Musik Bisnis

Sebuah presentasi bagus yang dikabarkan oleh Pak Budi Rahardjo, mengenai musik dan dunia bisnis.

Menarik sekali. Mengenai musik, MP3, keinginan untuk berbagi, Napsters, Creative Commons, dan iPod.

Beruntung sekali aku punya iRhyme. Hwehe. 😀

Mungkinkah Juwita Malam di Bawah Pohon Kamboja?

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

Janganlah sekalipun melalaikan
Janjimu yang telah kauucapkan

Bila kasih tak ingat padaku
Lihatlah sekuntum kamboja
Di sana kita kelak berjumpa

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

***

Bila kasih tak ingat padaku
Lihatlah sekuntum kamboja
Di sana kita kelak berjumpa

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

Menanti Di Bawah Pohon Kamboja
Rien Djamain

Selamat malam, Saudara pendengar dimanapun Anda berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs.

Masih di gelombang 30.30.58 FM, kami masih setia mengudara menemani Saudara para pendengar yang berbahagia melewati malam nan syahdu ini. Tentunya masih di acara kesayangan kita semua, BANG BANG TUR, Tembang-Tembang Pengantar Tidur.

Sebuah nomor manis dari salah satu legenda musik jazz kita, Rien Djamain, sebuah tembang kenangan dengan tajuk “Menanti di Bawah Pohon Kamboja” telah bersama-sama kita simak di awal perjumpaan kita kali ini.

Saudara pendengar dimanapun Anda berada, tentunya masih ingat dengan lagu tadi, bukan? Sebuah lagu yang dapat mengingatkan kita semua akan masa-masa nostalgia ketika kita masih muda dahulu. Masa-masa di saat kita masih belia, masa-masa kita masih berpacaran dengan cinta pertama kita, tentu saja dengan sembunyi-sembunyi agar orangtua kita tidak mengetahui. Masa itu adalah masa di saat kita dengan setia menanti kedatangannya di bawah sebuah pohon kamboja.

Yah, masa-masa itu, Saudara pendengar yang berbahagia, masih jamak kita berpacaran di pekuburan. Saling berjanji untuk bertemu dan mengadu kasih kita di situ. Pada waktu listrik belum banyak masuk ke desa-desa, kita dengan nyamannya bermalu-malu kucing dengan si doi di hadapan batu-batu nisan. Tidak takut rasanya akan diganggu lelembut ataupun hantu ataupun pocong penghuni kuburan, yang sering sekarang ini tinggal di bioskop tidak lagi di kuburan, karena pada masa itu kita jauh lebih takut kepada orangtua si doi bilamana ketahuan memacari anaknya.

Betapa indahnya masa-masa itu…. Nah, Saudara pendengar sekalian, bilamana Anda ingin berbagi cerita tentang indahnya masa-masa berpacaran di bawah pohon kamboja, silakan, tidak perlu ragu ataupun malu untuk mengirimkan komentar di kotak yang sudah disediakan. Kami juga menerima bilamana Anda juga ingin berbagi makanan ataupun sekadar minuman wedang jahe penghangat suasana.

Agar lebih membawa Anda kepada suasana masa-masa indah berpacaran di bawah kuburan dahulu itu, baiklah kami putarkan sebuah tembang lawas dari Frankie Valli berikut ini. Selamat mendengarkan. Lanjutkan membaca “Mungkinkah Juwita Malam di Bawah Pohon Kamboja?”

Aroma dan Musik Semangat

Ahad siang yang cerah. Baru saja kuselesaikan santap pagi bersamaan dengan santap siang. Kondisi tubuh? Cukup berkeringat hingga dapat kukatakan aku sedang menuju kesembuhan.

Sejak kutatap purnama di sebelah gedung yang tinggi Jumat kemarin aku merasa tidak enak badan. Tubuh mendemam. Kerongkongan terasa perih. Hidung berair, pilek. Kepala migrain sebelah kanan. Ditambah sembelit!

