Mengudara: Bukan Cinta Berbalas

Hai sayang, jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan selalu menyanyikan lagu ini
Hingga nanti kau tidur berselimut mimpi

Jangan lupa esok kita punya janji
Semakin cepat kita tidur
Semakin cepat kita bertemu Dorami

Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci ketek-ketekmu
Jangan lupa doakan mama papa kita

Jangan takut akan gelap
Karena gelap melindungi diri kita
Dari Om Drakula

Selamat malam, Saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs. Masih mengudara di gelombang 303058 FM Radio Masibalita “Memainkan musik terbalik di Jakarta”, dalam acara yang pasti dinanti-nanti: “Bangbangtur, Tembang-tembang Pengantar Tidur”.

Bagaimana kabar pendengar di rumah? Semoga kabar Anda sekalian baik-baik saja.

Saudara pendengar, malam Jumat ini udara terasa dingin. Untuk itu, kami himbau agar jangan lupa menutup pintu dan jendela dan juga mengenakan baju hangat atau suwiter.

Baiklah, untuk mengusir angin agar kita semua tidak masuk angin, akan kami putarkan sebuah nomor manis dari Dewa 19 berikut ini. Pupus.

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang galau
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya ibu mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Tentu kau sudah pernah tahu

Cinta memang anugerah yang indah yang diberikan untuk manusia di dunia. Namun apa daya, cinta dapat pula menjadi prahara. Lanjutkan membaca “Mengudara: Bukan Cinta Berbalas”

Mungkinkah Juwita Malam di Bawah Pohon Kamboja?

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

Janganlah sekalipun melalaikan
Janjimu yang telah kauucapkan

Bila kasih tak ingat padaku
Lihatlah sekuntum kamboja
Di sana kita kelak berjumpa

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

***

Bila kasih tak ingat padaku
Lihatlah sekuntum kamboja
Di sana kita kelak berjumpa

Menanti di bawah pohon kamboja
Datangmu, kekasih yang kucinta

Menanti Di Bawah Pohon Kamboja
Rien Djamain

Selamat malam, Saudara pendengar dimanapun Anda berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs.

Masih di gelombang 30.30.58 FM, kami masih setia mengudara menemani Saudara para pendengar yang berbahagia melewati malam nan syahdu ini. Tentunya masih di acara kesayangan kita semua, BANG BANG TUR, Tembang-Tembang Pengantar Tidur.

Sebuah nomor manis dari salah satu legenda musik jazz kita, Rien Djamain, sebuah tembang kenangan dengan tajuk “Menanti di Bawah Pohon Kamboja” telah bersama-sama kita simak di awal perjumpaan kita kali ini.

Saudara pendengar dimanapun Anda berada, tentunya masih ingat dengan lagu tadi, bukan? Sebuah lagu yang dapat mengingatkan kita semua akan masa-masa nostalgia ketika kita masih muda dahulu. Masa-masa di saat kita masih belia, masa-masa kita masih berpacaran dengan cinta pertama kita, tentu saja dengan sembunyi-sembunyi agar orangtua kita tidak mengetahui. Masa itu adalah masa di saat kita dengan setia menanti kedatangannya di bawah sebuah pohon kamboja.

Yah, masa-masa itu, Saudara pendengar yang berbahagia, masih jamak kita berpacaran di pekuburan. Saling berjanji untuk bertemu dan mengadu kasih kita di situ. Pada waktu listrik belum banyak masuk ke desa-desa, kita dengan nyamannya bermalu-malu kucing dengan si doi di hadapan batu-batu nisan. Tidak takut rasanya akan diganggu lelembut ataupun hantu ataupun pocong penghuni kuburan, yang sering sekarang ini tinggal di bioskop tidak lagi di kuburan, karena pada masa itu kita jauh lebih takut kepada orangtua si doi bilamana ketahuan memacari anaknya.

Betapa indahnya masa-masa itu…. Nah, Saudara pendengar sekalian, bilamana Anda ingin berbagi cerita tentang indahnya masa-masa berpacaran di bawah pohon kamboja, silakan, tidak perlu ragu ataupun malu untuk mengirimkan komentar di kotak yang sudah disediakan. Kami juga menerima bilamana Anda juga ingin berbagi makanan ataupun sekadar minuman wedang jahe penghangat suasana.

Agar lebih membawa Anda kepada suasana masa-masa indah berpacaran di bawah kuburan dahulu itu, baiklah kami putarkan sebuah tembang lawas dari Frankie Valli berikut ini. Selamat mendengarkan. Lanjutkan membaca “Mungkinkah Juwita Malam di Bawah Pohon Kamboja?”

