Solus

Baru tahu hari ini, kalau ada satu distro GNU/Linux yang tampaknya sedang naik daun \macam ulat\. Yakni distro yang bernama Solus, yang logonya unik dengan gambar semacam roket sebagai penggantu huruf “l” pada namanya. Barangkali nama Solus ini semacam parodi dari roket Soyuz (@ Wikipedia), ya?

Screenshot dari desktop Solus (solus-project.com).

Lihatlah tampilan dari sistem operasi Solus ini. Cantik, bukan?

Distro ini menggunakan Budgie desktop, yang kodenya ditulis dari nol alias bukan garpu-an dari proyek lain. Cantik sih, ya. Tetapi sepertinya masih dalam pengembangan yang intensif. Masih beta, jadi belum berani coba. Kita tunggu saja kabar baik selanjutnya.

Kabarnya distro ini dulu bernama “evolve os” yang entah bagaimana kemudian berganti nama menjadi Solus. Entah ada kaitannya dengan SolusOS yang sudah diskontinyu itu atau tidak, aku pun tidak tahu. Sepanjang hari ini belum kutemukan informasi terkait.

Jack Wallen di techrepublic.com menambahkan Solus di nomor empat pengganti alternatif dari sistem operasi Windows. Dan kalau di lihat di DistroWatch.com hari ini, Solus menduduki peringkat ke-39 urutan distro paling popular.

Solus di DistroWatch.com
Solus di DistroWatch.com

Menjawil Layar Jawil

Apabila kalian adalah pengikut sesat setia blog semangat ini sejak semula, tentunya mafhum bahwa aku telah beberapa kali menyinggung perihal teknologi hubungan. Seperti halnya pernah kutuliskan dalam “Tangan = Masa Depan Kita“, “Teknologi Visual Semakin Maju“, maupun “Interaksi Digital“, aku berpikiran bahwa masa depan dunia ini akan semakin aneh.

Berkaitan dengan perihal di atas, semenjak ulen-ulen \yaitu istilahku untuk menyebutkan bagian trackpad\ pada BeriBeri-ku rusak sehingga dengan demikian menyebabkanku dengan sangat terpaksa menggunakan layar jawilnya untuk melakukan pengarahan alias navigasi, maka aku pun kembali memikirkan bahwa masa depan akan semakin aneh.

Betapa tidak, segala perangkat komunikasi, dekak-dekak modern alias komputer, perangkat hiburan penglihatan, hampir memang akan tetapi mesti, segala pengembangannya lebih banyak diarahkan untuk melatih keterampilan jari-jari kita dalam menjawil. Kan?

Padahal aku tahu dengan pasti \karena aku mengalaminya sendiri\ bahwa menggunakan ulen-ulen untuk melakukan pengarahan sudah jelas-jelas lebih mudah dan lebih menghemat tenaga dibandingkan dengan menggunakan keseluruhan bidang luas pada layar jawil. Dengan ulen-ulen maka seluruh pelosok layar dapat “kujawil” dengan jauh lebih sedikit pergerakan jempol dibandingkan dengan menjawil seluruh pelosok layar tersebut secara nyata.

Aku memang pencinta kemudahan. Siapa tidak menyukai kemudahan dan keindahan, coba? Bagiku, berdiam diri jauh lebih menghemat energi daripada bergerak. Kan?

Itulah sebabnya, alih-alih menggunakan landasan jawil pada Nova, aku lebih suka menggunakan jendol-jendol merah di tengah-tengah papan ketiknya. Karena bagiku hal itulah pangkal “kedayagunaan adalah cermin penghematan.” Lagipula, bukankah hemat pangkal kaya?

Penampang Papan Ketik pada Nova
Penampang Papan Ketik pada Nova

dd

Papan Optimus Maximus

Beberapa dari kalian barangkali sudah mengetahui bahwa aku menyukai benda-benda maupun perkakas teknologi yang unik dan tidak banyak diketahui orang. Berikut ini aku menemukan satu lagi benda yang dapat digolongkan ke dalamnya.

Adalah papan ketik bernama Optimus Maximus yang aku temukan dari sebuah situs toko daring yang eksklusif TouchOfModern (silakan daftar melewati tautan ini). Bagaimana rupa papan ketik ini hingga menarik minatku? Beginilah ia, Saudara:

Optimus Maximus keyboard
Optimus Maximus keyboard (www.artlebedev.com)
Optimus Maximus
Optimus Maximus (www.touchofmodern.com)

Jadi papan ketik ini, Saudara, adalah terdiri atas tombol-tombol sebagaimana lazimnya papan ketik untuk komputer biasa ditambah beberapa tombol yang dapat kita kustomisasi semau kita. Bahkan semua tombol-tombolnya dapat kita kustomisasi tak hanya fungsinya melainkan pula tampilannya. Bagaimana bisa? Lanjutkan membaca “Papan Optimus Maximus”

Masa Depan yang Aneh

Banyak orang memikirkan dan membayangkan bagaimana teknologi menguasai kehidupan manusia di masa depan. Ada yang membayangkan kelak kita akan tinggal di gedung-gedung yang melayang, ada yang membayangkan kelak kita punya peliharaan berupa robot, ada pula yang membayangkan kelak kita mandi tidak pakai air lagi.

Sah-sah saja memikirkan masa depan semacam itu. Mengapa?

Lantas bagaimana halnya dengan masa depan yang penuh dengan augmented reality? Barangkali pemikiran ini yang belakangan tenar karena kedatangan Kacamata Google.

Berikut ini adalah sebuah video dari Sight Systems yang dapat memudahkan pembayangan kita bagaimana kelak masa depan umat manusia apabila konsep aplikasi, permainan video, dan augmented reality yang menjadi primadona:

Kalau demikian yang benar-benar terjadi di masa depan, dunia ini bukanlah lagi sandiwara seperti yang dilagukan Nike Ardila melainkan adalah permainan.

Baca juga tulisan yang berkaitan berikut ini:

Ide Sidik Jari

Aku bertanya-tanya, bagaimanakah asal-usul istilah “sidik jari” hingga menjadi alih bahasa dari istilah “finger print”?

Pada beberapa model komputer jinjing zaman sekarang, tertanamlah sebuah alat yang dapat membaca sidik jari. Fungsinya adalah sebagai fitur keamanan komputer jinjing tersebut. Tidak adakah yang memiliki ide untuk menggunakannya sebagai salah satu alat pintasan? Misalnya dengan menggosokkan sidik jari telunjuk tangan kiri ke alat pembaca sidik jari tersebut maka akan terbuka program pengolah kata. Kan bagus kalau begitu? Atau fitur semacam ini sebenarnya sudah ada tetapi aku tidak/ belum tahu saja?

Mengagumkan betapa Tuhan menciptakan segenap umat manusia dengan sidik jari yang berbeda-beda. Kan begitu?

 

Cetakan Matari

Kalau melihat tayangan video berikut di bawah ini, pikiranku bisa melayang ke mana-mana. Bisa pula jadinya berhalusinasi tentang beragam hal.

Salah satu ranah di mana pikiranku melayang-layang di atasnya seperti capung itu adalah undangan/ surat. Dengan segenap jiwa usilku yang tersohor, ingin rasanya aku mengerjai para kaum kerabat dan handai tolan dengan menuliskan ini secara besar-besar di amplop undangan/ surat:

“BACALAH BAIK-BAIK UNDANGAN/ SURAT INI HANYA DI BAWAH TERIK SINAR MATARI. NIKMATILAH DAN RASAKAN ANUGERAH YANG TELAH DIBERIKAN TUHAN KEPADA KITA.

SELAMAT GOSONG.”

NB.
Bagi kalian yang tidak bisa melihat tayangan video di atas, bayangkan saja bahwa kalian telah menyaksikan di sebuah lembaran kertas akan timbul tulisan berwarna-warni apabila terkena sinar matari. Sekian.

Interaksi Digital

Kalian punya tangan, kepala, dan perangkat komputer, Saudara?

Senada dengan postinganku beberapa waktu lalu mengenai Tangan = Masa Depan Kita dan Teknologi Visual Semakin Maju, berikut ini aku beritakan kepada kalian bahwa telah ada cara baru untuk berinteraksi.

Disebut sebagai Leap, alat ini dikatakan sebagai alat untuk berinteraksi dengan komputer secara benar-benar baru, tidak perlu lagi menggunakan tetikus, papan tik, bahkan layar sentuh. Silakan menyaksikan video berikut untuk melihat demonstrasinya, atau untuk mengetahui lebih lanjut, hubungi saja situs resminya.

Setelah melihat video di atas, yang kubayangkan adalah layar-layar transparan dalam film The Avengers atau Iron Man. Bisa jadi alat ini adalah sebuah awalan menuju ke arah sana. Kan begitu?

Akan tetapi, Saudara, tetap saja aku masih saja berpikir bahwa cara berinteraksi semacam itu sungguh akan melelahkan tangan. Kan lebih mudah mengetik atau bermain sebuah permainan menggunakan tetikus dan papan tik sehingga lengan dapat disandarkan di atas meja?

Nah, satu lagi yang ingin aku beritakan kepada kalian, Saudara. Lanjutkan membaca “Interaksi Digital”

Tempat Roti dan Gambar Mini

Inilah tempat rotiku.

Monsuta membawa roti
Monsuta membawa roti

Foto di atas aku padatkan menggunakan layanan JPEGmini. Kan sudah pernah aku beritahukan kepada kalian perihal ini? Silakan membaca lagi postingan Mini Kecil kalau kalian tidak ingat.

Sekarang JPEGmini sudah tersedia aplikasinya. Baru khusus Mac OS X saja sih. Sudah tersedia di Mac App Store. Akan tetapi aplikasi ini berbayar, Saudara sekalian. Aku sungguh kecewa sekaligus menyayangkan. Akankah fasilitas di situs webnya dalam masa kedepan berbayar juga? Jangan sampai itu terjadi, Saudara-saudara! 😀