Rambut Doraemon

Dikarenakan banyaknya rikues alias permintaan untuk menampilkan foto rambut baruku yang sudah tidak Chrisye lagi, maka dengan malu-malu kucing bangga kupersembahkan foto berikut ini:

Farijsvanjava dan Kantong Doraemon
Farijsvanjava dan Kantong Doraemon

Bagaimana, Saudara? Semakin ganteng, bukan? 😀 Jadilah aku sekarang tidak perlu sisiran lagi. Hwehe.

Siang ini aku dikejutkan akan sebuah amplop cokelat besar di atas meja kerjaku. Tentu saja aku senang tak terkira, karena aku mendapatkan tambahan koleksi berupa dua prangko berikut ini:

View this post on Instagram

Tambah koleksi #prangko #stamp

A post shared by Feriska Drajat (@farijsvanjava) on

Isi amplop tersebut tak lain tak bukan ialah tas kecil berbentuk Doraemon sebagaimana kutunjukkan dalam foto paling atas. Bagus sekali, bukan? Jadi di depannya berbentuk serupa perut Doraemon yang berkantong \kantongnya beneran kantong loh ya\ sementara di bagian belakang bergambar kepala Doraemon yang lucu.

Kepada pengirimnya, aku ucapkan terima kasih banyak. Semoga Tuhan membalas amal kebaikanmu. Dan tidak kekanak-kanakan kok mengirim barang semacam ini. Apapun barang pemberian, terlebih bertema Doraemon, tidaklah terlalu kekanak-kanakan dan akan kuterima dengan hati riang.

Hari Pos Dunia

Barangkali sebagian dari kalian belum mengetahui bahwa hari ini, 9 Oktober 2013, adalah Hari Pos Dunia atau Hari Surat-Menyurat Internasional atau Hari Pos Internasional. Entah terjemahan yang baku adalah yang mana, aku pun tak tahu.

Jadi, di dalam entri Universal Postal Union di Wikipedia disebutkan bahwa pada tanggal 9 Oktober 1874 didirikanlah General Postal Union, yang kemudian berubah nama menjadi Universal Postal Union. Tujuannya salah satunya adalah demi penyeragaman tarif pengiriman pos ke seluruh dunia.

Bagaimana kisahnya Universal Postal Union (Kesatuan Pos Sedunia) ini menjadi badan khusus di PBB, aku pun tidak tahu. Yang jelas, si UPU ini menyebut tanggal hari ini sebagai World Post Day. Jadi, selamat Hari Pos Dunia, Saudara!

NB.
Tepat hari ini aku mengirimkan sebuah surat dan menerima sebuah surat lainnya. Meski bukan dari dan ke mancanegara, setidaknya dari dan ke luar kota. Siapa mau berkirim surat denganku?

Surat Perangko

Entahlah. Aku menjadi sedikit pesimistis dengan nasib perperangkoan di Indonesia. Betapa tidak, Saudara. Sudah ada dua surat berperangkoku yang ketahuan tidak (atau belum) tiba di alamat tujuan.

Sudah pula banyak laporan yang datang kepadaku, mengabarkan bahwa bahkan petugas pos pun banyak yang menyatakan pengiriman surat menggunakan perangko menghasilkan ketidaktentuan waktu penyampaian. Kadang lama, kadang sebentar. Tak sedikit yang raib entah kemana.

Apakah benar demikian?

Pembuat Tawa Sore Ini: Wanita

Sore ini pun rupa-rupanya ada saja yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

The Panasdalam Bank – Wanita

Wanita.. wanita.. karenamu lahirlah manusia
Wanita.. wanita.. menirumu jadilah waria
Wanita.. wanita.. karenamu lahir majalah dewasa
Wanita.. wanita.. tidak semua pakai mukena

Tetapi tanpa wanita Adam hidupnya sunyi
Tetapi karena wanita aku ada di bumi

Wanita.. wanita.. tidak semua aktif PKK
Wanita.. wanita.. pahlawanmu harum namanya
Wanita.. wanita.. tidak semua Dharma Wanita
Wanita.. wanita.. punya toilet khusus wanita

