Bingkai Pikiran

Beginilah tajuk utama The Daily Post hari ini berbunyi:

The Daily Post - Frame of Mind
The Daily Post – Frame of Mind

Maka aku pun bisa menjawabnya begini:

Saat ini dari lukisan suasana hatiku adalah seperti lukisannya Salvador Dali yang berjudul La persistencia de la memoria.

The Persistence of Memory
The Persistence of Memory (Sumber: Wikipedia.org)

Akan tetapi bukan arloji melainkan rambut gondrong keritingku. Akan tetapi bukan dahan-ranting melainkan tiang jemuran baju. Kalian tahu apakah ini maknanya? Itu artinya aku merindukan rambut gondrong keritingku yang telah dipangkas dua hari lalu. T~T

Bacalah Pikiran dengan Baik dan Benar

Selamat Rabu pagi yang cerah, Saudara!

Pagi ini aku tidak berkeringat, karena tidak lagi berjalan kaki menuju kantor, melainkan menaiki angkot.
Pagi ini aku mendapat sebuah berita mengejutkan dari dashboard blog ini bahwa Song Hye Kyo sudah putus dengan Hyun Bin! (woot)

Topik Post a Day hari ini adalah:

If you could read minds for a day, would you?

Whose? What would you want to find out?

Aku menjadi teringat akan sebuah peribahasa “Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa yang tahu”. Tapi kali ini tidak berkaitan dengan hati, melainkan pikiran. Sebuah sistem yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hati (perasaan). Karena pikiranlah yang menggerakkan tangan dan kaki, pikiranlah yang memiliki daya dan kuasa, sedangkan hati (perasaan) hanya bisa sekadar merasa. Begitu, bukan? 😀

Hmmm…. Kalaulah memang bisa aku membaca pikiran selama sehari, pertama-tama aku ingin membaca pikiran Bapak Nurdin Halid yang terhormat. Aku penasaran dengan apa yang ada di dalam pikiran beliau, bagaimana strategi-strategi beliau untuk berkeras hati terus maju dalam bursa pemilihan ketua PSSI yang baru lagi.

Kemudian sebentar saja aku ingin membaca pikiran Yang Mulia Presiden SBY. Aku juga penasaran apakah di dalam pikiran beliau terdapat suatu rencana untuk memindahkan saja Istana Negara di Cikeas, Bogor.

Aku juga ingin sekali membaca pikiran Bapak Satpam penjaga sebuah kompleks perumahan yang seringkali kulewati tatkala aku berangkat berjalan kaki menuju kantor. Kira-kira Bapak Satpam berpikiran apa tentangku, ya? Apakah beliau berpikiran aku sudah beristri dan beranak? Apakah beliau tidak berpikiran bahwa aku berjalan kaki demi menguruskan badan?

Aku sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam pikiran anjing tetangga yang setia menggonggongiku dari balik pintu gerbang setiap kali aku melintas di depan hidungnya. Namun untuk membaca pikirannya melalui keahlian membaca pikiran yang cuma bisa kulakukan dalam sehari, rasanya akan sangat sulit. Karena yang kubutuhkan tidak sekadar membaca, melainkan juga menerjemahkan bahasa anjing menjadi bahasa Indonesia atau bahasa Jawa yang kumengerti.

Yang terakhir, aku ingin sekali membaca pikiran seorang gadis yang berkacamata. Kira-kira apa yang terlintas di dalam pikirannya ketika matanya menatap dari balik kacamatanya ke arah perutku yang sixpack di dalam ini? Apakah benar ia selalu mengagumi kemolekan perutku? Apakah benar ia ingin mencubitnya karena gemas?

Ah, entahlah. Segala yang kutuliskan ini merupakan sebuah pengandaian belaka. Karena WordPress selalu saja menyajikan topik yang sepertinya kecil kemungkinan untuk kualami kalau tidak boleh dibilang mustahil.

Sekali lagi, selamat Rabu, para ibu!