Kabur

Yang kumaksudkan adalah kabar dalam artian melarikan diri. Flee. Escape. Atau apalah.

Kusadari bahwa dalam menjalani kehidupan ini aku banyak melarikan diri. Dulu, yang aku ingat adalah melarikan diri dari tugas membantu Ibu bersih-bersih rumah. Hwehe. Kemudian melarikan diri dari lingkungan main yang kurang kondusif. Melarikan diri dari anjing galak. Dan banyak lagi yang lainnya.

Yang baru-baru ini aku masih sering melakukannya adalah melarikan diri dari kawasan  tertentu; melarikan diri dari menonton anime (semisal Space Brother) dan serial televisi (semisal Person of Interest) tertentu; melarikan diri dari mobil tertentu; melarikan diri dari toko alat tulis tertentu; melarikan diri dari kenangan tentang orang tertentu; melarikan diri dari makanan tertentu; dan melarikan diri dari kekecewaan tertentu (semisal “dikaretin” dan dibohongi).

Pada tingkat-tingkat tertentu, aku pikir melarikan diri adalah mutlak harus dilakukan. Seperti misalnya kalau kita masuk ke dalam ruangan penuh dengan kucing, lebih baik kita melarikan diri dari ruangan itu alih-alih mengusir semua kucing keluar ruangan. Kan?

Akan tetapi pada hal-hal tertentu, aku pikir melarikan diri seharusnya dihindari. Seperti misalnya ketika terhidang sepotong besar cheese cake di atas meja sementara kita kelaparan, lebih baik kita memakan cheese cake itu tadi alih-alih membiarkan cacing di usus kelaparan. Kan?

Melarikan Diri

Setelah mencoba memainkan permainan video Canabalt, aku jadi menyadari akan sesuatu, Saudara. Apakah itu?

Canabalt
Canabalt

Yang kusadari adalah bahwa ternyata melarikan diri pun tidaklah mudah. Banyak aral gendala yang menghadang; banyak onak dan paku tersebar di jalan; banyak tembok dan papan halang rintang.

Kalau demikian, bukankah lebih baik kita melanjutkan kehidupan dan menghadapi segala masalahnya dengan tegar?