Malam Semangat

Malam ini aku berkeringat sehat, Saudara. InsyaAllah.

Betapa tidak? Tadi lari-lari, takut terlambat. Hampir jatuh pula naik tangga. Tersandung anak tangga tadi. Untungnya ada orang lewat yang cepat tanggap menarik lenganku. Alhamdulillah.

Langit malam ini indah sekali, Saudara. Yah, meski tanpa terangnya cahaya rembulan apalagi purnama, langit tidaklah kelam menghitam. Banyak sekali tebaran awan putih tebal yang sedikit berkilau, menjadikan langit malam berwarna biru keunguan.

Sesekali terlihat kilatan petir di kejauhan. Tampaknya agak jauh dari sini sedang terdera hujan berpetir. Sementara bintang-bintang terlihat bertebaran; berkilau laksana ujung berlian. Menambah khidmat nuansa malam.

Jelaslah memang kalau malam ini bahagia menyelimuti jiwaku. Lanjutkan membaca “Malam Semangat”

Kupinang Engkau

Seharian ini aku terkena earworm lagu ini:

kupinang engkau dengan Al Quran
kokoh dan suci ikatan cinta
kutambatkan hati penuh marhamah
arungi bersama samudera dunia

jika terhempas di lautan duka
tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
jika berlayar di suka cita
ingatlah ‘tuk selalu syukur pada-Nya

.*.*.

hadapi gelombang ujian
sabarlah tegak tawakal
arungi samudera kehidupan
ingatlah syukur pada-Nya

jika terhempas di lautan duka
tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
jika berlayar di suka cita
ingatlah ‘tuk selalu syukur pada-Nya

GRADASI – KUPINANG ENGKAU DENGAN AL-QURAN

Entah mengapa lagu ini terngiang-ngiang di benakku. Stuck aja di dalam pikiran, gitu. Padahal sudah lama tidak mendengar lagu ini.

Inti lirik ini bukan terletak pada kata “kupinang” melainkan kata “sabar” dan “syukur”. Sepertinya sih begitu. Ya, begitu memang. Sepertinya aku diingatkan untuk bersabar. Bersabar, mengendalikan amarah, dan giat berusaha tanpa kenal lelah. Bersyukur juga. Jangan besar kepala, karena semua yang kuperoleh adalah berkat karunia-Nya.

Ya, terima kasih. Alhamdulillâh!

Adalah… (Kisah Hari-hari Ramadhan)

Adalah sebuah cara yang cukup mengasyikkan tatkala kita mengawali hari dengan bangun di pagi buta. Saat kita membuka kedua kelopak mata, saat itu pula lafadz Hamdalah terucap dari mulut kita. Kemudian kita menyapa sang pagi buta dengan wajah, tangan, kepala, kaki, dan juga hati yang sudah terbasuh bersih oleh sejuknya air pagi. Sujud demi sujud yang kita lakukan kemudian ditutup dengan linangan air mata pertaubatan. Hati semakin bersih dengan basuhan air mata di pagi buta yang indah ini.

Adalah sebuah cara yang sungguh memeriahkan hati jikalau kemudian kita menilik sejenak apa yang dilakukan masyarakat kita. Mengantre di warteg, kita saksikan mereka tampak bercakap-cakap dengan serunya. Kita perdengarkan beragam topik yang mereka bahas. Mulai dari sepak bola, gosip artis, partai politik, hingga permasalahan seputar puasa. Kita pun ikut terbawa suasana. Damai kita dirasa.

Adalah sebuah cara yang memang mengenakkan untuk bersantap sahur tatkala kita berucap Basmalah terlebih dulu. Bersyukur akan karunia Allâh SWT atas makanan yang terhidang bisa menjadi tambahan bumbu paling menyedapkan. Selagi menunggu datangnya waktu subuh, membaca Quran dengan tartil semakin mengenyangkan rohani kita.

Adalah sebuah cara yang teramat menyenangkan dalam menyambut sang fajar tatkala kita menjawab seruan adzan subuh. Setiap langkah kaki kita menuju masjid disertai dengan tasbih yang menghangatkan badan di subuh yang dingin ini. Setiap sujud yang kita lakukan adalah bukti ketaqwaan kita kepada Sang Penguasa Subuh. Salam kita kepada para jamaah merupakan wujud rasa cinta kita kepada-Nya.

PAGI YANG CERAH
by SNADA (liriknasyid.com)

Dengarlah
Kicau burung-burung bernyanyi
Menyambut mentari pagi
Indah dan berseri

Sebagai tanda
Puji pada Yangkuasa
Atas nikmat alam raya
Untuk kita semua

Syukurku
Penuh pasrah kupanjatkan
Doa penuh kuhaturkan
Hanya kepada-Mu Tuhan

Yâ Ilâhiy Rabbiy
Tuntun dan bimbinglah kami
Agar dapat menikmati
Indah alam ini

===

Sambutlah
Bulan yang suci mulia
Ramadhan yang penuh makna
Dalam hidup kita

Bulan suci
Ramadhan yang penuh arti
Kita bersama diuji
Membersihkan diri

Syukurku
Penuh pasrah kupanjatkan
Doa penuh kuhaturkan
Hanya kepada-Mu Tuhan

Yâ Ilâhiy Rabbiy
Terimalah amal kami
Pada bulan suci ini
‘Tuk kembali fitri

Dengarlah
Kicau burung bernyanyi
Menyambut sang mentari pagi
Menambah indahnya hari ini

