Salah vs Kalah

Selamat malam, pendengar setia di rumah. Masih bersama penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih mendengarkan kami di gelombang 168.22.0.1 FM, Radio CEMANGAT, radionya para pemeras keringat!

Para pendengar di rumah, akhir-akhir ini sepertinya tingkat keamanan sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi kepada bapak-bapak dan ibu-ibu, karena hari sudah larut malam, jangan lupa untuk memeriksa dan mengunci pintu-pintu dan jendela untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dan berikut ini sebuah lagu yang dipesan oleh keluarga Gunawan di Bekasi yang dikirimkan untuk keluarga Pak Broto di Jogja, dengan pesan: “Buka lagi, dong, losmennya.” Dan juga keluarga Gunawan juga menyampaikan salam kepada Mas Tarjo dan Mbak Pur di rumah. Selamat beristirahat. Dan inilah pendengar CEMANGAT, sebuah nomor manis untuk menemani Anda menikmati malam ini. Sebuah lagu dari Project Pop: Salah.

dua insan larut dalam asuhan asmara, oh…
dan mereka terhanyut dalam cinta yang salah

dua insan terjebak dalam cinta kedua, oh…
padahal dia punya cinta sejati di sana

yang pria merayu, wanita pun mau
dan mereka saling jatuh cinta
seakan dunia ini menjadi milik mereka berdua

adapun wanita lemah tak berdaya
sejak dulu kala t’lah dijajah pria
seperti Indonesia yang dulu pernah dijajah Belanda

Masih bersama penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Mengalah bukan berarti kalah. Dan kepada para pendengar di rumah, yang akan kirim-kirim lagu akan tetap kami ditunggu. Silakan saja telepon ke sini. Dan baiklah akan kita lanjutkan kembali lagu berikut ini.

yang pria merayu, wanita pun mau
dan mereka saling jatuh cinta
seakan dunia ini menjadi milik mereka berdua

adapun wanita lemah tak berdaya
sejak dulu kala t’lah dijajah pria
seperti Indonesia yang dulu pernah dijajah Belanda

Mengalah bukan berarti kalah. Apabila salah, akuilah. Karena tiada manusia yang sempurna, tiada pula yang berhak beraga. Tak perlu malu mengakui kesalahan. Tak perlu ragu mengungkapkan kemengalahan. Slow but sure, dewasalah. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Karena setiap pilihan dan sikap kita sekarang akan menjadi akar bagi masa depan.

Tumbuh dan berkembanglah. Karena tumbuh itu ke atas, bukan ke samping.

Mengalah bukan berarti kalah. Apabila salah, akuilah.

===

My First Online Experience

Selamat malam, Saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Masih di gelombang 168.22.0.1 FM, Radio CEMANGAT, radionya para pemeras keringat!

Saudara pendengar dimanapun Anda berada. Malam ini tampaknya sang purnama tengah merekah di keheningan malam. Cahaya terangnya tampak semakin memesona di antara bintang-bintang yang berpendar-pendar cantik di langit kelam.

Berbicara masalah bintang-bintang, marilah kita simak sejenak sebuah judul lagu djadoel berikut ini. Sebuah nomor manis yang kiranya akan menambah ketenteraman hati Anda sekalian dalam beristirahat bersama sang juwita malam.

FAHMI SHAHAB – KOPI DANGDUT

kala kupandang kerlip bintang nun jauh di sana
saat kudengar melodi cinta yang menggema
terasa kembali gelora jiwa mudaku
kar’na tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut

api asmara yang dahulu pernah membara
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
kar’na terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

irama kopi dangdut yang ceria
menyengat hati menjadi gairah
membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu

api asmara yang dahulu pernah membara
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
kar’na terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

Kopi dangdut. Semoga kopi yang satu ini sama ajaibnya dengan secangkir kopi hangat yang dapat menenangkan jiwa Anda tatkala beristirahat pada malam hari ini. Sembari menatap bulan purnama yang sungguh indah di langit, bagi Anda yang ingin kirim-kirim salam atau kirim-kirim lagu, silakan langsung saja SMS ke sini.

dag dig dug detak jantungku
ser ser ser bunyi darahku
dag dig dug detak jantungku
ser ser ser bunyi darahku

na na na mengapa kamu
datang lagi menggodaku
dulu hatiku membeku
bagaikan segumpal salju

‘ku tak mau peduli
biar hitam biar putih
melangkah berhati-hati
asal jangan nyebur ke kali

api asmara yang dahulu pernah membara
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
kar’na terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

