Fakta Asyik OpenTTD #1

Masih ingatkah kalian dengan permainan yang membuatku kecanduan beberapa waktu lalu yaitu OpenTTD? Sekarang aku kecanduan permainan itu lagi. Dari “belajar kembali” mengenai bermain OpenTTD, aku menemukan beberapa fakta mengasyikkan seputar permainan ini. Berikut adalah salah satunya.

Terkadang pemerintah daerah di suatu kota tidak mengizinkan kita mendirikan terminal bus, stasiun kereta api, bandara, atau fasilitas lainnya. Hal ini bisa dikarenakan pemerintah kota tersebut memang terkenal galak, pelit, dan tidak permisif, atau bisa dikarenakan kita telah membuat marah si pemerintah kota dengan menghancurkan bangunan, dsb.

Untuk melunakkan hati si pemerintah kota ini sehingga menjadi lebih permisif dengan kita dan bermurah hati mengizinkan kita membangun prasarana perusahaan transportasi kita, caranya mudah sekali. Tanam saja sebanyak-banyaknya pohon di dalam dan sekitar kota tersebut. Niscaya dengan demikian pemerintahnya akan melunak hatinya. Bagaimana? Mengasyikkan, bukan?

Kecenderungan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa dari permainan komputer pun kita bisa mengambil pelajaran kehidupan. Yakni bahwa gerakan penghijauan dan penanaman pohon membawa banyak keuntungan bagi kita semua. Jadi, mulai sekarang tanamlah pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan sekitar. Semampunya saja, lah. Tak perlu langsung menanam pohon yang besar semacam cemara atau beringin, Saudara. Mulailah saja dengan menanam pohon taoge di pekarangan rumah. Bagaimana?

Ber-OpenTTD

Tahukah kalian? Saat ini aku sedang kecanduan memainkan OpenTTD.

Apakah itu OpenTTD? Yakni sebentuk pembuatan ulang secara sumber terbuka (open source) dari permainan Transport Tycoon Deluxe (TTD). Barangkali ada di antara kalian yang begitu membaca “tycoon” langsung teringat dengan permainan RollerCoaster Tycoon. Maka yang demikian adalah bukan kebetulan karena yang menciptakan kedua permainan tersebut adalah orang yang sama: Chris Sawyer.

OpenTTD adalah sejenis permainan komputer berupa simulasi transportasi perkotaan. Sebagai pemain, kita didaulat mengoperasikan sebuah perusahaan transportasi. Kita dapat membuat jaringan jalan raya, rel kereta api, membangun bandara, pelabuhan, terminal, pangkalan truk, dan landasan helikopter. Termasuk kita dapat pula membangun jembatan dan terowongan.

Tampilan Permainan OpenTTD - Peta
Tampilan Permainan OpenTTD – Peta

Tersebutlah pada tahun 1950 (atau sesuai pengaturan), kita mendirikan sebuah perusahaan transportasi. Pertama-tama perusahaan transportasi kita diberi pinjaman sejumlah uang oleh bank. Uang tersebut kita pergunakan antara lain untuk membuat sistem dan jaringan transportasi di sebuah negeri antah berantah. Agar perusahaan mendapatkan pemasukan, kita harus mengangkut penumpang dari satu kota ke kota yang lain atau mengangkut bahan baku industri dari daerah pertambangan/ pertanian ke pabrik atau instalasi lainnya. Demikian pula kita dapat mengangkut hasil industri tersebut ke kota. Lanjutkan membaca “Ber-OpenTTD”

Desperate Desperado

Jadi hari ini Seninkah?

Atas dasar komentar dari Ibu Enny di tulisan Terakhir Tak Selamanya kemarin itu, maka baiklah akan aku sebutkan apa-apa yang menarik pada hari-hariku hari ini.

Karena sudah desperado, eh, desperate, eh putus asa tidak bisa berburu mayat hidup (zombie) dalam permainan Plants vs Zombies (yang baru-baru ini kugemari) memakai komputer kantor (Mac) apalagi memainkannya secara daring di tautan ini, maka kuputuskan untuk menggunakan VirtualBox kemudian menginstal Windows 8 sehingga aku bisa bermain Plants vs Zombies. Menarik, bukan? \Bukaaaaaaaaaan~\

Plants vs Zombies di Windows 8 di VirtualBox di MacOSX
Plants vs Zombies di Windows 8 di VirtualBox di MacOSX

Nantilah saja cari yang versi Mac.

Kemudian kutemukan video ini. Lucu, meski sedikit konyol. Kemudian aku pun membayangkan bagaimana kehidupanku tanpa adanya tekstil. Bajuku bisa jadi dari anyaman tumbuhan menjalar, atau dari karet sintetis. Wah, pasti keren, tuh. Iya tidak, Saudara?

Sudah. Begitulah Seninku. Bagaimana dengan Seninmu?

Pikiran Penuh Membuat Si Dino Berlari

Rasa-rasanya pikiranku hari ini sudah penuh (dari kemarin). Untung saja hari ini tidak ada topik untuk Post a Day. Haha!