Syukurku
Penuh pasrah kupanjatkan
Doa penuh kuhaturkan
Hanya kepada-Mu Tuhan

Yâ Ilâhiy Rabbiy
Tuntun dan bimbinglah kami
Agar dapat menikmati
Bulan suci ini

Adalah sebuah cara yang cukup mengasyikkan dalam mengawali pagi tatkala kita tersenyum riang menyapa sang mentari. Setiap derap langkah kaki kita merupakan pengejawantahan dari rasa syukur kita menjalani hidup. Dalam sanubari kita tersimpan semangat yang menyala-nyala dan tekad jihâd fî sabîlillâh yang tinggi. Allâhu Akbar!

p(^ ^)q

Sakit Hati? Bacalah Quran

TOMBO ATI

Tombo ati ono limo perkarané
Kaping pisan moco Quran sak maknané
Kaping pindo solat wengi lakonono
Kaping telu wong kang solèh kumpulono
Kaping kapat kudhu wetheng ingkang luwé
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwé
Salah sawijiné sopo biso ngelakoni
Mugo-mugo Gusti Allâh ngijabahi

Sudah banyak para ahli yang menyingkap keagungan dan keajaiban Quran. Ada yang menyelisik dari segi sastra dan tata bahasanya. Ada yang menelusuri banyaknya kandungan ilmu di dalamnya. Ada pula yang sampai menghubungkannya dengan angka-angka. Namun yang satu ini aku telah membuktikannya sendiri. Quranlah obat segala macam penyakit hati!

Semingguan ini aku merasakan futur yang teramat sangat. Semingguan ini batinku gelisah, jiwaku meronta-ronta. Semingguan ini sanubariku merasa kering dan hampa. //Ari Lasso: hampa terasa hidupku tanpa dirimu… (halah)// Semingguan ini aku cemas dan gundah. Semingguan ini pula aku “kehilangan” cahaya Quran. Biasanya sehabis Isya’ dan sebelum Subuh aku membuka mushafku. Semingguan ini tak sekalipun kubuka.

Bagaimana kugambarkan suasana batinku semingguan ini? Mungkin ia lebih parah dari perasaan seorang yang sedang jatuh cinta, cemburu, ataupun patah hati. Jauh lebih kacau-balau dari itu semua. //Sepertinya. Yah, ga tau juga sih.//

Penyebabnya? Kelelahan dan kesibukan. Kaki naik kepala turun. Sebuah jawaban yang klise. Jawaban yang terlalu membela diri itu, mah. Karena hilangnya sebagian jiwaku. Itu mungkin salah satu alasan utama. Keamanahan diriku menurun drastis. Banyak pula komitmen-komitmenku yang berhamburan. Beberapa teringkari, beberapa melenceng, beberapa tertunda. Amburadul; parah.

Di saat seperti ini kuteringat lagunya Opick berjudul “Obat Hati”:

OBAT HATI

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang soleh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Allâh Ta’âla mencukupi

Tadi malam segera kuraih dan kubuka mushafku. Kubaca dan kulantunkan ayat-ayat suci itu. Segera embusan kesejukan itu menyelusup pori-pori qalbu. Tak terasa hati ini menangis. Yâ muqollibal qulûb! Bagai seorang ibu menangis tatkala kembali bertemu dengan anaknya yang sudah berpuluh tahun tak menemuinya. Dan kecemasan serta kegundahan itu pun SIRNA! Alhamdulillâh….

RUMUS CANGGIH
Justice Voice

Dibolak-balik kok makin asik
Makin dibaca semakin menarik
Coba diresapi kok tambah asik
Sampai-sampai mata tak mau melirik

Orang bilang kalau baca Quran
Hati jadi tenteram hidup jadi ringan
Lalu kucoba dan terus kucoba
Eh ternyata benar syukur Alhamdulillâh

Orang bilang kalau baca Quran
Otak jadi cerdas pikir jadi tajam
Lalu kubaca dan terus kubaca
Selesai membaca aku nemu rumus canggih

Rumus tentang kehidupan
Rumus tentang peradaban
Rumus tentang kemanusiaan
Rumus tentang keimanan
Rumus tentang pernikahan
Rumus tentang kebahagiaan
Rumus tentang keadilan
Rumus tentang kebenaran
Semuanye ade di dalam al-Quran

Hai Mujahid Muda

Teruntuk saudara-saudaraku yang teramat kucintai karena Allâh.

Hai mujahid muda maju ke hadapan
Sibakkan penghalang satukan tujuan
Kibarkan panji Islam dalam satu barisan
Bersama berjuang kita junjung keadilan

Jangan bimbang ragu tetaplah melaju
Hapus bayang semu di lubuk hatimu
Bergerak ke depan bagai gelombang samudra
Lantakkan tirani runtuhkan angkara murka

Majulah wahai mujahid muda
Dalam satu cita tegak keadilan
Singkirkan batas satukan kata
Kebangkitan Islam telah datang

(Izzatul Islam – Hai Mujahid Muda)

(^_^)v

Perjuangan. Perjuangan itu apa sih? Perjuangan itu usaha yang penuh dengan kesukaran dan bahaya (KBBI). Jadi bukan berjuang itu namanya kalau tidak ada aral yang melintang dan onak-duri bertebaran.

Buat kalian para mujahid muda, jangan berhenti berjuang! Pantang menyerah! Pantang berpatah asa!

“Bukankah mujahid hanya beristirahat saat kakinya menapak surga?”

(^_^)v