Mimpi dan Senyuman

Sepanjang ora konangan
Kita selalu bergandeng tangan
Sepanjang ora konangan
Kau peluk diriku mesran
Hujan yang rintik-rintik di awal Januari
Menambah kesejukan malam syahdu

(Sepanjang Jalan Kenangan, dengan sedikit perombakan. Penghargaan kepada Kang Mas Joko)

Selamat malam, para pendengar yang budiman. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs.

Masih setia mengudara di gelombang radio panggil, kami akan menemani Anda melewati malam nan syahdu ini. Masih di acara Bang Bang Tur, Tembang-tembang Pengantar Tidur.

Para pendengar, tahun 2010 telah berlalu. Kita sekarang memasuki tahun yang baru. Di tahun yang baru ini, marilah kita mengisi hidup kita dengan melakukan hal-hal yang seru. Misalnya mengikuti tantangan PostADay-nya WordPress.com, yang pastinya akan membuat hidup kita lebih bermutu. Lanjutkan membaca “Mimpi dan Senyuman”

Pemburujanda Anthem

Selamat malam, saudara pendengar sekalian. Masih bersama penyiar kesukaan Anda: FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih mendengarkan kami di gelombang 168.22.0.1 FM, Radio CEMANGAT, radionya para pemeras keringat!

Para pendengar dimanapun Anda berada, tampaknya musim dingin telah datang menyapa kita yang berada di kota megapolitan Jakarta Raya. Jadi kepada Bapak dan Ibu sekalian, sangat dihimbau untuk menyalakan perapian dan membakar jagung serta kemenyan agar suasana rumah Anda menjadi hangat kembali.

Demi suasana semakin menghangat, tak ada salahnya jika Anda para pasangan suami-istri duduk saling berimpitan sembari berangkulan. Bagi yang belum memiliki pasangan suami ataupun istri, silakan memeluk guling masing-masing sembari menyimak lagu kebangsaan para pemburu janda berikut ini….

hey hey you you, I don’t like your husband
no way no way, I think you need a new one
hey hey you you, I could be your husband

hey hey you you, I know that you like me
no way no way, you know it’s not a secret
hey hey you you, I want to be your husband

you’re so fine, I want you mine, you’re so delicious
I think about you all the time, you’re so addictive
don’t you know what I can do to make you feel alright

don’t pretend, I think you know I’m da*n precious
and he*l yeah, I’m the mot**r f**king prince
I can tell you like me too and you know I’m right

Lanjutkan membaca “Pemburujanda Anthem”

Say Yes To Budi Anduk! (rock)

Selamat malam, Saudara pendenger dimana pun berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih setia menyimak siaran radio kami, RADIO CEMANGAT. Masih tetap pada frekuensi 168.22.0.1 FM, kami akan senantiasa menghibur Anda sekalian dalam acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENT*T hingga tengah malam nanti.

Saudara-saudara pendengar, tampaknya situasi dan kondisi perpolitikan negeri ini telah tertular virus sinetron dan reality show. Setujukah Anda, Saudara pendengar? Para elite politik terus saja bermain tarik-ulur dan berubah-ubah karakter, persis seperti yang terjadi dalam dunia persinetronan Indonesia. Lobi-lobi politik pun tampak kacau seakan tanpa skenario, meski sebenarnya mereka bermain dengan skenario rahasia yang tidak ditampakkan kepada khalayak ramai. Hal ini persis seperti reality show yang saat ini sedang marak di negeri ini yang sebenarnya bukanlah sebuah reality show melainkan fake show!

Ada beberapa dari para elite ini yang menjadi playboy kabel yang seringkali berselingkuh dengan elite kubu lain. Ada pula yang menjadi mak comblang agar dua kubu elite memiliki satu pandangan untuk menjual memajukan bangsa. Umumnya kegiatan percomblangan ini mereka lakukan di sebuah rumah sehingga acara berlangsung seperti bedah rumah. Ada pula kegiatan tersebut mereka lakukan secara backstreet karena mungkin mereka paranoid dengan kejaran para kuli kertas.

Kadang percomblangan itu tidak berhasil dan kedua kubu elite pun berpisah. Namun tak berapa lama mereka CLBK alias rujuk. Memang, tak ada yang abadi dalam hal berkawan di bidang politik.

Kemudian mereka mencoba membuat rakyat termehek-mehek dengan iklan-iklan narsis mereka. Maukah para elite ini tukar nasib dengan para petani dan buruh yang diiklankan akan mereka perjuangkan? Saya rasa sih mereka hanya ingin menjadi Indonesian Idol agar bisa mendapatkan lebih banyak uang kaget.

