Jalur Kereta

Berada di dalam sebuah gerbong kereta api yang hobi berhenti ini membuatku berpikir: Apakah kegunaan batu-batuan di sekeliling rel kereta api?

Sudah banyak kujumpai makhluk-makhluk unik dalam seperjalananku. Di antaranya adalah perempuan jejadian yang dapat bergoyang heboh dan menghebohkan penumpang di hadapanku. Haha.

Baiklah. Doakan aku selamat dan lancar dalam perjalanan. Sekian.

Obrolan Pekan Ini: Lebaran Ala Facebook

Rekan A: “Liburan lebaran kemarin kemana aja, Pak?”

Rekan B: “Ah, kalau saya sih di rumah aja. Mantengin Facebook.”

Rekan A: “Loh?”

Rekan B: “Lha iya. Kan sudah ada teman-teman yang ngasih Laporan Pandangan Mata di Facebook. Jadi saya tinggal turut merasakan saja mereka jalan-jalan kemana.”

Rekan A: “Wah, pintar juga Bapak. Ngirit ongkos.”

Rekan B: “Ya iyalah. Lha wong saya…”

Libur Panjang Hari Terakhir

Akhirnya sampailah juga di penghujung liburan panjang. Hari ini sepertinya Borobudur ramai dikunjungi umat Buddha. Adakah beberapa dari kalian di sana?

Hari ini memutuskan untuk tidak ke mana-mana. Akan diam saja di rumah. Entah membaca buku, entah belajar LaTeX, entah makan seharian. Masih gamang memutuskan, apakah sebaiknya membeli netbook, Macbook, atau tidak membeli keduanya. Kemarin kulihat saldo di ATM; ternyata menyedihkan.

Oh iya. Kemarin akhirnya aku berkeliling di dalam UI. Memasuki fakultas yang satu kemudian bergeser ke fakultas yang lain. Besar juga universitas ini. Capek berjalan kaki menyusuri hampir semua wilayahnya.

Istirahatlah aku di Fakultas Ekonomi yang konon menjadi fakultas paling kaya di sini. Lihat saja bangunannya: megah. Hanya sayang musalanya sepertinya kurang.

Aku duduk di salah satu dari deretan bangku yang mengelilingi kolam kecil berair muncrat (yang konon katanya hanya dinyalakan jikalau ada peristiwa-peristiwa tertentu) yang kemarin itu sedang dibersihkan.

Konon katanya kolam yang di tengahnya terdapat makara, simbol UI, inilah banyak mahasiswa menjadi korban penceburan oleh para kawannya. Korban-korban tersebut bisa jadi sedang berulang tahun, baru saja lulus sidang, atau baru saja menjalin hubungan alias berpacaran.

Tampaknya memang dinamika kehidupan kampus memang selalu diwarnai dengan aksi-aksi semacam ini. Seperti halnya yang terjadi di kampusku dulu. Kami menyebutnya “empangisasi” karena mahasiswa yang menjadi korban digotong beramai-ramai lantas diceburkan ke dalam sebuah empang di pinggiran kampus.

Begitulah aku menyusuri UI. Kudapati ada pula gedung-gedung yang tampak kurang terawat. Kontras sekali dengan bangunan megah perpustakaan barunya (Markas Power Rangers) yang seakan seperti batu hitam yang tumbuh dari dalam bumi.

Lagi-lagi sore itu ditutup dengan guyuran hujan. Sampai sekarang masih terasa pening kepalaku gara-gara kehujanan kemarin.

Aduh, hampir saja lupa. Hari ini harus memangkas rambut brokoliku agar besok ketika masuk kantor tidak lagi menjadi perhatian bapak-ibu bos.

Sudahkah kalian memangkas rambut?

Tuing!

Tuing!
Badanku hancur berkeping-keping
Terjatuh dari bukit bertebing-tebing

Gravitasi telah menarikku
Menghempaskanku ke atas tanah kering membeku
Karena ketinggianku!

Akhirnya tiba juga penghujung pekan. Alhamdulillâh….

Have a nice weekend, Brothers and Sisters!

Tergamang Jilid Dua

Hanya tak ingin sendiri
Kucoba kaitkan hatiku dengan hati-hati yang lain

Cuma ingin mengusir sepi…

Selamat malam, Saudara-saudara pendengar. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Assalâmu’alaykum warahmatullâhi wabarakâtuh!

Terima kasih kami ucapkan kepada Saudara pendengar sekalian atas kesetiaannya menyimak siaran radio kami, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, FARIJS MANIJS akan menghibur Anda sekalian dalam acara yang senantiasa kita tunggu-tunggu bersama: BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR K*NTUT.

Nah, Saudara-saudara. Pernahkah Saudara merasakan kejenuhan menjalani serangkaian aktivitas sehari-hari? Saudara merasa bosan melakukan kegiatan yang itu-itu saja sepanjang hari? Jikalau iya, berarti Saudara terkena sindrom mustirilaksingus refresingitis. Sindrom ini memang tidak membahayakan nyawa, namun ia membahayakan jiwa, Saudara-saudara sekalian. Oleh sebab itu, bagi Anda yang terkena sindrom ini alangkah lebih baiknya jika terus menyimak lagu berikut ini. Berikut kami akan memutarkan sebuah tembang manis dari album barunya Ello bertajuk “Masih Ada”. Selamat mendengarkan….

hari-hari kulewati
lapar sendiri
tanpa sesaji

tapi tetap kunikmati
indahnya hari
tanpa sesuap nasi

aku ingin nikmati
sepiring nasi kambing kebuli
dan soto betawi

walau lapar sekali
tapi aku masih ada
masih ada cinta di hati

===

kadang aku merindukan
merindukan masakan
masakan wanita

ingin kucurahkan semua
nafsu makan di jiwa
yang t’lah lama kupendam

oh oh

aku ingin nikmati
sepiring nasi kambing kebuli
dan soto betawi

walau lapar sekali
tapi aku masih ada
masih ada cinta di hati

Ello – Masih Ada //dengan sedikit modifikasi//

Hwehe. Iseng. Nggak bisa tidur. Gara-gara nggak jadi pulang ke rumah. Padahal Ummiy sudah kangen sekali. Aku juga sudah rindu berat. Sudah lama juga nggak pulang, melihat rumah. Terakhir pulang sewaktu lebaran tahun lalu. Wah, sudah lama sekali rupanya. Sungguh, aku benar-benar ingin pulang. Ingin berjumpa lagi dengan adikecilucuku. Ingin berjumpa dengan seisi rumah, termasuk kucing-kucing adikku. Yah, semoga bulan ini aku bisa mengambil cuti. Yosh!

v(^_^)

Selamat menempuh libur panjang, Saudara-saudara! Semoga sekembalinya hari kerja nanti kita semua bisa tetap berkarya! Semoga berjaya!

===
Siaran radio yang lain:

farijsvanjava pikir sepertinya anak-anak ini berharga tinggi :p

Farijs van Java Jualan Anak-anak 1
Farijs van Java bersama Azhar, Aziz, Azzam, dan 2 Gadis Kecil yang Centil

Setelah sekian lama diprotes para anggota FvJ Fans Club karena sudah lama tidak memosting foto, kali ini dengan bangga Farijs van Java memperlihatkan dua foto berikut ini.

Selamat menikmati.

Dan silakan mengajukan penawaran. Hwehe….

Farijs van Java Jualan Anak-anak 2
Farijs van Java bersama Nadine dan Nayla

 Foto-foto sewaktu liburan tahun baruan di Dago, Bandung.

Tertinggal Lelah dari Kotanya Peta

Pagi pertama setelah kembali ke haribaan Jakarta: Mata berkunang-kunang, tempurung atas kepala benjol, gusi berdarah, perut mulas //pengen BAB//, kaki bengkak, tangan lunglai, dan punggung pegal-pegal. Uh, benar-benar belajar terbang yang melelahkan. Setelah ini, fase kesibukan baru saja mulai menanjak naik dari semula yang datar horizontal. Meski begitu, ayo semangat! Bangkit! Berubah!!

(^_^)v

Sesuai peraturan mengenai skala prioritas, maka tak dapat kuceritakan pengalamanku yang lalu terlebih dahulu sebelum menyelesaikan sebuah notulensi, tiga perhitungan akuntansi, dan beberapa pekerjaan kurir, Saudara-saudara. Mohon bersabar, ya. Sesaat lagi pesawat dengan nomor penerbangan FA 238 akan segera diberangkatkan. Go fly! /Ngusir lalat/