Rambut Doraemon

Dikarenakan banyaknya rikues alias permintaan untuk menampilkan foto rambut baruku yang sudah tidak Chrisye lagi, maka dengan malu-malu kucing bangga kupersembahkan foto berikut ini:

Farijsvanjava dan Kantong Doraemon
Farijsvanjava dan Kantong Doraemon

Bagaimana, Saudara? Semakin ganteng, bukan? 😀 Jadilah aku sekarang tidak perlu sisiran lagi. Hwehe.

Siang ini aku dikejutkan akan sebuah amplop cokelat besar di atas meja kerjaku. Tentu saja aku senang tak terkira, karena aku mendapatkan tambahan koleksi berupa dua prangko berikut ini:

View this post on Instagram

Tambah koleksi #prangko #stamp

A post shared by Feriska Drajat (@farijsvanjava) on

Isi amplop tersebut tak lain tak bukan ialah tas kecil berbentuk Doraemon sebagaimana kutunjukkan dalam foto paling atas. Bagus sekali, bukan? Jadi di depannya berbentuk serupa perut Doraemon yang berkantong \kantongnya beneran kantong loh ya\ sementara di bagian belakang bergambar kepala Doraemon yang lucu.

Kepada pengirimnya, aku ucapkan terima kasih banyak. Semoga Tuhan membalas amal kebaikanmu. Dan tidak kekanak-kanakan kok mengirim barang semacam ini. Apapun barang pemberian, terlebih bertema Doraemon, tidaklah terlalu kekanak-kanakan dan akan kuterima dengan hati riang.

Halusinasi Prangko

Kalian tahu apa yang menyenangkan ketika sedang sakit flu? Seperti yang pernah kusebutkan dalam postingan Sekseh beberapa waktu yang lalu, jawabannya adalah halusinasi.

Tentu saja yang sering kualami adalah halusinasi indera penglihatan. Ketika sedang berbaring dalam rangka menangkal derita akibat suhu badan yang tinggi (akibat sakit flu yang bersangkutan), seringkali aku melihat suatu penampakan. Kadang kala berupa seorang gadis yang sedang meringis, kadang kala berupa kereta kuda yang melaju kencang, kadang kala pula berupa purnama meringis, eh, purnama merona. \Kan ada pula ungkapan “purnama kesiangan”?\

Pada kesempatan sakit flu kali ini, yang sering kupunyai adalah halusinasi indera pendengaran. Pada saat membuang hajat, sering kudengar secara halusinasi suara kucing-kucing sedang merayu minta makan. Kan kalian tahu maksudku? Tidak ada itu kucing-kucing di sekitar tempatku membuang hajat; sudah aku periksa ulang dengan menanyakannya kepada tetangga.

Ketika sedang kuketik postingan ini pun, telingaku seolah-olah sedang menangkap getaran suara pedang terayun. Beberapa kali aku tengok ponsel ‘smart’-ku, mana tahu itu adalah raungannya yang menandakan suatu pesan atau surat telah sampai kepadanya. Ternyata hal itu \atau ini?\ hanyalah halusinasi. Lanjutkan membaca “Halusinasi Prangko” →