Cuaca Hari Ini

Entahlah ini topik untuk hari ini atau kemarin:

Topic #225:

If you controlled the weather, what would it be like outside today?

Andai aku memiliki alat ajaib dari Doraemon yang satu itu, Mesin Pengubah Cuaca namanya kalau tidak salah, akan bisa kuatur cuaca Rawamangun sekehendak hati. Ah, seharusnya kusebut alat “canggih”.

Aku ingin hari ini berawan sehingga siang tidak akan terik dan mencegah matahari membakar kulit. Tapi bukan berarti mendung, apalagi turun salju. Aku ingin bertiup pula angin sepoi-sepoi namun tidak mengantukkan.

Sore hari setelah asar kuatur agar hujan turun sebentar, agar dapat kusaksikan terbenamnya surya di tengah lengkungan pelangi. Oh, tidak adakah sesuatu yang lebih syahdu dibandingkan pelangi menjelang senja?

Malam harinya kuatur agar langit bersih dari segala awan hingga kita dapat menikmati kerlip bintang-bintang yang memastikan tidak ada yang tersesat di antara kita. Tentu saja dengan demikian akan terpampang dengan jelas bulan serupa kantong Doraemon di kekelaman malam.

Akhirulkalam, Allah SWT-lah Yang Kuasa, menjadikan hujan membagikan berkah kepada bumi dan terik matahari memberikan tenaga ke segenap penghuninya.

Selamat bangun dan bersantap sahur. 😀

Obrolan Pekan Ini: Ramadan Bulan Penuh Ampunan

Sebuah angkot melaju dengan kencang di sebuah tikungan yang cukup ramai.

Penumpang Angkot: “Bang, Bang, ada yang mau naik, tuh.”

Begitulah, supir angkot pun menghentikan laju angkotnya.

Dari arah belakang seorang perempuan paruh baya tergopoh-gopoh menghampiri angkot, lantas naik ke dalamnya sembari mengomel.

Perempuan Paruh Baya: “Ih, Abang gimana sik? Tadi kan udah bilang ikut.”

Supir angkot pun menyambuti perkataan seorang perempuan paruh baya yang kini menjadi penumpangnya tersebut dengan santai sembari melajukan angkot kembali.

Supir Angkot: “Saya gak denger tadi, Bu. Ya maap.”

Perempuan Paruh Baya: “Eh, gimana sik si Abang? Capek nih jadinya. bla bla bla…

Supir Angkot: “Iya, khilaf saya, Bu. Maap. :D”

Perempuan Paruh Baya: “Oh, jadi khilaf ya? Iya deh, bulan puasa… Dimaapin deh.”

Apakah ini berarti kalau bulan sedang tidak puasa, perempuan paruh baya tersebut tidak akan memaafkan?

Puasa Biasa

Puasa tahun ini sepertinya akan melakukan segala hal yang biasa. Tanpa target yang muluk-muluk, tanpa makanan yang bertumpuk-tumpuk.

Memang aku tidak terbiasa berbuka dengan makanan pembuka sebagaimana kebanyakan orang. Cukup teh manis panas, tak perlu kolak, es buah, atapun bidadari.

Sahur pun makan dan minum sedikit. Dulu waktu masih kecil ketika sahur aku minum banyak-banyak. Alasannya agar tidak kehausan ketika terik-terik siang di sekolah. Haha. Memang konyol kupikir-pikir, padahal aku tidak punya punuk, kan? 😀

Oh iya. Waktu sahur yang terpenting adalah kurma. Tidak afdal rasanya sahur tanpa mengunyah kurma.

Sekian.

Sambil mendengarkan sandiwara radio. Ah, jadi kangen Kartina Si Gadis Desa.

Puasa Oh Pusara

Bagaimana hari ketiga ini, Saudara? Masih kuat?

Terkena penyakit awal-awal puasa, nih. Antara lain sering mengantuk, kerongkongan gatal dan panas, bibir pecah-pecah. Kira-kira bagaimana ya mengatasinya?

Mengatasi kantuk, bagaimana, Saudara? Tentu saja obat kantuk yang paling mujarab adalah tidur. Tapi tidak boleh tidur melulu, kan? Cukuplah tidur setelah tarawih sampai tiba waktu sahur.

Sesudah subuh diusahakan jangan tidur lagi. Karena berdasarkan pengalamanku, tidur setelah subuh semacam itu seringnya mengalami mimpi yang aneh. Lantas ketika bangun, kepala menjadi pening. Keadaannya sama seperti ketika tidur setelah asar sebelum magrib. Mengapa, ya?