Aroma tubuhku sudah menuju ke arah harum daripada bau. Untuk itulah aku yakin bahwa aku akan segera sehat.

Berbicara tentang aroma, sekarang aku sedang menyelesaikan membaca novel “Perfume: The Story of a Murderer” karangan Patrick Süskind. Bercerita tentang seorang jenius dalam bidang aroma bernama Jean-Baptiste Grenouille yang hidup dalam abad kedelapan belas di Prancis. Dikisahkan bahwa sejak lahir ia dianugerahi indera penciuman yang sangat tajam serta otak cemerlang yang dapat menyimpan serta memilah-milah beribu-ribu macam aroma.

Dikisahkan dengan gaya bahasa seperti dalam buku-buku dongeng, Grenouille sejak kecil hidup dalam lingkungan yang penuh dengan daya penolakan akan keberadaan dirinya. Ia pun bertekad untuk keluar dari kehidupan yang penuh penderitaan dan berhasrat untuk menglasifikasikan segala aroma yang ada di dunia. Ia lantas bercita-cita menciptakan sebuah parfum yang sempurna, dengan bantuan seorang ahli parfum di kota Paris yang nyaris bangkrut.

Oke. Sekarang mari kita bahas topik Post a Day hari ini saja:

When you’re feeling down, what music cheers you up?

Bonus: why do you think this music has that effect? What music do you prefer when you’re very happy?

Musik yang membuatku semangat? Musik-musik yang rancak dengan suara perkusi yang menghentak-hentak, barangkali. Membuat jantung semakin berdebar, memacu adrenalin, hingga bisa membangkitkan perasaan seperti sedang lari pagi dalam suasana sejuk dan teduh.

Ada juga lagunya Tasya feat. Duta dan Erros So7 yang berjudul “Jangan Takut Gelap”. Lagu dan musiknya sungguh menenangkan. Aku bisa merasakan atmosfer kehangatan dan ketenteraman. Membuat hati menjadi nyaman.

Sekian. Harus segera beranjak ke toilet. Semoga lancar keluar!

===

UPDATE:
Ternyata Perfume: The Story of a Murderer telah difilmkan tahun 2006 lalu! Wah, ketinggalan saya….

Imaniora

Tak terasa pipi ini merasakan hangat. Ada sesuatu yang meleleh di atasnya.

Kubuka-buka folder Musics di partisi D:\. Sekadar bernostalgia, kuputar secara acak beberapa file lagu di dalamnya. Salah satunya lagu ini…

andai matahari di tangan kananku
takkan mampu mengubah yakinku
terpatri dan takkan terbeli
dalam lubuk hati

bilakah rembulan di tangan kiriku
takkan sanggup mengganti imanku
jiwa dan raga ini
apapun adanya

andaikan seribu siksaan
terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
seujung rambut pun aku takkan bimbang
jalan ini yang kutempuh

bilakah ajal ‘kan menjelang
jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan
cintaku hanya untuk-Mu
tetapkan muslimku selalu

Haris Shaffix – Keimananku

Memori masa lalu langsung menyeruak alam sadarku. Kuingat kembali kegairahan, semangat, passion itu.

Astaghfurullâh! Sudah berapa malam kepala ini tidak tertunduk-sujud kepada-Mu, Yâ Allâh?

Kubahagia

Malam ini aku merasa benar-benar bahagia!

kita berlari-lari
bersama mengejar mimpi
tak ada kata ‘tuk berhenti
semua bahagia, semua bahagia

matahari seakan tersenyum

walau makan susah, walau hidup susah, walau ‘tuk senyum pun susah
rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
walau makan susah, walau hidup susah, walau ‘tuk senyum pun susah
rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
oh, kubahagia
oh, kubahagia

SHERINA – KUBAHAGIA

Entah mengapa aku sebegini bahagia, Saudara-saudara! Apakah karena tadi menyantap piscok alias pisang cokelat sehingga menyebabkan hormon dopamin, hormon penyebab rasa bahagia, menjadi meningkat kadarnya? Ah, yang jelas malam ini aku merasa menjadi orang paling bahagia di dunia!