Saudara-saudara pendengar yang berbahagia, sepertinya tingkah laku para elite ini semakin membuat pening rakyat jelalatan. Yah, daripada pusing-pusing memikirkan para elite yang sukanya berpusing haluan, alangkah baiknya kita simak bersama-sama sebuah tembang keroncong berikut ini…

SELENDANG SUTERA
(Gubahan Ismail Marzuki)

selendang sutera tanda mata darimu
telah kuterima sebulan yang lalu
selendang sutera mulai di saat itu
turut serentak di dalam baktiku

ketika lenganku terluka parah
selendang suteramu turut berjasa
selendang sutera kini pembalut luka
cabik semata tercapai tujuannya

TIADA HARI TANPA SEMANGAT!

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk
Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk!

Seharusnya itu yang benar Say NO to BudioNO, Say YES to SBYES, Say DUK to Budi AnDUK! Hwehe…

v(^_^)

 

VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT
VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT

 

Tergamang Jilid Dua

Hanya tak ingin sendiri
Kucoba kaitkan hatiku dengan hati-hati yang lain

Cuma ingin mengusir sepi…

Selamat malam, Saudara-saudara pendengar. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Assalâmu’alaykum warahmatullâhi wabarakâtuh!

Terima kasih kami ucapkan kepada Saudara pendengar sekalian atas kesetiaannya menyimak siaran radio kami, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, FARIJS MANIJS akan menghibur Anda sekalian dalam acara yang senantiasa kita tunggu-tunggu bersama: BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR K*NTUT.

Nah, Saudara-saudara. Pernahkah Saudara merasakan kejenuhan menjalani serangkaian aktivitas sehari-hari? Saudara merasa bosan melakukan kegiatan yang itu-itu saja sepanjang hari? Jikalau iya, berarti Saudara terkena sindrom mustirilaksingus refresingitis. Sindrom ini memang tidak membahayakan nyawa, namun ia membahayakan jiwa, Saudara-saudara sekalian. Oleh sebab itu, bagi Anda yang terkena sindrom ini alangkah lebih baiknya jika terus menyimak lagu berikut ini. Berikut kami akan memutarkan sebuah tembang manis dari album barunya Ello bertajuk “Masih Ada”. Selamat mendengarkan….

hari-hari kulewati
lapar sendiri
tanpa sesaji

tapi tetap kunikmati
indahnya hari
tanpa sesuap nasi

aku ingin nikmati
sepiring nasi kambing kebuli
dan soto betawi

walau lapar sekali
tapi aku masih ada
masih ada cinta di hati

===

kadang aku merindukan
merindukan masakan
masakan wanita

ingin kucurahkan semua
nafsu makan di jiwa
yang t’lah lama kupendam

oh oh

aku ingin nikmati
sepiring nasi kambing kebuli
dan soto betawi

walau lapar sekali
tapi aku masih ada
masih ada cinta di hati

Ello – Masih Ada //dengan sedikit modifikasi//

Hwehe. Iseng. Nggak bisa tidur. Gara-gara nggak jadi pulang ke rumah. Padahal Ummiy sudah kangen sekali. Aku juga sudah rindu berat. Sudah lama juga nggak pulang, melihat rumah. Terakhir pulang sewaktu lebaran tahun lalu. Wah, sudah lama sekali rupanya. Sungguh, aku benar-benar ingin pulang. Ingin berjumpa lagi dengan adikecilucuku. Ingin berjumpa dengan seisi rumah, termasuk kucing-kucing adikku. Yah, semoga bulan ini aku bisa mengambil cuti. Yosh!

v(^_^)

Selamat menempuh libur panjang, Saudara-saudara! Semoga sekembalinya hari kerja nanti kita semua bisa tetap berkarya! Semoga berjaya!

===
Siaran radio yang lain:

Rabu yang Menggebu

Selamat pagi, Assalâmu’alaykum Warahmatullâhi Wabarakâtuh! Saudara-saudara pendengar, jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS.

Kami masih akan tetap setia menemani Anda mempersiapkan hari, dengan tembang-tembang pilihan penyemangat pagi tentunya. Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Masih juga dalam acara kesayangan kita semua, BANGBANGTUT alias TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR K*NTUT.

Pagi yang cerah, Saudara-saudara. Udara pagi ini pun terasa segar sekali. Nampaknya seharian ini Jakarta tidak akan hujan.

