Mandi Air

Melanjutkan bahasan dan atau menjawab beberapa komentar pada postingan Penemuan Hari Ini: Bak terdahulu, dengan ini aku sampaikan hal-hal sebagai berikut kepada Saudara sekalian:

Mandi adalah perkara remeh temeh bagi sebagian orang. Yaitu bagi mereka yang hidup dengan persediaan air melimpah. Yaitu bagi mereka yang tinggal di apartemen mewah. Yaitu bagi mereka yang tinggal di hotel berbintang lima. Yaitu bagi mereka yang tinggal di dekat sumber air zamzam.

Bagi mereka, kapan pun dapat menjadi waktu mandi. Yaitu dengan berendam berjam-jam di jacuzzi. Yaitu dengan mengucurkan air shower berhari-hari. Yaitu dengan masuk ke dalam kamar uap lantas berdiam diri. Yaitu dengan ‘byar byur’ seperti hendak menguras bak mandi. Lanjutkan membaca “Mandi Air”

Mining Tour (2 dari 2)

Oke.
Mari kita lanjutkan yang kemarin.

Ini namanya dump truck
Ini namanya dump truck

Kepedulian terhadap lingkungan oleh perusahaan pertambangan di sini boleh kuacungi jempol. Sebelum membelah gunung yang ditumbuhi pepohonan untuk kemudian diambil tanahnya, mereka melakukan penelitian tumbuh-tumbuhan apa saja yang hidup di daerah ini. Kemudian mereka memulai pembibitan.

Tanah-tanah lapisan atas yang kaya akan kandungan humus mereka ambil kemudian dikumpulkan di suatu area. Nantinya tanah-tanah ini akan kembali diletakkan untuk melapisi bagian atas bekas tanah penambangan yang sudah habis kadar nikelnya. Hasil pembibitan itu tadilah yang akan ditanam kembali di atasnya. Hebat, bukan? 😀

Bukit yang sudah dan yang belum
Bukit yang sudah dan yang belum

Lanjutkan membaca “Mining Tour (2 dari 2)”

Mining Tour (1 dari 2)

Baiklah, sesuai dengan apa yang sudah aku janjikan tempo lalu, inilah foto-foto ketika mengikuti mining tour di Sorowako:

Pintu gerbang areal tambang, disertai rambu peringatan dilarang masuk kecuali mobil 4-WD
Pintu gerbang areal tambang

Terlebih dahulu, tentu saja, kami menuju pintu gerbang untuk memasuki areal pertambangan. Di situ terdapat rambu peringatan dilarang masuk kecuali mobil 4-WD. Sudah jelas bukan mengapa harus begitu? Karena jalan di dalam areal pertambangan sudah seperti arena balap off-road. 😀

Sebelum masuk petugas penjaga gerbang bertanya mengenai identitas diri dan menghitung jumlah orang yang berada di dalam mobil. Tentu agar jelas dan tercatat siapa saja yang saat itu berada di areal pertambangan, sehingga ketika terjadi sesuatu misalnya bencana alam atau kecelakaan dapat dengan mudah diketahui ada berapa orang di dalam areal pertambangan. Ya, semacam itulah.

Petugas penjaga gerbang juga melakukan otorisasi, karena tentu saja tidak sembarangan orang boleh memasuki areal pertambangan (setidaknya secara resmi :D). Beruntung kami ditemani oleh dua orang trainer kendaraan-kendaraan berat yang beroperasi di areal pertambangan. Saudara jangan salah mengira jikalau mereka bertugas untuk melatih kendaraan-kendaraan tersebut untuk dapat berjalan. Tidak, sama sekali tidak. Yang mereka latih adalah manusia-manusia yang akan mengemudikan kendaraan-kendaraan tersebut agar mereka dapat dengan lincah mengendarai dan mengoperasikannya.

Oh, iya. Aku lupa, Saudara. Mobil yang kami tumpangi adalah mobil semacam ini: Lanjutkan membaca “Mining Tour (1 dari 2)”

Kewan Sorowako

Berikut ini adalah binatang-binatang yang kujumpai sewaktu di Sorowako:

Pertama mendarat di Sorowako, langsung kulihat burung-burung kecil banyak beterbangan di area bandara. Burung gerejakah?

Burung kecil di bandara Sorowako
Burung kecil di bandara Sorowako

Kedua adalah burung hitam yang suaranya seperti gagak, tetapi bentuk badan yang lebih besar. Entah apa nama burung ini.

Burung seperti gagak di tepi Danau Matano
Burung seperti gagak di tepi Danau Matano

Lanjutkan membaca “Kewan Sorowako”

If {Duty} Then Goto {Sorowako}

Baiklah, akan kuceritakan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kamis subuh kemarin itu kami bergegas ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Akan naik pesawat yang 05.30 WIB menuju Makassar terlebih dahulu.

Maka beginilah pemandangan cakrawala yang kutatap dari dalam pesawat:

Waktu pagi di atas Laut Jawa
Waktu pagi di atas Laut Jawa

Di dalam pesawat kami dilayani dengan baik oleh para pramugari berkaki jenjang berikut ini: Lanjutkan membaca “If {Duty} Then Goto {Sorowako}”

Sinyal Membikin Siyal (SMS)

Kemarin adalah hari Selasa yang tidak biasa.

Setibanya di kantor pagi-pagi sekali Kak Ria, ponselku tercinta, \yang meski telah beberapa kali kuinjak, kutindih, dan kubanting secara tidak sengaja tetapi tidak kena suatu apa pun,\ tidaklah memperoleh sinyal barang sebatang pun. Indikator sinyal di layar menandakan bahwa Kak Ria tidak mendapatkan suatu layanan dari operator langgananku, sebut saja Ime.

Kukira ini hanyalah bersifat sementara. Namun sampai siang, bahkan ketika aku sudah menyelesaikan sarapan dan hendak makan siang, tidak ada satu batang pun muncul dari indikator sinyal tersebut.

Kucobalah cara paling klasik untuk mengatasi segala masalah yang timbul pada peralatan elektronik, yaitu digetok-getok. Usaha tersebut sia-sia belaka. Padahal cara ini sungguhlah mujarab untuk menyembuhkan berbagai masalah yang menimpa Nukiyem \ponsel saya yang lama\ dulu. Lanjutkan membaca “Sinyal Membikin Siyal (SMS)”