HUT RI Ke-63

Tujuh belas Agustus tahun Empat Lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer-de-ka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Assalâmu’alaykum, selamat siang, para pendengar yang berbahagia. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs van Java. Masih di gelombang 100.20.2.1 FM, Radio PEDANSA, Penjaga Kedaulatan Bangsa, dalam acara kesayangan kita semua: NOSTALGILA.

Sebuah lagu telah kami dendangkan untuk Anda para pendengar setia Radio PEDANSA. Lagu yang semarak di hari kemerdekaan negara kita ini. HARI MERDEKA, judul lagu gubahan H. Mutahar tadi. Cocok sekali dengan nuansa siang yang cukup terik namun hikmat ini, saudara-saudara.

Bagaimana, saudara-saudara? Apakah lagu tadi mempertajam rasa nasionalisme Anda? Perbesarlah rasa cinta tanah air Anda kepada bangsa dan negara ini. Karena dengan kita mencintai negara, negara akan balik mencintai Anda. Hwehe. Agaknya semboyan ini tidaklah pantas buat para koruptor yang masih merajalela di negeri ini. Bukan begitu, saudara-saudara? Hoho.

17-an di Pekalongan terasa begitu indah, saudara-saudara. Suasana begitu hikmat, begitu semarak. Dari tadi pagi, setelah anak-anak sekolah dan para pegawai negeri melaksanakan upacara bendera, dimulailah beragam acara perlombaan di kampung-kampung. Ada lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba gigit koin, lomba balap karung, lomba balap becak, lomba bulu tangkis, lomba dayung sampan, dan beranekaragam perlombaan lainnya hingga puncaknya adalah lomba panjat pinang nanti sore.

Tadi malam juga di beberapa daerah di Pekalongan ada semacam pasar jajan gratis. Ini mah kesukaan penyiar kesayangan Anda ini, saudara-saudara. Hwehe. Di setiap rumah dijajakan dihidangkan beranekaragam makanan untuk dibagikan secara gratis kepada para pengunjung.

Nanti malam giliran beberapa daerah lain di Pekalongan yang mengadakan pasar jajan gratis tersebut. Welehweleh™…. Ramai dan meriah sekali pokoknya, saudara-saudara. Di pinggir-pinggir jalan diadakan beranekaragam permainan berhadiah. Misalnya permainan memancing ikan dari gabus, memasukkan bola basket ke keranjang, melempar panah, karaoke!, memasukkan bola ke dalam gawang, dan lain sebagainya.

Nah, saudara-saudara pendengar sekalian. Di hari yang berbahagia ini marilah kita merayakan kemerdekaan negara kita tercinta. Kita patut bersyukur karena sudah 63 tahun lamanya bangsa Indonesia terlepas dari kolonialisme. Ya, meski sampai sekarang bangsa ini masih dijajah oleh kemiskinan dan kebodohan.

Bersyukurlah, karena bangsa ini sudah berdaulat, bisa mengatur negaranya sendiri tanpa campur tangan bangsa lain. Ya tentunya terlepas dari masih adanya beberapa oknum tak bertanggung jawab yang tega menjual kedaulatan bangsanya sendiri ini. Berdoalah saudara, agar kemerdekaan ini tidak tergadaikan sampai kapan pun!

Saudara pendengar, karena hari sudah beranjak siang, kita cukupkan saja acara NOSTALGILA kali ini. Penyiar dan para kru Radio PEDANSA akan ikut memeriahkan perayaan HUT RI ke-63 ini dengan mengadakan beragam lomba. Nah, pabila ada dari saudara-saudara sekalian yang hendak bergabung bersama kami, segeralah mendaftar melalui kolom komentar di bawah ini. Atau langsung saja datang ke studio kami di Jl. Jalanke Malioboro No. 76.

Akhir kata, terima kasih atas partisipasi Anda. Dirgahayu Indonesia! Merdeka!!

GENDUT vs PUASA

Assalâmu’alaykum, selamat sore, saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs van Java, dalam acara SIK-ASIK CANG-CANG, Musik Asyik Bincang-Bincang. Masih dalam gelombang 100.20.2.1 FM, Radio PEDANSA, Penjaga Kedaulatan Bangsa, sore ini kita akan memperbincangkan sebuah tema yang sangat menarik: “Puasa dan Kegemukan.”