Kerongkongan panas, bibir pecah-pecah, apakah itu memang akibat kurang vitamin C? Apakah ini gejala panas dalam? Lantas panas dalam itu sendiri sejenis penyakit apa? Duh, siang ini pertanyaan-pertanyaan semacam ini bermunculan di kepalaku. Makin pening jadinya.

Semoga ini hanyalah hambatan-hambatan pada awal bulan Ramadan. Pekan depan pasti sudah terbiasa dan badan kembali segar dan bugar.

Kalau sudah begitu, tinggal godaan-godaan akhir bulan Ramadan yang menanti kita. (doh)

Semangat! 😀

Selamat Berpuasa

Satu Ramadan, Empatbelas Tigapuluh. Puasa wajib perdana dimulai. Alhamdulillâh, kita semua masih diberikan paru-paru sehat untuk mengolah napas. Alhamdulillâh, sahur perdana telah pun dilaksanakan.

Kini saatnya kita melatih kesabaran. Berlatih, berlatih, kembali berlatih. Tiada jemu kita berlatih. Semua demi satu tujuan: menjadi manusia yang lebih baik dari masa ke masa.

mangan kupat
sayur santen
menawi lepat
nyuwun ‘ngapunten

Farijsvanjava mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Semoga lancar, penuh barakah. Amin.

Karena puasalah yang membuat hidup kita lebih hidup!

Sungguhpun Jakarta Panas, Namun Demikian…

//Halah, judul yang aneh….//

Jakarta is extremely hot today! Hot! Hot markohot! Apalagi akhir pekan kemarin. Sungguh terasa puanasnya. Membuat balok-balok es keimanan pun nyaris meleleh. Buhuhu….

Farijs punya cerita. Farijs punya curhatan. Ialah begini, Saudara-saudara. //Halah, apa pula ini?//

Sepertinya tingkatan puasaku tahun ini balik kembali kepada tingkatan puasa beberapa tahun silam ketika aku masih kanak-kanak. Ya, tingkatan puasa anak-anak yang masih hanya menahan lapar dan dahaga. Sebuah kemunduran besar mengingat lamanya pengamalan dan pengalamanku dalam hal berpuasa. Sungguh tragis, Saudara-saudara. Hampir aku tak bisa menahan diri tatkala kutengok para penjaja makanan di tepi jalan. Hampir tak bisa kutahan ludah ini tertelan ketika kulihat iklan minuman segar di tivi. Hampir. Hampir hilang kesadaranku. Hampir kubuka botol minuman di kulkas itu. Nyaris…!

T-T

Dibalik kemunduran itu, ternyata Allâh tampakkan pula kemajuan-kemajuan pada diriku. Dalam puasaku, semangatku semakin meningkat. Gairah kerjaku meninggi. Amarahku semakin bisa terkendali. Suaraku semakin dapat kutahan untuk hanya keluar saat dibutuhkan //tapi sepertinya masih perlu banyak belajar untuk urusan yang satu ini//. Hasratku untuk berbuat kejahilan semakin berkurang. Alhamdulillâh…. Semoga kemajuan-kemajuan ini dapat terus kupertahankan dan kutingkatkan, Yâ Allâh!

Tapi aku tak habis pikir, Saudara-saudara. Entah mengapa, seiring dengan semakin bertumbuh dan berkembangnya badanku //berkembang aja, kaleee…secara tumbuh itu ke atas, bukan ke samping…// hasrat kebinatanganku semakin besar. Hasrat ngemil, hasrat ngunyah, hasrat memamah biak, hasrat minumku semakin bertambah. Apakah ini efek samping dari memelihara seonggok lemak? Adakah cara-cara untuk mengatasinya, Saudara-saudara?

Sungguhpun Jakarta panas, namun demikian puasa harus tetap jalan.

Semangat!

(^_^)v

Mari Raih Manfaat Puasa

Menindaklanjuti postingan sebelumnya

Begini, Saudara-saudara. Mengapa manusia perlu berpuasa? Karena manusia adalah makhluk bumi dan makhluk bumi berpuasa. Misalnya:

