Sedang Sial Karena Sinyal

Hari-hari belakangan ini kurang begitu “great” bagiku. Mentahlah. Mungkin karena aku kurang “great” juga jadi orang.

Tadinya aku ingin menceritakan bagaimana seminar di kantor hari ini. Bagaimana si Imam Prasodjo berdiskusi dengan kami mengenai transformasional birokrasi. Dan, hei, ternyata beliau orang yang hebat. Entah mungkin karena beliau seorang sosiolog makanya berjiwa sosial, tetapi beliau tampaknya tidak pernah sial. Tadi beliau telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang yang “great” dengan melakukan tindak-tindak sosial, seperti menolong orang yang akan menolong orang-orang, dan sebagainya.

Berbicara mengenai “great”, sepertinya hari ini aku telah menyantap makanan dengan porsi yang cukup “great”. Dan, hei, berbicara mengenai sial, sepertinya aku sedang mengalami kesialan karena (lagi-lagi) perkara kehilangan sinyal.

Sekian.