Saudara pendengar yang berbahagia, sebagaimana kita ketahui bersama sebentar lagi kita akan memasuki bulan penuh hikmah, yaitu bulan Ramadhan. Ya, meski masih terjadi polemik di negeri ini mengenai penentuan awal bulan Ramadhan, namun yang pasti awal Ramadhan, hari pertama kita melaksanakan puasa, sudah tentu dan tidak dapat digugat adalah pada tanggal 1 Ramadhan. Entah mengapa para tokoh negeri kita ini setiap tahun selalu berdebat mengenai awal puasa padahal sudah jelas dan pasti bahwa awal puasa adalah pada tanggal 1 Ramadhan.

Yah, kita hindari saja polemik tersebut. Mari kita simak bersama sebuah lagu asyik yang sepertinya cocok dan sesuai untuk tema perbincangan pada sore hari yang mendung ini. Sebuah lagu dari Project Pop dari albumnya Six-A-Six berikut ini kiranya akan membuat kita merenung akan hakikat menjaga kebugaran tubuh. Dan puasa Ramadhan agaknya bisa kita jadikan media atau pun sarana bagi kita untuk itu. Tanpa perlu berpanjang-lebar, langsung saja kita dengarkan bersama senandung berikut ini….

KOG KAMU…
Project Pop

Kau lihat saja nanti…hasilnya
Badanku akan jadi…kerennya
Kau buatku sakit…hatinya
Ketika kau bilang…

Kok kamu gendut

Jika bukan kamu…yang ngomong
Hanya ‘kan kuanggap…tong kosong
Sayangnya itu kamu…yang ngomong
Hatiku jadi panas…dan gosong

Ku akan rajin lari pagi
Teringat kau bilang

Kok kamu gendut

Ku akan rajin fitnes lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu gendut…gendut
Kamu gendut, kamu gendut

Kegendutan memang terkadang membuat kita jengah dan jengkel. Karena itu, terutama bagi saudara-saudara yang gendut, sangat dianjurkan untuk mengurangi kegendutannya. Selain membuat kita jengah dan jengkel, kegendutan dapat meningkatkan potensi serangan jantung. Nah, mulai sekarang cobalah melakukan usaha-usaha mengurangi kegendutan tersebut seperti melakukan lari pagi, fitnes, dsb, seperti yang dituturkan oleh Project Pop tadi. Baiklah, mari kita lanjutkan senandung tadi. Bagi saudara-saudara yang dilanda ataupun yang sedang akan dilanda kegendutan, simak sambungan lagu berikut dengan baik….

Kau lihat saja nanti…hasilnya
Perutku akan jadi…kotak-kotak
Kau buatku sakit…hatinya
Ketika kau bilang…

Kok kamu bulet

Ku akan rajin senam pagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bulet

Ku akan rajin diet lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bulet

Ku akan rajin joged lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bunder

Ku akan angkat besi lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bunder…bunder…bunder
Kamu bunder

Ku akan rajin nyawer lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu tembem

Ku akan poco-poco lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu buncit

Ku akan rajin disko lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu…dinosaurus

Ku akan rajin sumo lagi
Teringat kau bilang

Dinosaurus, urus, urus
Urusin tuh perutnya

Dari senandung tadi dapat kita ketahui beragam cara untuk bisa mengatasi kegendutan. Senam, diet, joged, angkat besi, poco-poco, sumo, adalah beberapa aktivitas yang diusulkan Project Pop untuk mengatasi kegendutan, kebuletan, kebunderan, ketembeman, kebuncitan, dan segala macamnya. Namun saudara-saudara pendengar sekalian, Farijs Manijs van Java mengusulkan sebuah aktivitas yang multifungsi untuk mengatasi beragam masalah tersebut.

Adalah puasa Ramadhan yang wajib kita lakukan beberapa minggu mendatang. Tentunya ini khusus bagi pemeluk agama Islam. Tinggal menghitung hari. Ingat saudara-saudara, puasa Ramadhan selalu dimulai pada tanggal 1 Ramadhan. Jangan hiraukan polemik yang saat ini sedang berkecamuk di negeri ini mengenai awal puasa Ramadhan yang jatuh pada tanggal 1 September atau 31 Agustus nanti. Ingat: 1 Ramadhan!

Kembali ke perbincangan sebelumnya, puasa Ramadhan kami usulkan sebagai solusi dalam mengatasi kegendutan. Multifungsi itu. Selain sebagai amal ibadah yang tentunya mendapatkan pahala //jika diterima// puasa Ramadhan juga bisa menjadi solusi praktis mengatasi kegendutan. Tentunya dalam berpuasa Ramadhan saudara-saudara sekalian harus benar-benar memperhatikan kaidah-kaidah yang benar. Sesuai tuntunan Rasulullâh SAW, bersahurlah menjelang waktu-waktu imsak. Dan ingat pula saudara, bersahurlah secukupnya. Kita tidak akan berpuasa selamanya, saudara. Kita hanya berpuasa dari subuh hingga maghrib setiap hari saja, saudara. Jadi janganlah bersahur seakan-akan kita tidak akan makan dan minum lagi. Oke, saudara? Mengerti?

