Hawamangun Membakar Harddisk

Kalian tahu siapa berani membakar rambutku? Tak lain adalah teriknya Rawamangun siang ini. Bahkan dengan angin sepoi-sepoi ini penguapan atas cairan di atas kepalaku menjadi semakin cepat berlangsung.

Dalam pada itu, isi kepalaku sedang dalam keadaan kacau berantakan. Hal ini diakibatkan oleh hilangnya data dua tahun terakhir ini sebanyak 600 GB lebih. Bagaimana mungkin aku bisa seceroboh ini?

Halah, ngomong apaan sik?

Kejadian-kejadian semacam ini sudah sering kutakutkan sejak bertahun-tahun lalu. Komputer boleh rusak, tetapi kandungan di dalam harddisk tidak boleh ikut rusak apalagi lenyap. Menyesal adalah sebuah keterlambatan. Maka kata-kata mutiara “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” tidak berlaku dalam hal ini. Memang tak ada guna menangisi kepergian data ke alam matrix.

Jadi, Saudara, bagaimana akhir pekan kalian?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Analogi Manis

Dalam beberapa kasus, kekerasan dapat diperlunak dengan kelembutan. Akan tetapi dalam kasus-kasus khusus kekerasan dapat diperlunak hanya dengan kemanisan.

Apabila kekerasan hati atau kepala tidak dapat diluluhkan menggunakan kelembutan perasaan, itulah tanda bagi kita untuk menggunakan senjata alternatif yaitu kemanisan senyum dan sikap.

Kalian tak percaya dengan teoriku ini? Bagaimana bisa kalian tidak memercayainya padahal gigi-gigi kerasku telah dapat dilubangi oleh manis senyumnya dan gula-gula pemberiannya!?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Menunggu Nantian

“Kutunggu engkau di bawah pohon kemboja sana, nanti.”

Bisikannya kemarin malam terngiang terus seharian. Kerja aku pun tak tenang. Ingin rasanya hari segera beranjak petang. Tetapi sebaliknyalah justru terjadi.

Menanti adalah pekerjaan penyabar lagi bijak bestari. Aku bukan seorang penyabar, maka aku tak suka menanti. Kutengok ke belakang ke arah jam dinding. Jarumnya bergerak lamban sekali. Malah aku sempat berpikir apakah jarum itu berputarnya salah arah atau sesekali berhenti. Ketika kucocokkan dengan jarum arlojiku, ternyata keduanya selaras.

Jiwa pemberontakku mengharuskan aku tak mudah menerimanya. Maka kulirik empat digit angka pada layar monitorku di pojok kanan atas. Sama saja; angka-angkanya lama sekali tidak bertambah. Haruskah untuk menyingkat waktu aku pingsan saja tak sadarkan diri?

~〜~ Lanjutkan membaca “Menunggu Nantian”

Damayanti Berbicara

Sudahkah kalian membaca postingan Cukur Prihatin, yaitu postinganku tadi malam? Jikalau belum dan sedang malas membacanya, merasalah untuk nyaman karena Damayanti dapat membacakannya untuk kalian:

Damayanti adalah suara berbahasa Indonesia dalam fitur Text To Speech di sistem operasi Mac OS X \semenjak Lion kiranya\. Untuk mengaktifkannya, kalian para pengguna Mac harus mengunduhnya terlebih dahulu. Masuk saja di pengaturan Speech pada System Preferences. Pada tab Text to Speech di pilihan System Voice, pilih Customize. Dari situ, cari saja Damayanti.

Aku pun lantas bertanya-tanya, Saudara. Gerangan bilamanakah namanya adalah Damayanti? Siapa pula pemberi namanya? Damayanti adalah nama seorang tokoh pada cerita Mahabharata. Jadi nama itu tidaklah bernuansa Indonesia. Mengapa tidak menamakannya dengan Sari, misalnya? Atau Bunga, Melati, Rima, atau Putri barangkali? Nama-nama itu lebih bernuansa bahasa Indonesia, kan begitu?

Sekadar referensi mengenai text-to-speech, silakan membaca postingan Google Tukang Omong. Sekian.

Yang

Sejarah telah membuktikan bahwa perkembangan bahasa Indonesia tidak terlepas dari penggunaan kata “yang”. Bahkan penjelasan mengenai arti kata tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak bisa tidak menggunakan kata “yang”. Bagaimana ini bisa terjadi, Saudara? Ditambah lagi, sistem ejaan yang kita pakai sekarang juga disebut EJAAN “YANG” DISEMPURNAKAN. Kan begitu?

