnya? Orang sirkuskah dia?

Lain lada, lain pula garamnya. Mari kita bicarakan perihal lain. Kan kalian tahu ini malam minggu? Malam yang panjang buat pacaran bergadang? Orang berkata malam yang romantis untuk dilewatkan dengan orang terkasih, sepanjang tempat dan suasana memenuhi kualifikasi? Lanjutkan membaca “Orang Sirkus?”

Senja

Senja di batas kota ♪
Selalu teringat padamu ♪
Saat kita ‘kan berpisah ♪
Entah untuk berapa lama ♫

Adakah yang tahu lagu di atas?

Senja di Batas Kota #1
Senja di Batas Kota #1

Senja itu indah. Indah itu membahagiakan. Maka silakan berbahagia menurut selera dan kepercayaan masing-masing. Kan berbahagia tidak begitu susah?

Senja di Batas Kota #2
Senja di Batas Kota #2

Kedua foto di atas adalah sememangnya bukan aku sendiri yang memotret. Keduanya telah pun ada pada kameraku. Maka tentu tak ada salahnya kalau foto ini aku taruh di sini. Kan begitu, Gembul?

Bin Tatang

Ingin rasanya semalaman ini kunyanyikan secara medley lagu anak-anak tentang bintang.

Bintang kecil di langit yang tinggi.. ♪
Amat banyak menghias angkasa.. ♫
Aku ingin terbang dan menari.. ♪
Jauh tinggi ke tempat kau berada.. ♫

Oh, betapa bahagianya. Alhamdulillah, Alhamdulillah.

Kulihat langit penuh bintang bertaburan.. ♪
Berkerlap-kerlip terus kulupa liriknya.. ♫

Haha. Aku hanya ingin melihat langit penuh bintang semacam ini setiap malam. Sepanjang tahun. Tak apa aku sampai lupakan purnama. 😀

Malam Ini

Kalian tahu sedang apa aku sekarang? Memandang langit yang putih sehabis hujan. Iya, aku tahu memang sedikit aneh. Langit malam ini gelap; tetapi putih.

Kutatap pula bulan sabit. Kemudian aku tahu sekitar sepuluh hari ke depan aku bisa menatap purnama yang kurindu.

Sebenarnya hal aktual yang kulakukan adalah menyantap kebab. Rasanya seperti biasa, enak dan nikmat. Sedikit kurang banyak, mungkin ya. 😀

Hal inilah yang membuatku teringat masa lalu. Waktu SMA, ada pelajaran Kesenian menyuruh kami terlibat dalam grup vokal. Aku mendapatkan jatah suara bas. Lagu kami adalah “Suara Hati Seorang Kekasih” gubahan Melly Goeslaw untuk film Ada Apa Dengan Cinta. Kalian tahu, bukan? Lanjutkan membaca “Malam Ini”