Cahaya Purnama Tengah Malam

aku terjaga di toilet ketika cahaya purnama jatuh di wajahku dari genting kaca
akankah diare reda setelah sekian lama?
masih terbuka celana yang tadi tidak sempat kugantung
terjatuh di lantai; di tengah malam tadi ia nampak begitu sepi dan merana

.
.
.

NB.
malam kedua diare membelit perut,
melilit sakit begitu rupa seakan seisi perut
terikat kencang oleh laso koboi;
tiba-tiba aku teringat akan sajaknya SDD

Bunda

Malam yang hening, pikiranku kembali membuncah. Sujudku pada-Nya, pintaku akan ampunan-Nya, senantiasa tak lekang dari sosoknya. Ummiy.

Sesalku tiada terkira. Ingin segera kubersimpuh di hadapannya. Mencium kedua kakinya. Memohon maaf atas sikapku tadi sore padanya. Ummiy.

kubuka album biru
penuh debu dan usang
kupandangi semua gambar diri
kecil bersih belum ternoda

pikirku pun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang
tentang riwayatku

kata mereka diriku s’lalu dimanja
kata mereka diriku s’lalu ditimang

nada-nada yang indah
s’lalu terurai darinya
tangisan nakal dari bibirku
takkan jadi deritanya

tangan halus dan suci
t’lah mengangkat tubuh ini
jiwa raga dan seluruh hidup
rela dia berikan

kata mereka diriku s’lalu dimanja
kata mereka diriku s’lalu ditimang

oh bunda ada dan tiada dirimu
‘kan selalu ada di dalam hatiku

POTRET – Bunda

Aku tak ingin menjadi pendurhaka. Pun tak ingin beliau gundah gulana. Ingin kulihat darinya sebuah senyum bahagia. Bukan senyum yang menyembunyikan duka. Ummiy.

Seperangkat kain batik berwarna jingga. Tulus ingin kusampaikan kepadanya. Sebagai tebusan atas kedurhakaanku padanya. Sebagai sebuah tanda cinta untuknya. Ummiy.

Bukan suap, bukan pula sihir.

v(^_^)

Bakpao di Ujung Senayan

Bakpao di ujung Senayan
… adalah bakpao yang selama ini kurindukan
… adalah bakpao yang selama ini ingin kumakan

Bakpao di ujung Senayan
… adalah bakpao hangat yang menggiurkan
… adalah bakpao lezat nan mengenyangkan

Bakpao di ujung Senayan
… adalah bakpao yang akhir pekan ini kunantikan
… adalah bakpao yang akhir pekan ini ingin kumakan

Berbekal uang tujuh ribu rupiah di genggaman
Berharap akan segera bertemu-pandang
Hingga ketika tiba akhir pekan
Bakpao di ujung Senayan harus kudapatkan

Bakpao di ujung Senayan
Sepertinya ia datangnya pekan depan

TT

Seribu Detik

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Tak sedetik pun aku akan memikirkanmu

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Takkan kubiarkan kau membuyarkan konsentrasiku

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Jangan harap kau bisa masuk ke dalam otak kiriku

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Selama itu aku takkan pernah ragu untuk melenyapkanmu

Berbekal tekad membaja untuk mengakhiri kekuasaanmu atas benakku
Berharap kemerdekaan itu akan segera datang menyapaku
Hingga seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Aku takkan gentar sedikit pun untuk melawanmu

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Dan aku akan dengan sukses melupakanmu

Bye bye lapar!

v(^_^)

Sajak Berbalas

Duhai abang yang budiman.
Ada yang ingin Adinda tanyakan.
Sebelumnya tolong Abang maafkan.
Adinda lancang mengganggu malam-malam.
Ada apa dengan Adinda, Bang?
Jantung Adinda tiba-tiba berdegup kencang.
Dada Adinda terasa sesak tertahan.
Adinda tahu ini bukan kemarahan.
Hati Adinda seperti menyimpan kerinduan.
Kerinduan dengan apakah gerangan?
Pernahkan ini Abang rasakan?
Tadi siang sempat kutanya kawan.
Tak menjawab, ia malah tersenyum riang.
Bilamana Abang tahu solusi, tolong katakan.
Adinda sudah tidak tahan.

Mandi malam terasa segar sekali.
Meski tak baik buat badan, kata Ummi.
Bisa kena encok tua nanti.
Tak apalah, daripada badan bau terasi.
Duhai Dinda yang baik budi.
Memang susah perkara hati.
Gerangan apa yang Dinda nanti?
Kalau Abang bolehlah ngerti.
Apatah Dinda inginkan suami?
Pendamping hidup menuju jannah Ilahi.
Kalaulah memang laki yang dicari.
Mantapkan diri ajukan CV.