Aku begitu bahagia mendengar nada-nada mengalun keluar dari stereo headphones-ku. Tipe-X dengan Kamu Nggak Sendirian, Eternal Flame-nya Bangles, The Lucky Laki dengan Bukan Superman-nya, Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm dengan Bertiga, Canon-nya Pachelbel yang dibawakan George Winston, More Than Words-nya Westlife, Kota Indah/Indah Kotaku yang dibawakan Kuburan Band, Carole King dengan It’s Too Late, hingga Yusuf Islam dengan The Wind-nya, semuanya kompak menelusuri telinga hingga sampai di otakku membawa rasa-rasa bahagia yang kemudian berkumpul di jantung. Rasa ini sungguh teramat menyenangkan, membuat jantungku berdegup kencang, bersemangat mengalirkan kebahagiaan ini ke seluruh sel di sekujur tubuh. Nikmatnya…

di bawah langit-Mu bersujud semua
memuji, memuja asma-Mu
dan bertasbih semua makhluk-Mu
tunduk, berharap cinta dan kasih-Mu

cahaya Ilahi hangatnya di hati
di langkah sejuta wajah
terbata penuh salah
jalani sang hidup
terluka, terhempas, berdosa

di bawah langit-Mu bersujud semua
memuji, memuja asma-Mu
dan bertasbih semua makhluk-Mu
tunduk, berharap cinta dan kasih-Mu

subhânallâh.. subhânallâh.. subhânallâh..

hitam putih jalan hidup
pahit getir warna dunia
tangis tawa rasa hati
terluka atau bahagia
resah bangga sementara
setiap duka tak abadi
semua wajah ‘kan diuji
pada Allâh kita ‘kan kembali

OPICK – DI BAWAH LANGIT-MU

Alhamdulillâh, sujud syukurku pada-Mu, yâ Allâh…

Berpikir positif, mungkin itu satu-satunya cara hidup bahagia di dunia ini.

Hanya ingin mencurahkan perasaan bahagiaku ini. Untuk saudara-saudariku: Masjoko, Sayanaia, Antho, Gugukecil, Masari, Irrr, dkk, kuucapkan “Selamat!”

… dan hentakan Bleed It Out-nya Linkin Park pun menyeruak…

yeah here we go for the hundredth time
hand grenade pins in every line
throw ‘em up and let something shine
going out of my fucking mind
filthy mouth, no excuse
find a new place to hang this noose
string me up from atop these roofs
knot it tight so I won’t get loose
truth is you can stop and stare
run myself out and no one cares
dug a trench out, laid down there
with a shovel up out to reach somewhere
yeah someone pour it in
make it a dirt dance floor again
say your prayers and stomp it out
when they bring that chorus in

I bleed it out, digging deeper just to throw it away
I bleed it out, digging deeper just to throw it away
I bleed it out, digging deeper just to throw it away
just to throw it away
just to throw it away

God is the Light

“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” [QS Fushshilat (41): 37]


YUSUF ISLAM
GOD IS THE LIGHT

how great the wonders of the heavens
and the timeless beauty of the night
how great, then how great the Creator?
and its stars like priceless jewels
far beyond the reach of kings
bow down for the shepherd guiding him home

but how many eyes are closed
to the wonder of this night?
like pearls, hidden, deep
beneath a dark stream of desires
but like dreams vanish with the call to prayer
and the dawn extinguishes night
here too are signs
God is the Light, God is the Light

how great the beauty of the Earth
and the creatures who dwell on her
how great, then how great the Creator?
as its mountains pierce the clouds
high about the lives of men
weeping rivers for thousands of years

but how many hearts are closed to the wonders of this sight?
like birds on (in?) a cage, asleep with closed wings
but as (like?) work stops with the call to prayer and the birds recite
here too are signs
God is the Light, God is the Light

how great the works of man and the things he makes
how great, then how great the Creator?
though he strives to reach the heavens
he can barely survive
the wars of the world he lives in

yet, how many times he’s tried, himself to immortalise?
like his parents before him in the Garden of Eden
but like the sun sets with the call to prayer
and surrenders to the night
here too are signs
God is the Light Everlasting
God is the Light Everlasting
God is the Light Everlasting
God is the Light Everlasting