Tetapi tanpa wanita Adam hidupnya sunyi
Tetapi karena wanita aku ada di bumi

Wanita.. wanita.. tahu banyak soal tetangga
Wanita.. wanita.. atur-atur soal belanja
Wanita.. wanita.. ibuku juga seorang wanita
Wanita.. wanita.. istriku juga seorang wanita

Tetapi tanpa wanita Adam hidupnya sunyi
Tetapi karena wanita aku ada di bumi

Ada pula sore ini membuatku senang. Tiba-tiba saja terdapat sepucuk surat, yang katanya dari Kantor Pos Kotagede Yogyakarta, ini di atas meja kerjaku. Wanita, terima kasih atas sore yang menyenangkan.

Halusinasi Prangko

Kalian tahu apa yang menyenangkan ketika sedang sakit flu? Seperti yang pernah kusebutkan dalam postingan Sekseh beberapa waktu yang lalu, jawabannya adalah halusinasi.

Tentu saja yang sering kualami adalah halusinasi indera penglihatan. Ketika sedang berbaring dalam rangka menangkal derita akibat suhu badan yang tinggi (akibat sakit flu yang bersangkutan), seringkali aku melihat suatu penampakan. Kadang kala berupa seorang gadis yang sedang meringis, kadang kala berupa kereta kuda yang melaju kencang, kadang kala pula berupa purnama meringis, eh, purnama merona. \Kan ada pula ungkapan “purnama kesiangan”?\

Pada kesempatan sakit flu kali ini, yang sering kupunyai adalah halusinasi indera pendengaran. Pada saat membuang hajat, sering kudengar secara halusinasi suara kucing-kucing sedang merayu minta makan. Kan kalian tahu maksudku? Tidak ada itu kucing-kucing di sekitar tempatku membuang hajat; sudah aku periksa ulang dengan menanyakannya kepada tetangga.

Ketika sedang kuketik postingan ini pun, telingaku seolah-olah sedang menangkap getaran suara pedang terayun. Beberapa kali aku tengok ponsel ‘smart’-ku, mana tahu itu adalah raungannya yang menandakan suatu pesan atau surat telah sampai kepadanya. Ternyata hal itu \atau ini?\ hanyalah halusinasi. Lanjutkan membaca “Halusinasi Prangko” →

Surat Kotak Teruntuk Adinda: Apa Kabar, Usia?

Dear Amela di Kota Semerbak,

Setelah menyimak apa yang dikau katakan di sini, aku pun lantas meninjau ulang apa yang sudah menjadi patokanku, yaitu ‘nilailah buku dari sampulnya’.

Bahwasanya seseorang berpenampilan sebagaimana penampilannya terwujud adalah dengan penuh harap agar orang lain menilai dia sesuai dengan penampilannya tersebut. Maka beginilah aku, seorang lelaki yang sering disebut ‘si manusia akar’ atau ‘lelaki kambing’ hanya karena terdapat segumpal jenggot pada daguku.

Sejatinya aku hanyalah ingin dihargai dan dinilai lebih dewasa daripada yang sebenarnya, Amela. Tak ingin aku disebut sebagaimana kedua sebutan di atas. Karena bagaimanapun sebutan yang terakhir tersebut membuatku tiada merasa aman berkelana pada saat-saat menjelang Idulkurban seperti sekarang ini. Lanjutkan membaca “Surat Kotak Teruntuk Adinda: Apa Kabar, Usia?” →

Si Gadis Nakalku

Aku tidak menampakkannya, tapi sebenarnya aku terus memikirkan dirimu.
Aku mengabaikanmu, tapi sebenarnya aku terus memikirkanmu.
Sebenarnya…
Sebenarnya aku terus memikirkanmu.

Aku menyukaimu, karena kau polos seperti awan putih di langit yang biru.
Aku menyukaimu, karena kebaikanmu tak terbatas seperti lautan.
Saat jenggotku dipotong terlalu pendek, aku malu untuk menatapmu.
Aku diam-diam melihat wajahmu.
Aku mulai berpikir, bagaimana nantinya kalau kau jadi membenciku.