Bagaimana tidur Anda malam tadi, Saudara? Apakah nyenyak? Ataukah kurang tidur? Nah, untuk mengenang malam-malam Anda yang indah, berikut akan kami putarkan sebuah tembang manis dari Dewa 19. Stay tune….

aku ‘kan menjadi malam-malammu
‘kan menjadi mimpi-mimpimu
dan selimuti hatimu … yang beku

aku ‘kan menjadi bintang-bintangmu
‘kan s’lalu menyinarimu
dan menghapus rasa rindumu … yang pilu

aku bisa
untuk menjadi apa yang kauminta
untuk menjadi apa yang kauimpikan
tapi ‘ku tak bisa menjadi BABUMU

aku ‘kan menjadi embun pagimu
yang ‘kan menyejukkan jiwamu
dan ‘kan membasuh hatimu … yang layu

aku bisa
untuk menjadi apa yang kauminta
untuk menjadi apa yang kauimpikan
tapi ‘ku tak bisa menjadi BABUMU

tinggalkan sajalah BABUMU
beri s’dikit waktu
kepadaku, ‘tuk meyakinkanmu

aku ‘kan menjadi malam-malammu
‘kan menjadi mimpi-mimpimu
dan selimuti hatimu
selimuti hatimu
selimuti hatimu
selimuti hatimu

Dewa19 – Selimut Hati //dengan sedikit modifikasi//

Masih di acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENTUT. Dengan FARIJS MANIJS, penyiar kesayangan Anda semua.

Saudara-saudara pendengar, sepertinya matahari sudah mulai beranjak naik. Ayo segera bergegas mempersiapkan segala sesuatu untuk di bawa ke tempat kerja. Jangan sampai ada sesuatu yang tertinggal.

Nah, untuk menemani Anda mempersiapkan diri, berikut kami putarkan sebuah tembang apik berikut ini. Selamat mendengarkan….

saat FARIJS lanjut usia
saat ragaku semakin tua
tetaplah kau stay tune di sini
menemani aku siaran

saat rambutku mulai rontok
yakinlah ‘ku tetap setia
temani harimu
hingga kau tertidur pulas

dengar suaraku saat tubuhmu terasa linu
kuhangatkan swasanamu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat swara t’lah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi
salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

saat perutku mulai buncit
yakinlah ‘ku tetap terseksi
tetaplah kau s’lalu menanti
siaranku di malam hari

dengar suaraku saat tubuhmu terasa linu
kuhangatkan swasanamu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat swara t’lah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi
salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

sampai jumpa … di akhirat abadi

Sheila On 7 – Saat Aku Lanjut Usia //dengan sedikit modifikasi//

Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Saudara-saudara pendengar sekalian…

Burung perkutut makan nasi
Berebutan dengan burung cendrawasih
Acara BANGBANGTUT cukup sampai di sini
Sekian dan terima kasih

Ayo Saudara-saudara. Di pagi yang cerah ini mari kita kumpulkan semangat untuk sebuah Rabu yang menggebu! Wassalâmu’alaykum!

Tergamang

Aku cuma tak ingin sendiri
Ingin berkumpul dengan orang-orang saleh kekasih Ilahi

Assalâmu’alaykum! Selamat malam, Saudara-saudara. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih mendengarkan kami di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi!

Selama beberapa waktu ke depan saya akan setia menemani Anda dalam acara kesayangan kita semua, WARBEH, Warta Berita Heboh. Untuk menghangatkan suasana pada malam yang dingin ini, sejenak mari kita simak tembang lawas dari Koes Plus berikut ini….

hidupku selalu sepi
menjerit dalam hatiku
kuhibur s’lalu diriku
bernyanyi sedih dan pilu

matahari ‘kan bersinar, sayang
mendung ‘kan tertiup angin
burung-burung ‘kan bernyanyi, sayang
menghibur hati yang sedih
hujan pun akan berhenti, sayang
malam pun akan berseri

bila senja telah tiba
hatiku tambah sengsara
tapi tetap ‘ku bernyanyi
walau malam telah sepi

matahari ‘kan bersinar, sayang
mendung ‘kan tertiup angin
burung-burung ‘kan bernyanyi, sayang
menghibur hati yang sedih
hujan pun akan berhenti, sayang
malam pun akan berseri

Koes Plus – Hidup yang Sepi

“Hidup yang Sepi,” kira-kira itulah tema yang ingin diutarakan oleh grup musik legendaris tanah air ini. Mengisahkan seseorang yang selalu tergamang, dirundung sepi. Maka ia mencoba menghibur dirinya sendiri dengan bernyanyi. “Ayo bergembiralah,” hibur dirinya. Matahari akan bersinar dan mendung akan sirna. Hujan akan reda dan malam pun akan cerah.