Sebelum kita memperbincangkan lebih lanjut kaidah-kaidah ataupun solusi-solusi selanjutnya, mari kita dengarkan jeda komersial berikut ini. Bagi Anda yang ingin menyampaikan pesan, komentar, atau berkirim-kirim salam, atau apa saja uneg-uneg yang ada di kepala, silakan SMS ke nomor 0808-FARIJS-MANIJS (0808-327457-626457). Bagi yang ingin berkirim makanan untuk penyiar kesayangan Anda yang ganteng ini juga masih ditunggu.

===

Nah, saudara-saudara pendengar sekalian. Kita kembali lagi dalam acara kesayangan kita,

Kaidah selanjutnya yaitu dalam menjalankan puasa Ramadhan janganlah kita tidur melulu. Hadits yang mengatakan bahwa tidurnya orang berpuasa itu berpahala, itu benar. Sangat benar. Namun jangan dijadikan acuan bahwa jikalau ingin mendapat bonus pahala selama berpuasa Ramadhan kita tidur terus sepanjang hari. Itu tidaklah benar, saudara-saudara pendengar yang budiman. Jangan melulu salah kaprah. Yang dimaksudkan hadits tersebut adalah tidurnya orang berpuasa saja berpahala. Apalagi jika orang yang berpuasa tersebut menjalani aktivitas-aktivitas yang penuh kebajikan. Seperti mengaji, membaca Quran, membersihkan lingkungan, bekerja di kantor, bersilaturahmi, makan…. Ups, maaf saudara. Untuk yang terakhir ini jangan Anda lakukan, saudara. Karena makan dapat membatalkan puasa kita.

Agar puasa Ramadhan kita efektif dalam membasmi segala bentuk kegendutan, marilah kita secara rutin berolahraga. Pagi hari kita jogging, misalnya. Dilanjutkan dengan senam aerobik menjelang pukul dua siang. Kemudian sore hari menjelang berbuka kita bisa bermain sepak bola atau lompat tali bersama anak-anak tetangga. Lakukanlah secara teratur, saudara. Keteraturan akan membuat hidup kita menjadi lebih baik. Percayalah!

Para pendengar sekalian, kaidah selanjutnya adalah janganlah kita membabi buta ketika berbuka puasa. Balas dendam itu tidaklah membawa kebaikan, saudara. Yakinlah apa yang saya katakan ini. Berbukalah seadanya, jangan mengada-ada. Berbukalah seperti halnya biasa kita makan malam. Jangan menambahkan kolak, pisang goreng, es podeng, jus mangga, dan sebagainya. Awasi perut Anda. Jangan sampai terlalu banyak diisi setelah seharian berpuasa. Jangan biarkan perut Anda meledak, saudara-saudara. Ingat itu!

Dan kaidah yang terakhir, saudara-saudara. Berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kegendutan Anda sirna. Hanya atas izin Tuhanlah kegendutan akan menghilang dari diri Anda. Dan ingatlah saudara-saudara pendengar, kegendutan hanya akan sirna kalau ada hasrat dan niat yang kuat dari diri Anda sendiri.

Namun ingatlah juga saudara pendengar sekalian, kegendutan bukanlah aib. Kegendutan bukanlah hal yang tabu. Kegendutan bukanlah kejelekan. Tapi kegendutan adalah lambang dari kemakmuran. Hwahahaha…!

(^_^)v

Nah, berikut ini beberapa SMS yang telah kami terima dari para pendengar sekalian:

Mendadak Dangdut

Sudah dua malam ini aku mendadak dangdut. Berasa capek banget jadinya. Gimana enggak. Dalam dua malam ini aku yang pengen istirahat ngilangin buslag yang kuderita sedari kembali ke Jakarta, tapi terus aja diganggu ama dangdut. Bukan dangdutnya sih yang sebenernya ngeganggu. Tapi orang kamar sebelahku itu, lho!

