Buku Bahasa dan Laporan Pajak

Topik Post a Day hari ini adalah:

What’s your hidden talent?

What is the skill or ability you have people are always surprised to learn you posses? What hidden talent do you wish you had?

Hidden talent? Wah, apa ya? Sepertinya saking hidden-nya sampai aku sendiri pun tak tahu. (doh)

===

Mari kita bahas masalah lain saja.

Sabtu kemarin lagi-lagi bangkrut. Gara-gara menunggu teman kelamaan, akhirnya aku tergoda membeli beberapa buku di TMbookstore Depok Town Square (Detos). [Temanku yang satu itu meskipun memiliki jam karet sebagaimana diriku, agaknya karet pada jamnya terbuat dari bahan berkualitas rendah.]

Adalah buku Bus, Bis, Bas: Berbagai Masalah Bahasa Indonesia: Catatan dan Pandangan Ajip Rosidi karya Ajip Rosidi dan buku Kasus Ajaib Bahasa Indonesia? Pemodernan Kosakata dan Politik Peristilahan terjemahan buku karya Jerome Samuel. Beruntunglah aku mendapatkan harga yang sangat murah untuk buku yang terakhir disebut. Lihat saja beberapa toko buku daring memasang harga 75 ribu rupiah diskon 15%, sedangkan yang kubeli itu seharga hanya 25 ribu rupiah! 😀

Bukunya Pak Ajip Rosidi itu benar-benar buku yang nyeleneh. Beliau tidak mau memakai ejaan sesuai EYD, melainkan ejaan sesukai beliau. Yang aku maksud adalah tentang huruf e yang dalam buku itu terdiri atas e (untuk e dalam kata “kelas”) dan é (untuk e dalam kata “bebek”). Lanjutkan membaca “Buku Bahasa dan Laporan Pajak”

SPT: Surat Pajak Tanah!

Ummiy: “Lagi ngapain?”

SiAnakNakal: “Hwehe…. Lagi mo mandi.”

Ummiy: “Eeeh, jam segini baru mau mandi? Emang ngapain aja tho Lé?”

SiAnakNakal: “Ya abis lembur, baru aja pulang.”

Ummiy: “Ya tapi mosok yo mandi jam delapan malem gini?”

SiAnakNakal: “Ya mo piyé menèh, Miy?”

Ummiy: “Udah, ndak usah mandi. Kalo mandi malem-malem nanti kamu bisa kena encok. Bisa…bla bla bla… /menjelaskan panjang-lebar-tinggi/”

SiAnakNakal: /Mendengarkan sambil buka baju/ “Inggih, nggih….”

Ummiy: “Oya, tadi ada surat buat kamu.”

SiAnakNakal: “Surat? Surat apaan? Dari mana, Miy?”

Ummiy: “Itu, Surat Pajak Tanah. Emang kamu wis dhuwé tanah, tho Lé?”

SiAnakNakal: “Pajak tanah?”

Ummiy: “Ato jangan-jangan kamu ndak pulang-pulang itu kamu di sana udah kawén ama anaknya juragan tanah, po?”

SiAnakNakal: “Yaelah, Miy. Ya enggak, lah. Ngapain pula aku kawén-nya ama anak juragan tanah. Mending kawén ama anaknya juragan roti , lah.”

Ummiy: “Lha terus kowé kapan muléhé?”

SiAnakNakal: “Ya nantilah, yèn mpun punya anak. Hwehe….”

Ummiy: /Teriak/ “Lééééééé!”

Hoho. Seorang ibu yang merindukan anaknya. Sampai-sampai berkata SPT adalah Surat Pajak Tanah, bukannya Surat PemberiTahuan. Hwehe…

v(^_^)