Buah Jeruk Buah Delima

Setelah kudalami bidang perpulpenan, ternyata tidak banyak pulpen tersedia di tanah air. Di Gramedia Matraman saja, hanya ada Montblanc, Cross, Parker, Sheaffer, dan Faber-Castell. Rotring ada, tetapi pulpen kaligrafi saja.

Barangkali...
Buah jeruk buah delima. Tulisan buruk jangan dihina.

Di luar sana, ternyata banyak pulpen beraneka rupa dan beragam rasa. Dari rasa jambu biji hingga stroberi. Dari pisang hingga durian. Sementara di sini? Diejeknya aku pakai pulpen. (doh)

Pena Lama Ditemukan

Akhirnya aku menemukan pena lamaku.

Kalian tahu ia ada di mana? Ternyata ia bersembunyi di laci meja kantor. Aku bilang pernah punya pena murah dengan kondisi patah di sambungan dan batangnya, kan? Nah, ternyata tidak patah melainkan longgar di sambungannya itu, Saudara.

Awan mendung tidak jadi datang sore ini karena ada banyak hal bisa kuceritakan mengenai ini pena. Ujung penanya tajam, sama sekali tidak lembut kalau digunakan untuk menulis. Maka jangan sekali-kali berpikiran menggunakan ujung penanya untuk kerokan. Terukir tulisan semacam Sailor dan F-8. Sailor si pembuat pena itu? Tetapi tanpa logo jangkar. Aneh, bukan? F barangkali untuk tiFis. Lanjutkan membaca “Pena Lama Ditemukan”