Cetakan Matari

Kalau melihat tayangan video berikut di bawah ini, pikiranku bisa melayang ke mana-mana. Bisa pula jadinya berhalusinasi tentang beragam hal.

Salah satu ranah di mana pikiranku melayang-layang di atasnya seperti capung itu adalah undangan/ surat. Dengan segenap jiwa usilku yang tersohor, ingin rasanya aku mengerjai para kaum kerabat dan handai tolan dengan menuliskan ini secara besar-besar di amplop undangan/ surat:

“BACALAH BAIK-BAIK UNDANGAN/ SURAT INI HANYA DI BAWAH TERIK SINAR MATARI. NIKMATILAH DAN RASAKAN ANUGERAH YANG TELAH DIBERIKAN TUHAN KEPADA KITA.

SELAMAT GOSONG.”

NB.
Bagi kalian yang tidak bisa melihat tayangan video di atas, bayangkan saja bahwa kalian telah menyaksikan di sebuah lembaran kertas akan timbul tulisan berwarna-warni apabila terkena sinar matari. Sekian.

Semi Silau

Sejak awal bulan ini, ruangan kerjaku menjadi silau. Karena apa? Sepertinya karena matahari mulai bergeser ke selatan.

Oke, kita sudah tahu mengenai Galileo. Kita juga tahu mengenai relativitas Einstein. Maka memang sebenarnya matahari tidak bergerak relatif terhadap bumi. Tetapi, bagaimana menjelaskannya, ya, tentang fenomena yang terjadi di kantorku ini?

Gedung kantorku berbentuk memanjang dari timur ke barat. Sementara ruang kerjaku terletak di sisi tengahnya yang bagian selatan. Sisi selatan ruang kantorku ini sebagian besar terdiri dari kaca. Penutup jendela kaca ini adalah berupa roller blind berwarna putih kebirumudaan. Maka teranglah sudah, meski jendela kaca ini ditutup menggunakan roller blind ini, cahaya matahari masih banyak yang tembus ke ruangan kerjaku bahkan sampai menyilaukan.

Sepertinya di negara-negara empat musim belahan bumi bagian selatan sana sedang mengalami musim semi. Daun-daun mulai tumbuh. Bunga-bunga mulai bermekaran. Indah sekali pasti.