What I Love

Aku pikir yang aku cintai adalah tinta. Tetapi ternyata tidak ada tinta pada pilihan di situs whatilove.org. Maka kupilihlah delapan hal berikut:

Delapan Apa yang Kusuka (WhatILove.org)
Delapan Apa yang Kusuka (WhatILove.org)

Jadi ini adalah semacam situs yang mengampanyekan untuk memerangi polusi karbon. Kalian tahu, bukan, polusi karbon? Aku kira dulu aku kenal dengan seseorang yang sangat mengetahui dan memperhatikan perihal ini. Barangkali dia masih punya idealismenya, silakan kalian tanyakan saja kepadanya.

Bukalah situs itu. Pilih delapan hal yang tanpanya kalian tidak bisa hidup. Lanjutkan untuk dibuatkan semacam tampilan seperti gambar di atas. Kemudian simaklah satu-satu mengenai hal-hal yang kalian sukai itu, berikut apa sebab musababnya hal-hal tersebut akan sirna dari bumi karena polusi karbon.

Seru juga, loh. Karena di situ disebutkan juga hal-hal menarik semisal bagaimana cara menanak nasi, dan sebagainya. Haha. Akhirnya aku tahu mengenai aturan sepertiga bagian itu.

Beban Meminjam Buku

Terus terang sekarang ini aku sedang memiliki tekanan batin. Makanya bubuk kopi pada gelasku kutambahkan sedikit takarannya. Aku tidak takut akan bahaya kopi mengambil kalsium pada tulangku. Karena nanti malam aku akan meminum segelas susu. šŸ˜€

Kuperkenalkan sebuah situs kepada kalian yang belum kenal. Situs ini adalah sebuah perpustakaan terbuka. Kita dapat melihat-lihat buku yang tersedia di situ, membacanya juga diperbolehkan asal tidak menelannya, dan juga dapat meminjamnya! Baik secara digital maupun secara fisik!

Situs tersebut adalah: OpenLibrary.Org.

Di dalam situs itu sudah terdapat banyak buku yang dapat kita baca secara daring, maupun dapat kita pinjam. Memang tidak semua buku dapat dibaca daring atau dipinjam. Tapi lumayan, untuk menambah referensi kita. Apalagi yang bisa berbahasa linggis. Bisa membaca novel atau pun buku-buku referensi di sini.

Tadi saja aku meminjam bukunya A Book Apart yang berjudul HTML5 For Web Designers. Caranya tentu saja dengan terlebih dahulu membuat akun di Open Library. Tidak perlu bayar, kok. Terus aku pilih buku itu dari deretan buku yang ada. Kemudian aku pilih format yang diinginkan, apakah mau membaca secara daring \buku dapat dibaca secara daring melalui peramban yang mendukung\, apakah akan meminjam versi PDF, atau meminjam yang versi ePub.

Oh iya. Perlu kusampaikan kepada kalian juga bahwa apabila ingin meminjam buku dari sini, kalian harus menginstal AdobeĀ® Digital Editions dulu. Silakan kalian mengunduhnya terlebih dahulu pada lamannya.

Ketika tadi kalian menekan tombol pinjam versi PDF atau pun ePub, maka peramban kalian akan mengunduh sebuah berkas berekstensi .acsm. Berkas itulah yang menjadi kunci kalian dalam meminjam. Segera buka berkas tersebut dalam waktu lima menit, atau kalau tidak buku yang akan kalian pinjam secara digital bisa saja dipinjam terlebih dahulu oleh orang lain!

Apabila aplikasi AdobeĀ® Digital Editions sudah diinstal dan dibuka, maka berkas .acsm tersebut akan menuntun aplikasi mengunduh buku yang akan kalian pinjam. Tunggu saja barang sejenak. Setelah unduhan selesai, kalian bisa membaca buku itu sepuas-puasnya, sekenyang-kenyangnya, tanpa dipungut bayaran satu bungkus mi instan pun!

Yang namanya meminjam, tentu saja kalian wajib mengembalikan. Seperti kata peribahasa: “Hutang Nasi Harus Dibalas”. Dan karena Open Library walau bagaimanapun bentuknya adalah tetap seperti layaknya perpustakaan \silakan sandingkan dengan Open University\ maka peminjaman buku memiliki jatuh temponya. Seperti yang sudah kukatakan tadi, buku HTML5 For Web Designers yang kupinjam itu memiliki jatuh tempo selama 14 hari.

Mengembalikannya pun \katanya, karena aku sendiri belum mencoba\ gampang. Seperti ini instruksinya:

  1. Open Adobe Digital Editions
  2. Click the Library icon at the upper left corner
  3. Move your mouse over the cover of the eBook you wish to return
  4. Find the arrow at the upper left of the cover and open the eBook menu
  5. Click “Return Borrowed Item”
  6. Click “Return” to confirm
  7. Done!

Entahlah, aplikasi AdobeĀ® Digital Editions tadi dapat mengembalikan buku secara otomatis ataukah tidak.

Terus terang kusampaikan kepada kalian di sini bahwa sejatinya diriku sudah lama mendengar “konsep” pinjam-meminjam buku secara digital semacam ini. Namun baru tadi aku melaksanakannya sendiri.Ā Teknologi digital memang sungguh mengagumkan!

Hidup para pembaca!