Rambut yang Melelahkan

Sudah dari kemarin-kemarin ingin kutunjukkan video ini kepada kalian. Tahu Alaa Wardi, kan? Nah, di video ini dia curhat mengenai rambut gondrongnya. Haha!

Seandainya aku lebih kreatif, barangkali aku pun ingin membuat semacam lagu tentang rambutku begitu, Saudara. Haha!

Si Alaa Wardi ini katanya sering dikata-katai seperti kera atau seperti manusia gua gara-gara rambutnya yang “begitu”. Haha. Sejatinya aku ingin rambutku gondrong seperti rambutnya. Tetapi kata si Alaa rambutnya yang begitu itu sungguh melelahkan. Meski begitu, tetapi dia tidak ingin mencukur rambutnya. Haha!

Jadi lewat video itu si Alaa meminta kita mencari solusi perkara rambutnya yang sering mengganggunya itu. Haha. Bagaimana? Kalian ada ide?

That’s Life, Allegedly

Kupikir lagu paling cocok untuk bulan Juli ini adalah lagunya Eyang Frank Sinatra berjudul “That’s Life”, Saudara.

That’s life (that’s life), that’s what all the people say
You’re ridin’ high in April, shot down in May
But I know I’m gonna change that tune
When I’m back on top, back on top in June

I said that’s life (that’s life), and as funny as it may seem
Some people get their kicks stompin’ on a dream
But I don’t let it, let it get me down
‘Cause this fine old world, it keeps spinning around

Sudah sejak empat hari lalu lagu ini kuputar-putar terus berulang kali, \seperti bumi ini yang terus menerus berputar, kan?\ kudengarkan dan kunyanyikan tiada bosan-bosannya. Memang benar apa kata orang, oldies never die.

I’ve been a puppet, a pauper, a pirate, a poet, a pawn and a king
I’ve been up and down and over and out and I know one thing
Each time I find myself flat on my face
I pick myself up and get back in the race

Dalam hidup, kadang kita merasa sedang di atas, kadang pula kita di bawah. Kadang kita buka puasa dengan sekuali spageti, kadang pula hanya dengan sebiji kurma. Tetapi seperti kawanku si Imam, mari kita mengusahakan agar selalu berbuka dengan si yang manis.

That’s life (that’s life), I tell you I can’t deny it
I thought of quitting, baby, but my heart just ain’t gonna buy it
And if I didn’t think it was worth one single try
I’d jump right on a big bird and then I’d fly

Lanjutkan membaca “That’s Life, Allegedly”

Pengaruh Hobi Pulpen

Apabila kalian sedang “menganggur”, cobalah menyimak video berikut ini:

Tuh, kan. Si Brian Goulet aja bilang kalau kaos berkerah juga nyaman dikenakan. Tak mengapalah kalau terkesan kebapak-bapakan atau keom-oman. 😀

Perhatikanlah pertanyaan pertama tentang bagaimana meyakinkan orang-orang bahwa pulpen (fountain pen) itu berharga dan layak.

Kalau aku, biasanya aku coba pamerkan pulpen-pulpenku. Aku biarkan mereka memeganginya, mencobanya untuk menulis. Ah, andaikan ada tersedia banyak pulpen-pulpen murah di sini, tentu aku takkan enggan untuk memberikannya cuma-cuma kepada orang yang benar-benar antusias. Bagaimana?

Pintu Kemana Saja

Sudah sejak bulan lalu sejatinya aku ingin memosting perihal ini, Saudara. \Karena puasa, barangkali sebagian orang akan sedikit ofensifisasi kurang berkenan.\

Kan kalian tahu aku adalah penggemar Doraemon? Kalian tahu pula kalau malam ini tepat di langit akan ada bulan (moon) yang berbentuk persis seperti kantong ajaib 4-matranya? Maka ingin kusampaikan pula kepada seorang gadis di luar sana, bahwa kita tidak bisa selalu bergantung pada Pintu Kemana Saja.

Apapun perkara kalian, cobalah hadapi sesekali. Jangan kabur terus-terusan. Haha. Aku akan ingat postingan ini pada Jumat depan. 😀

Jadi video di atas adalah PV-nya Doko Demo World-nya Ken Tanaka Band. Kalian tahu Ken Tanaka? \Bukan yang di Glee, woi!\ Dia adalah makhluk nyentrik yang mengarang buku “Everybody Dies: A Children’s Book for Grown Ups“. Buku itu sungguh menyentuh sekali, Saudara. Betapa semua makhluk akan meninggal. Di buku itu dikatakan beberapa orang berusaha menghindari kematian. Beberapa orang malah mencoba “bermain” dengan kematian. Sedangkan yang lain justru tak bisa menunggu kematiannya sendiri \bunuh diri\.

doko demo dowa ga attari, nakattari suru kara yo
(kita tidak bisa selalu mengandalkan Pintu Kemana Saja)

Sebuah lagu yang ringan didengar, ringan pula dilagukan. Tetapi memiliki makna filosofis yang teramat mendalam. Halah. Ini dia versi lain:

Selamat berak hir pekan!

Doraemon, Membuat Mimpi Jadi Nyata

Kalian sudah tahu lagu tema Doraemon ini?

Iseng-iseng aku terjemahkan lagu ini ke dalam bahasa Indonesia:

Selalu selalu kugambar kugambar di dalam hati
Sebuah peta dunia milikku sendiri membawa mimpi
(Baling-baling bambu!)

Terbang di angkasa, melintasi waktu, bahkan ke negeri jauh
Ayo kita pergi sekarang tinggal kita membuka pintu
(Pintu ke mana saja!)

Ketika ‘ku dewasa akankah kulupa semua
Saat itu terjadi, mari kita ingat-ingat

Syalalala, di dalam hatiku
Ada mimpi y*ng bersinar selalu
Doraemon, membuat jadi nyata dengan kantong ajaib

Syalalala, mari kita bernyanyi
Ayo semua bergandengan tangan
Doraemon, memenuhi seluruh dunia dengan mimpi-mimpi

** Lanjutkan membaca “Doraemon, Membuat Mimpi Jadi Nyata”

Huruf Gerak

Aku suka dengan huruf. Aku suka dengan rangkaian acak huruf-huruf. Maka aku pun suka dengan film-film animasi pendek berikut:

Aku pernah dua kali bermimpi dikejar-kejar oleh suatu makhluk menyerupai manusia dengan tubuhnya berupa susunan huruf-huruf Bookman Oldstyle. Pada waktu itu memang aku sedang sibuk-sibuknya menyusun dokumen dengan menggunakan huruf itu.

Silakan saja kalian nikmati animasi, juga buah karya Chris Gavin, berikut ini:

Bagaimana?

Oh, Amelia (Video)

Kan kalian sudah tahu lagu dendanganku beberapa waktu lalu bertajuk Oh Amelia? Apabila belum tahu, atau sudah tahu tetapi ingin bernostalgila dengan lagu tersebut, baiklah akan kusajikan sebuah video clip dari Dhea Ananda berikut di bawah ini. Selamat berkarokowe, eh, karaoke. 😀