  • Pohon berpuasa dengan menggugurkan daun
  • Rumput dan biji berhenti tumbuh (dorman)
  • Beruang berpuasa (hibernasi) selama musim dingin
  • Kelelawar, tikus, landak, woodchuck, katak, kadal air, kadal, ular, siput, lalat, tawon, lebah, serangga, beruang, buaya, juga berpuasa di musim dingin
  • Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas
  • Ular, aardvark, lemur, serangga, bekicot, katak, lungfish, kepiting, siput, capung, juga berpuasa di musim panas
  • Ikan Paus dan burung berpuasa saat bermigrasi ke tempat yang jauh
  • Ikan salmon, penguin, angsa, sea bull, anjing laut, singa laut, ulat bulu, berpuasa di saat musim kawin
  • Dalam metamorfosis, kupu-kupu berpuasa selama tahap kepompong
  • Laba-laba dan anak ayam berpuasa dimasa awal kelahirannya di dunia
  • Ular berpuasa setelah makan besar //sehingga badannya menjadi semakin besar//
  • Anjing berpuasa beberapa minggu ketika marah atau sedih ditinggal mati majikannya
  • Iguana berpuasa ratusan hari ketika tertangkap
  • Gajah dan anjing berpuasa ketika menderita luka dalam
  • Kuda, kucing, anjing, sapi, berpuasa ketika terserang penyakit, hingga mereka sembuh

Kemudian, untuk apa makhluk bumi berpuasa? Berikut ini kira-kira alasannya:

  • Melakukan efektifitas dan efisiensi kegiatan karena kelangkaan sumber makanan (pohon, beruang, buaya)
  • Berjihad menuju tempat yang tersedia sumber makanan (ikan paus, burung)
  • Meningkatkan kualitas sperma dan sel telur untuk menghasilkan generasi yang sehat (penguin, salmon)
  • Fokus dan konsentrasi pada suatu jenis proses (kepompong)
  • Menyempurnakan proses adaptasi terhadap dunia baru (anak ayam, laba-laba)
  • Mencerna makanan secara sehat (ular)
  • Mengendalikan emosi (anjing)
  • Protes untuk hidup layak (iguana)
  • Menyembuhkan penyakit (gajah, kucing, sapi)

Dan lalu, bagaimana puasa dapat memberi manfaat ini? Jawabannya adalah karena setiap makhluk hidup, termasuk manusia, dibekali program autolisis atau self digest, yaitu mendapatkan energi yang berasal dari dalam tubuhnya sendiri, melalui ‘pembakaran’sel-sel tubuh yang dikenali sebagai sumber makanan. Makhluk hidup akan berpuasa sesuai perintah “naluri”-nya, dan selama berpuasa program autolisis ini akan aktif.

Ketika autolisis ini aktif, ia akan mengambil database mengenai rancangan dasar (FITRAH) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 triliun sel yang menyusun tubuh manusia, yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Nah, dengan berbekal data inilah kemudian apabila dijumpai sel-sel yang tidak terdapat dalam database //fitrah itu tadi// maka program autolisis akan mengubah asam amino dan laktat menjadi gula. Habislah seluruh sel-sel liar itu. Sesudah semuanya habis, target selanjutnya adalah timbunan lemak. Program autolisis kemudian membakar lemak-lemak menjadi ketone. Dengan demikian program autolisis ini rupanya menghilangkan sel-sel rusak, sel-sel mati, benjolan hingga tumor, dan timbunan lemak yang juga sering menjadi sarang zat-zat beracun.

Tak hanya itu, ketika berpuasa sistem pencernaan kita kan beristirahat. Dengan demikian hati kita tidak disibukkan oleh makanan hasil serapan dari usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring racun-racun hasil autolisis tadi, yang kemudian racun-racun tersebut akan dibuang keluar tubuh. Lalu darah kita akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi //karena sudah tidak ada lagi racun-racun//. Menjamin penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru terjadi dengan kualitas prima. Tubuh kita segera memiliki sel-sel baru dengan kualitas fitrah, sehat, dan berfungsi baik.

Ketika kita berpuasa, energi yang dihemat dari istirahatnya sistem pencernaan tadi akan digunakan untuk aktivitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak. Dengan puasa, penyakit lebih mudah disembuhkan. Dengan puasa, kita lebih mudah dalam menerima pelajaran maupun saat berpikir. Begitu, Saudara-saudara.

Jadi, apa yang dapat kita simpulkan, Saudara-saudara? Yaitu bahwa manfaat Puasa bagi manusia di antaranya adalah:

  • Efektivitas pengelolaan energi;
  • Menghancurkan sel-sel yang tidak dibutuhkan;
  • Membuang endapan racun dalam tubuh;
  • Menyembuhkan penyakit;
  • Meningkatkan kemampuan belajar;
  • Kembali FITRAH.

(InsyâAllâh berlanjut)

Disarikan dari file presentasi karangan Pak Rajendra Kartawiria dari Quranic Quotient Centre (QCC)

Tulisan terkait: