Kawan Masa Kini

Katanya, kawan itu sudah lama saling kenal.
Katanya, kawan itu sering berhubungan.
Lantas, apakah yang sudah lama saling kenal tetapi tidak lagi sering berhubungan?
Sebuah dilema masa kini: ketika perkawanan menjadi pudar lantaran perbedaan haluan dalam memilih layanan jejaring sosial.

Haha. Nasib ya nasib. Kalau ingin meneruskan perkawanan, apakah harus mengaktifkan semua layanan jejaring sosial? Dari Fa-cebok, Tuiter, Nge-pet, Lain, Wacap, Wecat, In-sakgram, Piber, Pelurek, Bebem, dan lain-lain, haruskah kita punya semua akunnya?

Ah, alangkah indahnya masa yang sudah lampau, yaitu masa ketika kawan hanya memiliki satu alamat pos, satu nomor telepon rumah, satu alamat pos-el, satu nomor SMS, satu profil ACS, dan satu muka.

Kawan gelak tiada,
Kawan menangis jarang bersua.

+-+-+
Berdasarkan maraknya permintaan, maka dengan ini kujelaskan bahwa dua baris terakhir di atas adalah plesetan sebuah peribahasa yang bunyi aslinya yaitu “Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua”. Adapun arti peribahasa asli tersebut adalah kira-kira seperti ini: kawan di saat senang banyak, kawan di saat sedih sedikit.

Balonku Bernyanyi

balonku ada lima..
rupa-rupa warnanya..
hijau pirus kelabu..
merah muda dan ungu..
meletus balon ungu, dor!
hatiku sangat galau..
balonku tinggal empat..
kuikat erat-erat..

.
.
.

NB.
Di sini dilarang berkomentar bahwa aku sedang gila, eh, sakit, lantas butuh istri untuk meruwat, eh, merawat.

Cahaya Purnama Tengah Malam

aku terjaga di toilet ketika cahaya purnama jatuh di wajahku dari genting kaca
akankah diare reda setelah sekian lama?
masih terbuka celana yang tadi tidak sempat kugantung
terjatuh di lantai; di tengah malam tadi ia nampak begitu sepi dan merana

.
.
.

NB.
malam kedua diare membelit perut,
melilit sakit begitu rupa seakan seisi perut
terikat kencang oleh laso koboi;
tiba-tiba aku teringat akan sajaknya SDD

Malam Acak

Mengaku.. bujangan.. kepada.. setiap wanita..
Ternyata.. sudah om-om tua..

Tak sengaja.. lewat.. depan rumahmu..
Kumelihat.. ada tenda biru..
Dihiasi.. bendera warna kuning..
Hati bertanya.. syapa meninggal dunya..

Malem minggu.. aye pergi.. ke bioskop..
Bergandengan.. ame koboi.. nonton pacar..
Beli karcis.. tahu-tahu.. kebanyakan..
Jage gengsi.. kepakse buka lapakan.. (dijual lagi)

Kukatakan dengan indah.. dengan terbuka..
Toplesku hampa.. sepertinya lupa.. menghampirinya..
Kau beri rasa yang berbeda.. mungkin kusalah.. mengisikannya.. yang kurasa nastar..

Dinda.. dimanakah kau berada..
Rindu aku ingin jumpa.. meski lewat janda..

Cicak-cicak di dinding.. diam-diam merayap..
Datang bayangan mantan.. Hap! Lalu diratap..

Mengudara: Bukan Cinta Berbalas

Hai sayang, jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan selalu menyanyikan lagu ini
Hingga nanti kau tidur berselimut mimpi

Jangan lupa esok kita punya janji
Semakin cepat kita tidur
Semakin cepat kita bertemu Dorami

Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci ketek-ketekmu
Jangan lupa doakan mama papa kita

Jangan takut akan gelap
Karena gelap melindungi diri kita
Dari Om Drakula

Selamat malam, Saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs. Masih mengudara di gelombang 303058 FM Radio Masibalita “Memainkan musik terbalik di Jakarta”, dalam acara yang pasti dinanti-nanti: “Bangbangtur, Tembang-tembang Pengantar Tidur”.

Bagaimana kabar pendengar di rumah? Semoga kabar Anda sekalian baik-baik saja.

Saudara pendengar, malam Jumat ini udara terasa dingin. Untuk itu, kami himbau agar jangan lupa menutup pintu dan jendela dan juga mengenakan baju hangat atau suwiter.

Baiklah, untuk mengusir angin agar kita semua tidak masuk angin, akan kami putarkan sebuah nomor manis dari Dewa 19 berikut ini. Pupus.

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang galau
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya ibu mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Tentu kau sudah pernah tahu

Cinta memang anugerah yang indah yang diberikan untuk manusia di dunia. Namun apa daya, cinta dapat pula menjadi prahara. Lanjutkan membaca “Mengudara: Bukan Cinta Berbalas”

Sayap Kanan vs Sayap Kiri

Sejatinya, apakah makna sebenarnya dari pembedaan istilah golongan sayap kanan dan sayap kiri, karena toh ternyata golongan sayap kiri ada juga yang antikomunis dan yang kanan ada yang antiliberal? Pembedaan yang tegas sangat diperlukan mengingat tuntutan dari para penggemar ayam yang bingung ketika harus menentukan pilihan di kedai-kedai ayam goreng, apakah memilih sayap kanan atau yang kiri.