Suami? Sepertinya sih bukan.
Entahlah, Adinda tak tahu, Abang.
Adinda memang pengecut nian.
Jangankan ajukan CV, Bang.
Mantapkan hati saja takutnya bukan kepalang.
Suami dan pernikahan, dua kata yang enggan otakku pikirkan.
Enggan hatiku dengungkan.
Enggan pula lidahku sebutkan.
Namun mengapa Abang sering bicarakan?
Membicarakannya jadi terasa ringan.
Tapi sesungguhnya Adinda masih takut tak terperikan.

Sudahlah Dindaku sayang.
Tak usahlah dikau cemaskan.
Bila saatnya ‘lah datang.
Adinda akan menyambutnya dengan riang.
Adakah yang sedang Dinda inginkan?
Suatu barang atau kejadian?

Tak tahulah, Abang yang murah hati.
Mungkin karena Belanda kalah dari Rusia tadi.
Dan Stoner berhasil mengalahkan Rossi.
Karena itu Adinda jadi begini.

Menikah Itu Indah? (updated)

Menikah itu indah.
Apa? Indah sudah menikah?
Oh, hatiku jadi patah.

Tapi benar, menikah itu indah.
Sebuah jalan meraih berkah.
Karena menikah itu ibadah.
Asal berniat karena Lillâh.

Teman-temanku banyak yang sudah menikah.
Banyak juga yang akan segera menikah.
Yah, kapan aku menikah?
Ayo kapan aku mengakad Aisyah?
Ya Allâh, kapankah?

(^_^)v

Yah, belakangan ini banyak yang menikah. Teman menikah. Teman menikah. Kakak kelas menikah. Teman menikah. Anak pak dosen menikah. Tetangga menikah. Teman menikah lagi. //Lagi? Kedua kalinya? Bukan, lah. Hwehe….//

Si Umar Donny belum sebulan menikah. Tanggal 8 giliran si Kudang. Tanggal itu juga Mas Septian menikah. Tanggal itu juga //kok kompakan, yah?// anak Pak Bambang menikah. Yah, bingung aku memilih hadir di mana. Jadi teringat cerita si Lebai Malang. Tanggal 14-nya si Arum menikah. Yah, banyak hati patah-patah, dah. Hyehehe. Terus, kapankah aku menikah? //Kapan-kapan.// Akankah aku menikah? //Ya pastilah, InsyâAllâh.// Lalu kapan? //Bersabarlah. Sesungguhnya orang yang sabar cepat menikah. Hoho.//

Nantilah, setelah terpenuhi segala ambisiku.

(^_^)v

Semangat!

Buat para saudaraku yang sudah, //sedang, //dan akan menikah, kudoakan semoga pernikahan kalian membawa barakah.

[UPDATED-2 JUNI 2008]

Oh ya, kelupaan. Bulan depan, tepatnya tanggal 5 Juli 2008, NAIA InsyâAllâh nikah. Banyak yang hatinya patah-patah juga, dah. Hwehe…. //Buat KRISNA, nyang sabar aja, ye. Jangan minum racun nyamuk. Minum racun serangga aja. Hyehe….//

Selamat ya, buat kalian semua yang akan menikah. Semoga lancar.

[UPDATED-4 JUNI 2008]

Tadi pagi dapat kabar, kawanku satu angkatan, Dino, akan mengakad teman seangkatanku juga, Tutik, 29 Juni nanti. Waduhaduh™…ini mah berita heboh! Sudah bisa dipastikan akan banyak berjatuhan korban-korban hati patah. Hoho. Tentu aku tak termasuk, dong. Masak playboy hatinya patah. Hwehe.

Kepada saudara-saudari, kawan-kawanku, daku cuma bisa berpesan:

“Siapa cepat dia dapat. Orang hebat memang layak nikah cepat.”

Semoga kalian berdua diberkahi Allâh SWT. Dan bagi para korban, bersabarlah. Sesungguhnya jodoh sudah ada yang mengatur. Hoho….

Aku Ingin…

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Disampaikan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada

(“Aku Ingin” oleh Sapardi Djoko Damono)

Belakangan ini benar-benar sibuk. Hiatus? InsyâAllâh takkan. Tak ingin. Aku ingin… Yah, ingin apa, ya? Ingin hidup lebih berarti saja.

(^_^)v

Semangat!