Ber-OpenTTD

Tahukah kalian? Saat ini aku sedang kecanduan memainkan OpenTTD.

Apakah itu OpenTTD? Yakni sebentuk pembuatan ulang secara sumber terbuka (open source) dari permainan Transport Tycoon Deluxe (TTD). Barangkali ada di antara kalian yang begitu membaca “tycoon” langsung teringat dengan permainan RollerCoaster Tycoon. Maka yang demikian adalah bukan kebetulan karena yang menciptakan kedua permainan tersebut adalah orang yang sama: Chris Sawyer.

OpenTTD adalah sejenis permainan komputer berupa simulasi transportasi perkotaan. Sebagai pemain, kita didaulat mengoperasikan sebuah perusahaan transportasi. Kita dapat membuat jaringan jalan raya, rel kereta api, membangun bandara, pelabuhan, terminal, pangkalan truk, dan landasan helikopter. Termasuk kita dapat pula membangun jembatan dan terowongan.

Tampilan Permainan OpenTTD - Peta
Tampilan Permainan OpenTTD – Peta

Tersebutlah pada tahun 1950 (atau sesuai pengaturan), kita mendirikan sebuah perusahaan transportasi. Pertama-tama perusahaan transportasi kita diberi pinjaman sejumlah uang oleh bank. Uang tersebut kita pergunakan antara lain untuk membuat sistem dan jaringan transportasi di sebuah negeri antah berantah. Agar perusahaan mendapatkan pemasukan, kita harus mengangkut penumpang dari satu kota ke kota yang lain atau mengangkut bahan baku industri dari daerah pertambangan/ pertanian ke pabrik atau instalasi lainnya. Demikian pula kita dapat mengangkut hasil industri tersebut ke kota. Lanjutkan membaca “Ber-OpenTTD”

Jadi Nonton Juga (The Hunger Games)

Akhirnya kemarin malam jadi pula aku menonton The Hunger Games di bioskop \kesayangan Anda\.

The Hunger Games (Film Poster)
The Hunger Games (Movie Poster)

Tentu saja aku tidak akan mengulas film ini secara pantas, Saudara. Bagi kalian yang ingin membaca ulasan yang lebih bagus, silakan saja membaca ulasan di blognya Saudara Arman.

Aku nilai film ini bagus: banyak pemandangan pohon dan hutan yang indah, pemandangan kota khayalan yang indah, kostum-kostum yang keren, dan dandan secara gay yang memukau. Lanjutkan membaca “Jadi Nonton Juga (The Hunger Games)”

Kotak Taruhan atau Kotak Jatuhan atau Kotak Tampungan?

Oke. Selamat hari Kamis, para pria berkumis!

Hari ini aku ingin membahas mengenai Dropbox. Khusus kutujukan kepada seorang kawan yang katanya “rareti dropbox” manakala kuajak dia untuk membuat akun Dropbox.

Dropbox yang akan kubahas di sini tidak ada kaitannya dengan dropbox-nya Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, sebuah fasilitas yang memudahkan kita melaporkan SPT Pajak Tahunan. Dropbox di sini adalah sebuah fasilitas khas ranah maya.

Logo Dropbox
Logo Dropbox

Kita bisa menaruh segala berkas (file) di suatu tempat yang disebut “tempat penyimpanan dunia maya” yang berbentuk semacam kotak sebagaimana layaknya kotak kardus tempat menaruh makanan atau barang lainnya, dan yang lebih istimewa adalah karena kotak tersebut berwarna biru.

Halah, ini malah membingungkan. (doh)

Langsung saja, kusalinkan saja dari situs resminya Dropbox tentang What is Dropbox:

Your life’s work, wherever you are.

Dropbox is a free service that lets you bring all your photos, docs, and videos anywhere. This means that any file you save to your Dropbox will automatically save to all your computers, phones and even the Dropbox website. Dropbox also makes it super easy to share with others, whether you’re a student or professional, parent or grandparent. Even if you accidentally spill a latte on your laptop, have no fear! You can relax knowing that Dropbox always has you covered, and none of your stuff will ever be lost. Lanjutkan membaca “Kotak Taruhan atau Kotak Jatuhan atau Kotak Tampungan?”