Masalah kerja di kantor, keluarga besar, masalah pesanan, masalah metodologi penelitian, masalah pertemanan, dan sebagainya, membuat beban di kepalaku terasa sangat berat dan penuh, serasa hampir meledak saja. Lantas bagaimana aku mengatasinya, menurunkan tekanannya, agar tidak stres dan menggila?

Salah satunya ya dengan mendengarkan lagu romantis seperti kemarin kuposting. Hwehe. Memainkan game juga dapat menyenangkan hati, sejenak menghilangkan perasaan ingin melarikan diri.

Permainan yang sekarang sedang kugandrungi adalah Dino Rush. Kupasangkan aplikasi permainan yang sangat seru ini pada iRhyme kesayanganku. Inti permainannya adalah membantu Dundy, atau karakter lain yang dapat diaktifkan dengan menyetorkan sejumlah keping emas, berlari sejauh-jauhnya.

Karena berlari itu melelahkan, maka agar dapat terus berlari si Dundy harus memakan sebanyak mungkin buah-buahan yang tersedia banyak di sepanjang perjalanan. Si Dundy harus berhati-hati dalam berlari karena terdapat banyak aral rintangan yang menghadang. Ada kaktus berduri, ada lumpur, ada bara panas, ada genangan lava, dan ada pula dinosaurus lain yang harus dihindari.

Betul sekali! Memainkan game ini dapat pula memuaskan hasrat rakusku dalam melahap setiap makanan. Hwehe. Sembari melepas stres, mari kita makan! Go Go Dundy! Dino Rush!

Dino Rush for iPhone and iPod Touch
Go Go Dundy! Dino Rush!

Update:

Eh, ternyata ada topik untuk Post a Day hari ini. Baru saja diposting. Begini bunyinya:

Write a haiku about something that drives you nuts.

Remember: 5, 7, 5.

Maka beginilah haiku-ku:

Pergi sarapan
Di kantin samping kantor
Ternyata habis

Layang-layang (updated)

Sekarang musim layang-layang, ya? Kok banyak kulihat di angkasa banyak beterbangan layang-layang merahkuninghijaubiruputihungujinggahitamabuabu. Waktu ke Bandung Ahad kemarin juga kulihat layang-layang beterbangan. Bak burung bulbul yang sedang mencari mangsa, kata kawanku. //Emang tau burung bulbul tu yang kek mana?? Yah, jadi teringat. Belum kulanjutkan cerita waktu aku kondangan ke Bandung itu, ya? Waduhaduh™, besok deh InsyâAllâh.//

Teringat masa-masa ‘ku muda dulu nih jadinya. //Sekarang juga masih muda. Hwehe.//

Waktu zaman dahulu kala, ketika diriku ini masih belia, aku seringkali berpanas-panasan di tanah lapang. Berjemur? O, tentu tidak. Dengan berbajukan kaos berkolorkan celana pendek dan bersandalkan jepit tanpa ingus di hidung, //halah bahasanya// aku melangkah pasti dengan menenteng kaleng bekas yang dililiti senar yang tersambung dengan layangan. Bersama kawan-kawan senasib seperjuangan, aku bermaksud menerbangkan layang-layang kesayangan yang kubeli di desa seberang. //Soalnya layangan buatan sendiri ga bisa terbang. Hoho.//

Kusiapkan layanganku, kutarik-tarik senarnya. Tapi oh tapi, layangan kawan-kawanku sukses terbang tinggi sementara layanganku selalu nyungsep ke sana ke mari. Tak gentar tak putus harapan, layanganku kusiapkan kembali. Kutarik senar kembali. Dan…ia pun nyungsep lagi. Buhuhu. Nasib oh nasib. Ternyata tak berbakat aku menerbangkan layangan. Karena itulah cita-citaku menjadi pilot kubatalkan. Kacian. //Sampai sekarang aku sama sekali belum pernah dengan sukses menerbangkan layang-layang, lho. Memalukannya diriku.//

Wah, jadi ingat lagu masa-masa SD ini:

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain, berlari
Bermain layang-layang
Bermain kubawa ke tanah lapang
Hati gembira dan riang

Benar kagak tuh liriknya? Judulnya apa, ya? Penciptanya siapa pula? Hoho. Kagak ngarti.

Lagu tentang layang-layang ada satu lagi yang kutahu. Lagunya Koes Plus:

Layang-layang yang kusayang
Layang-layang yang kusayang
Jauh tinggi sekali
Melayang-layang

Layang-layang benang panjang
Layang-layang benang panjang
Kutarik kencang sekali
Putus di tangan

Layang-layang
Layang-layang yang kusayang
Jauh tinggi melayang
Akhirnya jatuh di hutan

Benang panjang
Benang panjang ikut melayang
Hancur lebur berantakan
Karena datangnya hujan

Entah mengapa, kupikir lagu ini lucu. Ya lucu aja, liriknya tentang layang-layang, tapi alunan nadanya mellow. Yah, orang dewasa ngomong layang-layang begini jadi aneh. Hoho.