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS An-Nuwr (24): 35]

Ternyata sudah lumayan lama juga aku tidak memosting. Maafkan, maafkan…

Say Yes To Budi Anduk! (rock)

Selamat malam, Saudara pendenger dimana pun berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih setia menyimak siaran radio kami, RADIO CEMANGAT. Masih tetap pada frekuensi 168.22.0.1 FM, kami akan senantiasa menghibur Anda sekalian dalam acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENT*T hingga tengah malam nanti.

Saudara-saudara pendengar, tampaknya situasi dan kondisi perpolitikan negeri ini telah tertular virus sinetron dan reality show. Setujukah Anda, Saudara pendengar? Para elite politik terus saja bermain tarik-ulur dan berubah-ubah karakter, persis seperti yang terjadi dalam dunia persinetronan Indonesia. Lobi-lobi politik pun tampak kacau seakan tanpa skenario, meski sebenarnya mereka bermain dengan skenario rahasia yang tidak ditampakkan kepada khalayak ramai. Hal ini persis seperti reality show yang saat ini sedang marak di negeri ini yang sebenarnya bukanlah sebuah reality show melainkan fake show!

Ada beberapa dari para elite ini yang menjadi playboy kabel yang seringkali berselingkuh dengan elite kubu lain. Ada pula yang menjadi mak comblang agar dua kubu elite memiliki satu pandangan untuk menjual memajukan bangsa. Umumnya kegiatan percomblangan ini mereka lakukan di sebuah rumah sehingga acara berlangsung seperti bedah rumah. Ada pula kegiatan tersebut mereka lakukan secara backstreet karena mungkin mereka paranoid dengan kejaran para kuli kertas.

Kadang percomblangan itu tidak berhasil dan kedua kubu elite pun berpisah. Namun tak berapa lama mereka CLBK alias rujuk. Memang, tak ada yang abadi dalam hal berkawan di bidang politik.

Kemudian mereka mencoba membuat rakyat termehek-mehek dengan iklan-iklan narsis mereka. Maukah para elite ini tukar nasib dengan para petani dan buruh yang diiklankan akan mereka perjuangkan? Saya rasa sih mereka hanya ingin menjadi Indonesian Idol agar bisa mendapatkan lebih banyak uang kaget.

Saudara-saudara pendengar yang berbahagia, sepertinya tingkah laku para elite ini semakin membuat pening rakyat jelalatan. Yah, daripada pusing-pusing memikirkan para elite yang sukanya berpusing haluan, alangkah baiknya kita simak bersama-sama sebuah tembang keroncong berikut ini…

SELENDANG SUTERA
(Gubahan Ismail Marzuki)

selendang sutera tanda mata darimu
telah kuterima sebulan yang lalu
selendang sutera mulai di saat itu
turut serentak di dalam baktiku

ketika lenganku terluka parah
selendang suteramu turut berjasa
selendang sutera kini pembalut luka
cabik semata tercapai tujuannya

TIADA HARI TANPA SEMANGAT!

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk
Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk!

Seharusnya itu yang benar Say NO to BudioNO, Say YES to SBYES, Say DUK to Budi AnDUK! Hwehe…

v(^_^)

 

VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT
VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT

 

Arjuna Mencarak Cinta

Dear Kirana,

Selamat pagi, my flower in the desert. Apa kabarmu hari ini? Semoga engkau senantiasa dalam keadaan terbaik-terbaik dan mendapatkan restoe boemi.