Saudara pendengar sekalian yang kiranya sedang berbahagia. Internet dewasa ini telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Semakin hari rasanya semakin tak bisa kita hidup tanpa internet. Mulai dari situs web layanan informasi, e-mail penunjang kerja, sampai kepada jejaring sosial, rasa-rasanya akan susah kita menjalani keseharian tanpa itu semua. Lanjutkan membaca “My First Online Experience”

Tak Pernah

Oke, Saudara-saudara. Selamat petang, Assalâmu’alaykum! Jumpa lagi dengan penyiar favorit Anda, FARIJS MANIJS. Masih mengudara menemani Anda semua beristirahat, RADIO CEMANGAT. Masih di gelombang 168.22.0.1 FM. Ya, pada malam yang cukup mendung ini Alhamdulillâh kita masih diberi kenikmatan bisa mendengarkan siaran acara favorit kita semua: BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENT*T.

Saudara, apa kabar kantor hari ini? Luar biasa! Bagaimana pun juga sibuknya kita, seberapa pun tertekannya kita dalam bekerja, kita patut meneriakkan LUAR BIASA! Ya, cukup teriakkan LUAR BIASA, Saudara-saudara. Lantang, lepas. Teriakkan! Ayo teriak bersama-sama, Saudara: LUAR BIASA!

[applause]

Karena siapa lagi yang lebih optimal menyemangati kita kalau bukan diri kita sendiri, Saudara-saudara. Bukan begitu, Saudara?

Baiklah, Saudara-saudara. Pernahkan Anda sekalian mengungkapkan rasa cinta kepada orang-orang yang Saudara cintai? Pernahkah Saudara mengucapkan “I LOVE YOU” kepada mereka? Ungkapkanlah, Saudara. Ucapkanlah. Karena cinta akan terasa jauh lebih indah apabila diucapkan.

TAK PERNAH aku rasakan ‘ku tak bisa tidur dengan nyenyak
tak pernah aku rasakan aku tak bisa makan dan minum
tak pernah aku menjadi cengeng seperti ini
tak pernah aku menjadi lemah seperti ini
‘ku tak bisa bayangkan bila kamu tak jadi istriku
‘ku tak bisa bayangkan bila hartamu tak jadi hartaku

kemana pun akan kukejar kamu
meski ke ujung dunia
sampai kapan aku akan menunggu
meski sampai kamu mati

mati kamu ooh mati kamu bila
‘ku tak dapatkan kamu
ooh mati kamu ooh mati kamu bila
‘ku tak dapat hartamu

“kamu adalah bulan dan aku matahari”
“akan selalu ada di dalam hidup ini”

DEWA 19 – MATI AKU MATI //dengan sedikit modifikasi//

Pernahkan Saudara-saudara memimpikan dunia yang penuh kedamaian? Sebuah dunia dimana tak secuil amarah pun yang terbakar? Bersabarlah. Bersabarlah, Saudara. Niscaya orang yang sabar akan cepat menikah. //Halah//

TAK PERNAH aku impikan betapa beratnya melunturkan baumu
lama sudah kumenunggu seutas harapan hilang baumu

tak pernah aku impikan betapa beratnya melunturkan baumu
lama sudah kumenunggu seutas harapan hilang baumu

takkan kutemui penghilang ‘tuk baumu
takkan kudapatkan obat ketek ini

kubayangkan bila engkau datang
baumu pasti pusingkan aku
kukerahkan seluruh parfumku
menjadi penghilang baumu
oooh…oooh…

ARI LASSO – PENJAGA HATI //dengan sedikit modifikasi//

Saudara-saudara pendengar RADIO CEMANGAT yang budiman, pernahkah terpikir bahwa pelukan itu adalah obat penenang yang mujarab? Di saat istri/suami Anda gelisah, peluklah. Niscaya ia akan lebih tenang hatinya. Di kala anak kecil Anda rewel tanpa Anda tahu penyebabnya, peluklah. Niscaya pelukan akan mampu mendamaikannya. Percayalah. Percayalah apa yang dikatakan FARIJS MANIJS.

Lalu, pernahkah Saudara memeluk ibunda Anda sendiri?

Nah, untuk menemani malam Anda yang gemilang, akan FARIJS putarkan sebuah lagu dari Esteh Duagelas yang berjudul “Lapar Terakhir” berikut ini. Check it out, yo!