Nah, Saudara-saudara pendengar sekalian. Bergembiralah malam hari ini. Bersemangatlah, karena FARIJS MANIJS akan senantiasa menemani Anda yang sedang terkubur dalam sepi; menghibur hati-hati yang sedang dirundung duka. Ayo tersenyumlah, Saudara-saudara. Niscaya nyenyat ‘kan sirna, tergantikan oleh keceriaan jiwa.

Berita heboh pertama pada malam ini, Saudara-saudara, masih ada kaitannya dengan tergamang //ter.ga.mang v atau merasa kesunyian (lengang)//. Dilaporkan sekitar satu jam yang lalu ada seseorang yang hampir meregang nyawa lantaran sengaja menjatuhkan dirinya sendiri dari atas dipan. Dari reportase yang dilaporkan oleh koresponden kami seseorang tersebut berjenis kelamin pria; sudah tak tahan terus menerus didera rasa kesepian. Nampaknya ia terprovokasi oleh lirik lagu yang baru saja ia dengarkan. Nah, Saudara-saudara ingin mendengarkan kira-kira lagu seperti apa yang memprovokasi sang pria tadi? FARIJS MANIJS dengan senang hati akan memutarkannya untuk Anda sekalian. Check this out! Lanjutkan membaca “Tergamang”

Cinta Tanah Air: Indonesia Tanah Air Beta

Assalâmu’alaykum. Bagaimana kabar iman saudara-saudara? Semoga masih tetap Alhamdulillâh-Luar Biasa-Allâhu Akbar!

Hubbul wathân minal îmân. Cinta tanah air sebagian dari iman. Entah hadits tersebut itu hadits palsu atau bagaimana, saya tidak tahu. Yang jelas, mencintai tanah air itu suatu kebaikan. Islam mengajarkan kita untuk patuh kepada pemimpin kita. Bisa pemimpin suatu perkumpulan, bisa pemimpin negara. Dan Islam memang melampaui batas negara. Seiman berarti saudara. Jadi… Jadi apa, ya? Kok malah tidak nyambung.

Yah, yang jelas bulan ini adalah bulan Agustus. Itu artinya? Bulan Kemerdekaan. So? So…so apa? Soto betawi? Itu artinya kita akan merayakan Dirgahayu Republik Indonesia! Ya, bulan ini genap bangsa kita merdeka selama 63 tahun. Yah, kalau Nabi Muhammad SAW usia segitu meninggal dunia tuh. Tapi Indonesia? Sedang tumbuh-tumbuhnya. Hoho. Ya, meski tumbuhnya tidak atau belum teratur. Tapi kita harus optimis, dong. Bahwa bangsa ini nantinya akan menjadi bangsa yang besar dan disegani di seantero jagad ini. Semangat!

===

Saudara pendengar, masih di 100.20.2.1 FM, Radio PEDANSA, Penjaga Kedaulatan Bangsa, bersama penyiar kesayangan Anda, Farijs van Java. Senin siang ini rupa-rupanya cuaca di Rawamangun City dan sekitarnya adem-adem saja. Tidak seterik sebagaimana hari-hari belakangan ini. Dan nampaknya lagu berikut ini sesuai dengan suasana pada siang hari ini. Sebuah lagu gubahan dari Ismail Marzuki yang menggambarkan betapa kita cinta akan tanah air Indonesia ini. Sesuai juga dengan perasaan kebangsaan yang begitu menggelora di dada pada bulan Agustus ini. Langsung saja mari kita simak bersama lagu bertajuk “Indonesia Pusaka” berikut ini….

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
S’lalu dipuja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Indonesiaku yang tercinta. Tempat ‘ku dilahirkan dan dibesarkan. Sejak dahulu kala telah menjadi pesohor di dunia. Oh, Indonesia tumpah darahku….

Saudara pendengar sekalian, cintailah tanah air kita ini. Pertaruhkan segenap jiwa dan raga kita untuk mempertahankan kemerdekaannya. Ayo kita simak kembali lanjutan dari lagu “Indonesia Pusaka” berikut ini….

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Indonesia Ibu Pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Oh, Indonesiaku. Segenap kepulauan nan indah permai ini adalah mahakarya sang Pencipta. Tiada bandingnya di dunia. Oh, Indonesiaku. Kucintai dirimu dengan segenap jiwaku. ‘Ku akan berbakti-setia kepadamu. Indonesiaku…merdeka!