The Balance Ways vs World Book and Copyright Day 2008

The Balance Ways

Akhirnya tadi malam melanjutkan membaca buku “The Balance Way” yang kubeli akhir tahun lalu sebagaimana diceritakan dalam “Kisah di Kala Hampir Akhir Tahun“. InsyaAllâh akan kubahas isi buku ini. Nanti. (^_^)v

Sekarang saatnya kubahas (me-review) buku ini ditinjau dari segi fisiknya. Pertama, sampulnya. Itu, foto yang ada di atas. //Maap fotonya agak ngeblur dan jelek. Maklum, pake kamera ponsel pinjeman. Kesalahan bukan pada si pemotret, lho. Hehe.// Warna sampul kuning menyala. Sangat mencolok di antara buku-buku di rak buku toko buku. Aku suka warnanya yang terang ini. Tulisan judul buku juga minimalis, sehingga sampulnya benar-benar didominasi warna kuning sebagaimana terlihat pada foto di atas. Warna yang digunakan untuk judul buku pun bagus. Merah dan biru menyala, sangat cocok dengan warna background yang kuning. Sementara tulisan lain di sampul depan berwarna hitam, sangat kontras dengan latar belakang kuning menyala. Kesan pertama ketika kulihat buku ini adalah minimalis dan elegan. Mantap, lah!

Penataan pada sampul depan juga bagus. Judul berada di tengah, nama penulis di bagian bawah. Sementara di atas ada logo penerbit dan satu buah testimoni singkat agar lebih menarik calon pembeli. Konsep komersialisasi yang bisa diacungi dua jempol. Di sampul belakang ada beberapa testimonial dan penjelasan singkat mengenai isi buku. Standar, lah.

Beralih ke bagian dalam buku. Kertas yang dipergunakan untuk isi buku adalah jenis kertas yang //ga ngerti aku namanya// bagus. Tebal. Warnanya bukan putih terang, namun agak kekuning-kuningan. Itulah yang menurutku bagus untuk kertas isi suatu buku. Tidak terlalu terang sehingga tidak menyilaukan pembaca. Kesannya juga tambah elegan.

Mengenai layout (tata letak), menurutku sangat bagus. Mulai dari pemilihan font, peletakan nomor halaman, dan tambahan beberapa ornamen pemanis halaman. Tampaknya buku ini digarap dengan lumayan profesional. Salut buat penerbit!

Font yang digunakan itu yang bagus sekali. Untuk bodytext, digunakan jenis font serif yang kata para ahli tipografi lebih mudah dibaca bila digunakan pada media cetak. Ada dua macam font yang digunakan untuk bodytext. Jenis font pertama yang terkesan lembut digunakan untuk bodytext biasa. Sementara font yang lebih tegas dan terkesan kokoh digunakan pada bagian lain bodytext semisal kisah-kisah penunjang yang banyak terdapat dalam buku. //Agar membedakannya dengan teks inti, kisah-kisah tersebut ditempatkan pada boks-boks yang berlatar belakang abu-abu. Benar-benar ciamik, lah!//

Yah, mungkin sekian pembahasan mengenai fisik buku “The Balance Ways” ini. Maaf kalau ada salah-salah kata. Maklum, awam dalam hal desain, layout, maupun percetakan.

(^_^)v

Ayo semangat membaca!

Oh ya, berdasarkan informasi dari kawanku, katanya kemarin adalah World Book Day. Setelah bertanya kepada Mbah Google, kudapati kalau ternyata memang benar, kemarin itu adalah Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. World Book and Copyright Day 2008. Kata Bang Wikipedia, World Book and Copyright Day memang kemarin, 23 April. Sedangkan World Book Day (terutama di Inggris dan Irlandia) dirayakan pada 6 Maret.

Yah, selamat hari buku aja, dah. Gemarilah membaca. Buku adalah jendela dunia. Selamat Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia 2008.

Aku mulai menggemari buku!