TAK PERNAH terpikir olehku
tak sedikit pun kubayangkan
kau akan pergi tinggalkanku sendiri

begitu sulit kubayangkan
begitu lapar kurasakan
kau telah pergi tinggalkanku sendiri

di atas meja makan kini
kau tak sisakan
nasi-lauk-sayur, begitu kejam
sungguhku tak sanggup
ini terjadi, kar’na ‘ku sangat lapar

inilah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menahan lapar
hanya mampu ucapkan
engkau sungguh kejam

satu jam saja kautelah bisa
habiskan nasi, lauk, sayur di mejaku
namun bagiku menahan lapar
butuh tenaga seumur hidup

satu jam saja kautelah bisa
habiskan nasi di dapurku
namun bagiku menahan lapar
butuh waktuku seumur hidup

mati aku…

ST 12 – SAAT TERAKHIR //dengan sedikit modifikasi//

Anda berhak membahagiakan diri sendiri. Namun ingat, di atas hak Anda itu terdapat hak saudara-saudara Anda untuk berbahagia. Individualisme oke, egoisme jangan!

Bersedekahlah….

v(^_^)

HUT RI Ke-63

Tujuh belas Agustus tahun Empat Lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer-de-ka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

Assalâmu’alaykum, selamat siang, para pendengar yang berbahagia. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs van Java. Masih di gelombang 100.20.2.1 FM, Radio PEDANSA, Penjaga Kedaulatan Bangsa, dalam acara kesayangan kita semua: NOSTALGILA.

Sebuah lagu telah kami dendangkan untuk Anda para pendengar setia Radio PEDANSA. Lagu yang semarak di hari kemerdekaan negara kita ini. HARI MERDEKA, judul lagu gubahan H. Mutahar tadi. Cocok sekali dengan nuansa siang yang cukup terik namun hikmat ini, saudara-saudara.

Bagaimana, saudara-saudara? Apakah lagu tadi mempertajam rasa nasionalisme Anda? Perbesarlah rasa cinta tanah air Anda kepada bangsa dan negara ini. Karena dengan kita mencintai negara, negara akan balik mencintai Anda. Hwehe. Agaknya semboyan ini tidaklah pantas buat para koruptor yang masih merajalela di negeri ini. Bukan begitu, saudara-saudara? Hoho.

17-an di Pekalongan terasa begitu indah, saudara-saudara. Suasana begitu hikmat, begitu semarak. Dari tadi pagi, setelah anak-anak sekolah dan para pegawai negeri melaksanakan upacara bendera, dimulailah beragam acara perlombaan di kampung-kampung. Ada lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba gigit koin, lomba balap karung, lomba balap becak, lomba bulu tangkis, lomba dayung sampan, dan beranekaragam perlombaan lainnya hingga puncaknya adalah lomba panjat pinang nanti sore.

Tadi malam juga di beberapa daerah di Pekalongan ada semacam pasar jajan gratis. Ini mah kesukaan penyiar kesayangan Anda ini, saudara-saudara. Hwehe. Di setiap rumah dijajakan dihidangkan beranekaragam makanan untuk dibagikan secara gratis kepada para pengunjung.

Nanti malam giliran beberapa daerah lain di Pekalongan yang mengadakan pasar jajan gratis tersebut. Welehweleh™…. Ramai dan meriah sekali pokoknya, saudara-saudara. Di pinggir-pinggir jalan diadakan beranekaragam permainan berhadiah. Misalnya permainan memancing ikan dari gabus, memasukkan bola basket ke keranjang, melempar panah, karaoke!, memasukkan bola ke dalam gawang, dan lain sebagainya.

Nah, saudara-saudara pendengar sekalian. Di hari yang berbahagia ini marilah kita merayakan kemerdekaan negara kita tercinta. Kita patut bersyukur karena sudah 63 tahun lamanya bangsa Indonesia terlepas dari kolonialisme. Ya, meski sampai sekarang bangsa ini masih dijajah oleh kemiskinan dan kebodohan.

Bersyukurlah, karena bangsa ini sudah berdaulat, bisa mengatur negaranya sendiri tanpa campur tangan bangsa lain. Ya tentunya terlepas dari masih adanya beberapa oknum tak bertanggung jawab yang tega menjual kedaulatan bangsanya sendiri ini. Berdoalah saudara, agar kemerdekaan ini tidak tergadaikan sampai kapan pun!

Saudara pendengar, karena hari sudah beranjak siang, kita cukupkan saja acara NOSTALGILA kali ini. Penyiar dan para kru Radio PEDANSA akan ikut memeriahkan perayaan HUT RI ke-63 ini dengan mengadakan beragam lomba. Nah, pabila ada dari saudara-saudara sekalian yang hendak bergabung bersama kami, segeralah mendaftar melalui kolom komentar di bawah ini. Atau langsung saja datang ke studio kami di Jl. Jalanke Malioboro No. 76.

Akhir kata, terima kasih atas partisipasi Anda. Dirgahayu Indonesia! Merdeka!!