Warna apa yang kau sukai?
Makanan apa yang kau sukai?
Pakaian apa yang kau sukai?
Musik apa yang kau sukai?
Orang seperti apa yang kau sukai?
Aku benar-benar ingin bertanya kepadamu.

Ketika itu kau ada di dekatku.
Ketika itu kau ada di tempat dimana kau bisa mendengarku.
Tapi aku tidak mengatakan apapun padamu.
Aku mengatakan segalanya dalam hatiku.
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Ratusan kali.
Ribuan kali.
Seperti tidak cukup aku mengatakannya.

Kini malam sudah berakhir.
Langit semakin cerah.
Cahaya yang masuk dari sela gorden jatuh menyinari wajah ini.
Aku tahu kau ada di sana, dan aku bisa menyentuh hatimu.
Aku tahu aku hanya harus meminangmu, dan kau akan di sana menerimaku.
Aku tahu aku hanya harus berusaha, dan kau ada di sana untuk menyemangatiku.
Dan jantungku akan berdetak lebih kencang.

Aku tidak membutuhkan impian.
Aku tidak memiliki harapan apapun.
Aku hanya ingin bersamamu.
Karena itu, jangan lepaskan aku.
Sebenarnya, aku tidak kuat.
Aku mudah kesepian.
Jadi, kumohon, jangan lepaskan aku.
Kumohon jangan pernah melepaskanku.

“Akankah kita bertemu suatu hari?”
“Akankah aku bertemu lagi denganmu?”
Saat aku memikirkan hal itu, jantungku berdetak kencang.

Seperti harta yang berharga, aku menyembunyikan perasaanku ini.
Aku selalu merahasiakannya, tapi aku terus memikirkanmu.
Aku mengabaikanmu, tapi sebenarnya aku terus memikirkanmu.
Sebenarnya, aku terus memikirkanmu.

//Terinspirasi dari dorama Jepang My Sassy Girl “Ryokiteki na Kanojo”//

Surat Peringatan

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama
: Farijs van Java

Status
: Bujang Tampan Terteror

(untuk selanjutnya disebut BTT)

memberi peringatan kepada:

Nama
: Jablay Rang Kardjo

Nomor Ponsel
: +6281952539267

Status
: Sinting Tak Terperi

(untuk selanjutnya disebut STT)

agar menghentikan perbuatan nistanya meneror BTT.

Apabila dalam kurun waktu 10 menit sejak Surat Peringatan ini ditetapkan STT tidak menghentikan perbuatannya tersebut di atas, BTT tidak segan-segan menyuruh para anggota FvJFC untuk balik meneror STT.

Demikian Surat Peringatan ini dibuat untuk diperhatikan.

Ditetapkan di Jakarta
pada hampir tanggal 16 Juli 2008

Bujang Tampan Terteror,

Ttd

Farijs van Java

Surat Tugas

SURAT TUGAS
NOMOR ST-5.000.000/FVJFC/WP/2008

======================================

Kami pejabat yang bertanda tangan di bawah ini memberikan tugas kepada:

Nama
: Farijs van Java
NIP
: 0.0000000001
Pangkat / Golongan
: Sersan merangkap Kopral / Putih
Jabatan
: Blogger Kurang Kerjaan

untuk mengikuti Diklat Prajabatan Golongan Putih Periode I Tahun Anggaran 2008 yang akan diselenggarakan pada:

Tanggal
: 17 s.d. 26 Juli 2008
Pukul
: 00.00 s.d. 23.59 WIB
Tempat
: Jagakarsa, Jakarta Selatan

dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Sebelum melaksanakan tugas, segera selesaikan pekerjaan memosting postingan tidak penting yang bersifat mendesak dan menyerahkan pekerjaan memosting postingan yang agak penting kepada atasan langsung sebagai penanggung jawab sehari-hari;
  2. Menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

Demikian untuk diperhatikan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Dikeluarkan di Jakarta
pada tanggal 15 Juli 2008

Ketua Umum Farijs van Java Fans Club

Ttd

Mr. X

Tembusan:
Administrator WordPress