Kirana, kau adalah mistikus cinta bagiku. Kau laksana seorang dewi yang diberikan Tuhan untukku sebagai sebuah persembahan dari surga. Aku tak tahu apa jadinya aku tanpamu. Engkaulah separuh nafasku. Engkaulah bunga daisy-ku. Kamulah satu-satunya gadis yang mengisi satu hatiku yang kosong. Dan kau akan selalu ada di dalam sweetest place in my heart. I’m swear, Honey!

Ketahuilah Kirana, aku di sini untukmu. Aku milikmu. Dan aku tetaplah aku. Aku adalah manusia biasa yang mencoba menjadi selimut hatimu. Ketika malam ‘lah larut, sebelum kau terlelap dalam tidurmu, akulah yang akan membawakanmu 1000 bintang untuk menemanimu. Akulah yang akan menyanyikan lagu cinta pengiring tidurmu. Hingga tak hanya mimpi indah yang akan kau dapatkan. Di satu sisi kau juga akan mendapatkan cinta gila yang indah. Ini bukan nonsens, Kirana. Swear!

Tahukah kamu, Kirana? Saat ini aku sedang ingin bercinta denganmu. Aku ingin melepas kangen denganmu. Aku ingin mengungkapkan perasaanku tentang perasaanku kepadamu. Aku ingin membawakan sebuah kasidah cinta yang kubuat untukmu. Aku ingin…. Kirana, aku ingin melakukan segalanya untuk mendapatkan cintamu. Mahameru yang tinggi pun akan kudaki untukmu. Matahari bintang bulan pun akan kupetik dan kupersembahkan untukmu. (Jikalau Tuhan menghendaki.)

Oh, imagi cintamu membuat hidup ini indah, Kirana. Segala masalah kuhadapi dengan senyum karena kulihat bayang-bayang wajahmu di mataku selalu. Kau memang aspirasi putihku. Dan itu sudah bukan rahasia lagi, Kirana.

Hingga tiba-tiba orangtuamu menjodohkanmu dengan lelaki lain pilihan mereka. Lelaki bule yang pernah membuatku menjadi lelaki pencemburu karena mengucapkan “selamat ulang tahun” dengan cara yang tidak biasa kepadamu tempo hari itu. Sudah seperti orang Indonesia saja lagaknya dia waktu itu.

Meski kau telah meneriakkan “Cukup Siti Nurbaya!” kepada orangtuamu, namun aku tahu tabiat kedua orangtuamu yang keras itu. Mereka pasti takkan membiarkan cinta kita bersemi, Kirana.

Oh, Kirana. Aku merasa bagaikan menjadi seekor elang dengan sayap-sayap patah lalu tertiup angin yang berhembus dari selatan Jakarta. Terhempas jauh dan semakin jauh darimu.

Aku putuskan bahwa kita tidak sedang bercinta lagi, Kirana. Yah, sepertinya aku memang sudah terpengaruh oleh roman picisan cengeng yang kubeli sebulan yang lalu itu.

Atas nama cinta, aku rela melepaskanmu, Kirana. Akan kuformat masa depan hubungan kita berdua. Sebaiknya kau turuti saja keinginan orangtuamu. Semoga engkau bahagia menikah dengan si bule itu. Bahagiamu bahagiaku juga, Kirana.

Sejujurnya, berat rasanya kuutarakan hal ini kepadamu, Kirana. Dan sejujurnya pula, takkan pupus harapanku kepadamu. Aku ingin selalu menjadi juara sejati yang memenangkan hatimu. Still i’m sure we love again! Dan aku yakin bahwa cinta ‘kan membawamu kembali kepadaku. Someday.

Kirana, petuah bijak telah mengajarkan bahwa cinta adalah misteri dan hidup adalah perjuangan. Karena itu, Kirana, cintailah cinta. Bersabarlah, karena jalan kita masih panjang.

