Metafora Sambal: Taubat as-Sambalu

Izinkanlah aku untuk sejenak bercerita, Saudara. Dalam rehatku bolak-balik ke toilet, Saudara.

Kalian tahu bukan kalau aku tidak tahan dengan makanan pedas? Sejak kecil, kalau menyantap makanan pedas, maka aku akan bereaksi begini: mulut megap-megap menggumamkan “huah huah” sambil lidah sedikit dijulur-julurkan, mata merem-melek-melotot, lalu kedua tangan menutup kedua telinga.

Karena menderita semacam itu, aku pun menolak makan makanan pedas. Tentunya dengan sedikit pengecualian. Sesungguhnya aku adalah pencinta sambal kacang. Maka segala makanan bersambal kacang, betapapun pedasnya, aku tak menolak. Lanjutkan membaca “Metafora Sambal: Taubat as-Sambalu”