Tanpa menafikan ketergantungan kita akan kata “yang” dalam berbahasa, akan kumulai mengurangi penggunaannya dalam postingan-postingan di masa yang akan datang. Tidak adakah di antara kalian (yang) berkeberatan? Terima kasih.

Papan Optimus Maximus

Beberapa dari kalian barangkali sudah mengetahui bahwa aku menyukai benda-benda maupun perkakas teknologi yang unik dan tidak banyak diketahui orang. Berikut ini aku menemukan satu lagi benda yang dapat digolongkan ke dalamnya.

Adalah papan ketik bernama Optimus Maximus yang aku temukan dari sebuah situs toko daring yang eksklusif TouchOfModern (silakan daftar melewati tautan ini). Bagaimana rupa papan ketik ini hingga menarik minatku? Beginilah ia, Saudara:

Optimus Maximus keyboard
Optimus Maximus keyboard (www.artlebedev.com)
Optimus Maximus
Optimus Maximus (www.touchofmodern.com)

Jadi papan ketik ini, Saudara, adalah terdiri atas tombol-tombol sebagaimana lazimnya papan ketik untuk komputer biasa ditambah beberapa tombol yang dapat kita kustomisasi semau kita. Bahkan semua tombol-tombolnya dapat kita kustomisasi tak hanya fungsinya melainkan pula tampilannya. Bagaimana bisa? Lanjutkan membaca “Papan Optimus Maximus”

Ber-OpenTTD

Tahukah kalian? Saat ini aku sedang kecanduan memainkan OpenTTD.

Apakah itu OpenTTD? Yakni sebentuk pembuatan ulang secara sumber terbuka (open source) dari permainan Transport Tycoon Deluxe (TTD). Barangkali ada di antara kalian yang begitu membaca “tycoon” langsung teringat dengan permainan RollerCoaster Tycoon. Maka yang demikian adalah bukan kebetulan karena yang menciptakan kedua permainan tersebut adalah orang yang sama: Chris Sawyer.

OpenTTD adalah sejenis permainan komputer berupa simulasi transportasi perkotaan. Sebagai pemain, kita didaulat mengoperasikan sebuah perusahaan transportasi. Kita dapat membuat jaringan jalan raya, rel kereta api, membangun bandara, pelabuhan, terminal, pangkalan truk, dan landasan helikopter. Termasuk kita dapat pula membangun jembatan dan terowongan.

Tampilan Permainan OpenTTD - Peta
Tampilan Permainan OpenTTD – Peta

Tersebutlah pada tahun 1950 (atau sesuai pengaturan), kita mendirikan sebuah perusahaan transportasi. Pertama-tama perusahaan transportasi kita diberi pinjaman sejumlah uang oleh bank. Uang tersebut kita pergunakan antara lain untuk membuat sistem dan jaringan transportasi di sebuah negeri antah berantah. Agar perusahaan mendapatkan pemasukan, kita harus mengangkut penumpang dari satu kota ke kota yang lain atau mengangkut bahan baku industri dari daerah pertambangan/ pertanian ke pabrik atau instalasi lainnya. Demikian pula kita dapat mengangkut hasil industri tersebut ke kota. Lanjutkan membaca “Ber-OpenTTD”

Like & Reblog: Spam Gaya Baru?

Belakangan ini predikatku sebagai orang yang disayang Tuhan beberapa kali teruji, Saudara. Di antaranya adalah karena masuknya banyak pos-el (email) secara sekaligus akibat adanya notifikasi dari WordPress.com bahwa beberapa postinganku di blog ini ada yang menyukai (like) atau memosting ulang (reblog).

Misalnya baru saja masuk sebanyak 31 pos-el secara sekaligus ke dalam kotak masukku karena beberapa orang menyukai beberapa postinganku.

Postinganku banyak yang menyukai
Postinganku banyak yang menyukai

Karena aku mengaktifkan fitur notifikasi melalui pos-el, sudah barang tentu setiap ada orang yang menyukai maupun memosting ulang postinganku di blog ini pihak WordPress.com akan mengirimiku pos-el yang memberitahukan hal dimaksud. Lanjutkan membaca “Like & Reblog: Spam Gaya Baru?”