Janganlah bersedih, duhai sayangku Kirana. Hapuslah air matamu. Jangan pernah mencoba untuk bunuh diri, sayang. Yakinlah bahwa laskar cinta akan menyatukan kembali dua sejoli yang terpisahkan oleh keadaan ini. Berjanjilah Kirana, bahwa takkan ada cinta yang lain di hatimu. Satu lagi pintaku, Kirana: live on! Shine on wherever you are, Kirana!

NB.
Risalah hati ini hanya khusus kupersembahkan untukmu dengan perantaraan suara alam. Dan sebenarnya di akhir surat ini aku ingin menuliskan “kutunggu jandamu“, Kirana. Namun sayang, itu bukan judul lagunya Dewa 19 melainkan judul lagunya Irwansyah.

Pangeran Cintamu,

ttd

Arjuna

Ayo Goyang Duyu…

Project POP – Goyang Duyu

acak acak (8x)

jika hatimu terluka karena sesuatu
jika kamu cari cara ‘tuk obati dirimu
marilah kawanku marilah bersamaku
biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

cobalah dicoba
namanya goyang acak
goyang paling kocak
dan bisa bikin ngakak
plis jangan ditolak
ikutlah bergerak
tunggu musiknya
tunggu musiknya

ayo goyang duyu
bebaskanlah hatimu
ayo goyang duyu
simpan saja gengsimu

asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik asyik
angkat jempolnya asyik

acak acak (4x)

jika hatimu terluka dan membuatmu lesu
jika kamu cari cara ‘tuk obati dirimu
marilah kawanku bangkitkan semangatmu
biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

lupakan sedihmu, sakit hatimu
jangan siksa dirimu, tersenyumlah
hapuslah sesalmu, air matamu
hiburkan hatimu, goyang bersamaku

ayo goyang duyu
bebaskanlah hatimu
ayo goyang duyu
simpan saja gengsimu

ayo goyang duyu
uuuu.. uu..
ayo goyang duyu
uuuu.. uu..

baik tua dan yang muda
laki-laki perempuan
ayo semua janganlah ditahan

ayo goyang duyu
bebaskanlah hatimu
ayo goyang duyu
simpan saja gengsimu

ayo goyang duyu
uuuu.. uu..
ayo goyang duyu
uuuu.. uu..

asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik asyik
angkat jempolnya asyik
asyik…

Hwehe. Satu lagi lagu superkocak yang bikinngakak-dan-semangatmemuncak dari Project Pop. Empat jempol untuk kreativitas mereka!
v(^ ^)v

Di saat-saat terakhir menjelang pergantian tahun… Di saat-saat kesibukan merabung… Di saat-saat hari kerja untuk tahun ini tinggal tiga lagi… Di saat-saat tekanan dunia kerja semakin menjadi-jadi… Ayo goyaaaang duyuuu…! Hwahaha. Lagu inilah penghiburku. Lagu inilah penyemangatku.

Kadangkala karena terlalu lama berkutat di depan komputer seharian kita memang butuh bergoyang. Kadangkala karena terlalu sering mondar-mandir dari ruangan kantor yang satu ke ruangan yang lain kita sejenak harus bergoyang. Kadangkala karena terlalu pusing memikirkan pekerjaan yang diperintahkan si bos kita perlu sedikit bergoyang.

jika kerjaan menumpuk dan membuatmu lesu
jika kamu cari cara ‘tuk kuatkan dirimu
marilah kawanku bangkitkan semangatmu
biarkanlah laguku coba menghibur dirimu

lupakan kerjamu, juga bos-bosmu
jangan siksa dirimu, tersenyumlah
tundalah dulu, rehatlah dulu
hiburkan hatimu, goyang bersamaku

ayo goyang duyu
lupakanlah bos-bosmu
ayo goyang duyu
buang saja kerjamu

ayo goyang duyu
uuuu.. uu..
ayo goyang duyu
uuuu.. uu..

v(^_^)