Kemarin malam dia lupa matiin radio yang dia setel kenceng-kenceng, trus dia pergi lama banget. Ga bisa tenang dah. Tuh radio, muterinnya lagu dangdut, bo’! Tau sendiri kan lagu dangdut kek gimana. Ada suara dang dang dang ama dut dut dut-nya. Badan ini rasanya tambah pegel karena getaran beberapa skala richter yang dihasilkannya. Mending kalo lagunya lagu klasik yang bisa nambah pules tidur. Ato lagu pop yang melo juga ga papa, deh. Lha ini, dangdut. Semelo-melo-nya lagu dangdut, tetep aja bikin badan jadi pengen bergoyang. Mau penyanyinya lagi merintih sedih nangis-nangis bawang nyanyiin lagunya, tetep aja yang dengerin menggoyangkan pinggulnya. Itulah dangdut. Unik!

Ditambah lagi dengan suara radionya yang tidak merdu sama sekali. Bahkan lebih merdu suara angin yang keluar lewat belahan belakangku. //Meski agak fals-fals dikit.// Bener-bener bikin ati ini dongkol. Dah kusumbat kedua telingaku pake tisu. Dah kututup juga pake bantal sampe susah nafas. Tetep aja tuh suara radio bisa menggetarkan gendang telingaku. Sebeeeeeel!

Mo gimana lagi. Terpaksa mengakui kekalahanku. Nyerah, dah. //Keinget kata kawan, “Sabar, sabar…. Orang sabar cepet nikah….// Untung aja aku ga lagi PMS. “Sabar aja deh. Nanti juga orangnya datang,” bisik hati nuraniku menasihati. Kalo dinikmati, ternyata enak juga musik dangdut. Emang bener-bener musik rakyat. Bener banget tuh kata Project Pop: “Dangdut is the music of my country”. Bayangin aja. Rakyat kita tetep aja pinggulnya dangdutan meski perutnya pada keroncongan. Jadilah semacam aliran musik baru, kerondut. //Halah, ngaco!// Mo lagi kelaperan, mo lagi pusing dililit utang, pusing mikirin besok mo makan apa, tetep aja kalo ada musik dangdut berdendang, hati terasa tenteram. Bener-bener hiburan rakyat! Bener-bener rakyat terhibur!

Tadi malam juga sama kasusnya. Orang yang sama, tempat yang sama, channel radio yang sama, musik yang sama pula: dangdut! Badan ini udah cekot-cekot, tapi suara bising dari kamar sebelah tidak bertoleransi sedikit pun. Udah suara speaker pesawat radionya yang bising, ditambah kerasnya volume suara, masih ditambah dengan getaran mahadahsyat musik dangdut. Tulang-tulangku seakan mo retak dibuatnya. Akhirnya pasrah juga aku menerima penderitaan ini. Sabar, sabar.

Dari kejadian di dua malam ini, aku jadi ngerti. Musik dangdut ternyata punya penggemarnya sendiri. Punya komunitas pecintanya sendiri. The Community of Dangdut. Nggak hanya orang kampung, orang udik, ato wong ndeso aja anggotanya. Orang kota yang kaya-raya pun ada yang menjadi peminatnya. Kutahu itu dari kemarin malam, di radio itu disiarkan secara live acara tasyakuran ulang tahun salah seorang pemusik dangdut yang dirayakan secara besar-besaran di Ancol, dihadiri oleh para artis. Dalam acara itu diadakan juga peluncuran album plus penggalangan dana buat charity. Mulia sekali….

Kalo tadi malem, ada acara talkshow. Ada dua artis dangdut pendatang baru yang diwawancarai. Keduanya baru aja nelorin album solo perdananya. Keduanya juga sama-sama diorbitin ama Bunda Dorce Gamalama. Di sini aku baru tau kehebatannya Bunda Dorce. Kata si artis, Bunda Dor bisa menggubah lagu hanya dalam dua menit! Dahsyat! Dan lagu tersebut, asal saja diciptakan. Misal waktu di mobil, lagi terjebak macet, ya nyiptain lagu tentang macet. Lagi musim kolak, nyiptain lagu tentang kolak. Hebat banget, yak!

Dah ah. Ku-publish aja. Belum selesai sih sebenarnya. Tapi sibuk banget, nih. Barusan ngitung beban kerja. Trus sekarang mo ngawas dulu, ya. Ah, jadi ga sempet bikin tulisan tentang “Balada Pengawas UAS”….

[UPDATE]

Yang lucunya, lagu dangdut yang kudengar semalam. Coba lihat liriknya:

Siapa bilang musik dangdut itu kampungan
Siapa bilang musik dangdut nggak bisa go international
Kalau Anda suka, mari dengar bersama
Kalau tidak suka, minggir saja

(^_^)v