Jurus Merayu yang Tak Kunjung Usai

Kata “rayu” dalam “merayu” merupakan sebuah homonim.
Merayu bisa diartikan sebagai merasa pilu atau terharu. Bisa juga diartikan sebagai membujuk atau memikat.

Merayu erat kaitannya dengan perasmaraan dan hubungan anak dengan orang tua. Tentu saja merayu yang ingin saya bahas di sini adalah merayu dalam kaitannya dengan membujuk atau memikat demi kepentingan asmara.

Tak kenal maka tak sayang. Kata pepatah itu sepertinya masih berlaku dalam era digital dimana pak pos sudah hampir punah seperti sekarang ini. Maka sebelum merayu, kenalilah dulu korbanmu. Kalau belum kenal, berkenalanlah secara santun.

Apabila Saudara sekarang sedang menunggu KRL tujuan Bogor di sebuah stasiun kereta api, katakanlah Stasiun Tebet, dan di sekitar Saudara berada terdapat sesosok makhluk indah ciptaan Tuhan, berkenalanlah. Tidaklah salah menambah kenalan karena hal itu tidaklah menambah utang.

Apabila Saudara grogi dan merasa malu untuk berkenalan, tenang saja. Saudara tidak sendirian, karena 15 dari 22 orang di luar sana akan bersikap seperti Saudara. Tentu angka-angka tadi tidaklah bersumber dari BPS apalagi dukun togel.

Tariklah nafas Saudara dalam-dalam untuk menghilangkan grogi. Kemudian keluarkanlah sedikit demi sedikit dari salah satu lubang hidung tanpa bantuan tangan. Saudara akan tahu betapa susahnya melakukan hal tersebut. Maka tenang saja, karena berkenalan dengan si dia tidaklah sesusah itu. Lanjutkan membaca “Jurus Merayu yang Tak Kunjung Usai”