Obrolan Pekan Ini: Kacang Ajaib

Syahdan, tersebutlah sebuah warung makan di tepi jalan. Jalan tersebut ramai dilalui oleh beragam kendaraan, mulai sepeda motor, bajaj, angkot, hingga kuda kepang. Sementara itu warung makan tersebut selalu ramai dikunjungi oleh beragam orang, mulai karyawan pabrik, pegawai pemda, mahasiswa, hingga tukang odong-odong.

Bapak penjaga warung tampak sedang melayani seorang mahasiswa langganannya. Selain terkenal ramah dan tidak pelit, bapak penjaga warung juga terkenal akan celotehan jenakanya. Hatta mulailah perbincangan antara bapak penjaga warung dengan mahasiswa langganannya yang hendak makan siang.

Bapak Penjaga Warung: “Mau sayurnya apa, Mas?”

Mahasiswa Langganan: “Wah, apa ya, Pak? Oseng kacang panjang saja, deh.”

Bapak Penjaga Warung: “Oh, oseng kacang ajaib aja?”

Mahasiswa Langganan: “Kok ajaib, Pak? Bagaimana bisa Bapak berbicara semacam itu? Apakah nanti tidak takut ditangkap pasukan raja?”

Bapak Penjaga Warung: “Lha yo ajaib, tho. Mau dipotong seberapa kecil pun, tetap saja disebut panjang.”

Mahasiswa Langganan: “Ah, Bapak bisa saja.”

Begitulah kiranya, keadaan sehari-hari warung makan di tepi jalan. Apabila Saudara sekalian kebetulan lewat di jalan tersebut, sudilah kiranya untuk mampir di warung makan tersebut untuk sekadar minum dan melepas penat.

Obrolan Pekan Ini: Bule Afrika

Kejadian ini berlangsung pada suatu Ahad siang di sebuah jalan raya kawasan Jakarta Timur. Pada saat itu udara cukup sejuk karena baru saja hujan berhenti turun. Seorang pemuda berjalan di trotoar sambil menelepon. Entah siapa pula yang diajaknya berbicara lewat telepon genggamnya itu. Sesekali sang pemuda melihat hilir mudik arus lalu lintas di sebelahnya. Sebuah angkot yang sedang melaju kencang pun tak luput dari lirikannya.

Maka kejadian ini pun pindah tempat di dalam angkot. Angkot ini ternyata sudah penuh. Di depan ada dua orang dewasa dan satu anak kecil di depan. Itu sudah termasuk supirnya. Sementara itu di bagian belakang terdapat dua belas orang dewasa dan satu anak kecil. Anak kecil yang terakhir ini dipangku oleh ayahnya yang duduk berhadap-hadapan dengan ibunya. Sementara itu, di samping ibunya duduklah seorang pria yang sepertinya adalah paman dari si anak kecil tadi.

Terjadilah percakapan berikut ini:

Anak Kecil: “Gerah nih, Yah.”

Ayah: “Gerah, ya?”

Ibu: “Sini Ibu lap.” \Mengeluarkan tisu dari dalam tasnya, lantas mengelap muka si anak yang bercucuran keringat.\

Paman: “Ah, lu adem-adem gini, gerah. Dulunya tinggal di Afrika, yak?”

Kejadian di angkot ini kusaksikan langsung dengan kedua belah telingaku sendiri yang lantas membuat gatal telinga kananku dan menjadikan panas telinga kiriku. Karena apa? Karena ada kejanggalan dari percakapan di atas. Kan begitu? 😀

Obrolan Pekan Ini: Putri Ninja

Seorang ninja pada suatu malam menyelinap ke dalam sebuah rumah pasangan pengantin baru. Karena berpakaian serba hitam, dengan mudah ia bersembunyi di balik bayangan di lorong dekat kamar.

Sang ninja kemudian mengerahkan tenaga dalamnya demi melakukan jurus Laba-Laba Menunggu Mangsa dan lantas menempel di langit-langit lorong. Dengan menggunakan ilmu Mendengar Semut Berbisik di Dalam Liang, dia mencuri dengar percakapan suami-istri tersebut.

Istri: “Mas, anak kita nanti bakalan dinamain apa?”

Suami: “Namain apa, ya?”

Istri: “Gimana kalo kita namain Anugerah aja? Kan keren, tuh. Anugerah kayak yang di sinetron itu, loh.”

Suami: “Hmm… Jangan Anugerah, ah. Kurang bagus. Gimana kalau Putri aja?” Lanjutkan membaca “Obrolan Pekan Ini: Putri Ninja”

Obrolan Pekan Ini: Bukti Pembayaran Kuliah

Seorang remaja putri sedang bercakap-cakap dengan kawan semasa SMA-nya dulu via telepon seluler. Rupanya si kawan ini baru saja menyelesaikan studinya di salah satu universitas swasta terkenal (karena bahkan presiden Amerika Serikat pun mengiklankannya) dan sedang sibuk mencari pekerjaan.

“Eh, di tempat lo ada lowongan kerja kagak?”

“Emang lo lulusan apaan? Ntar kalo ada gue kabarin deh.”

“Gue lulusan kuitansi.”

Begitulah. Maka remaja putri itu pun sejatinya sadar bahwa kawannya tersebut tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan.

Obrolan Pekan Ini: Bayarlah Memakai Kartu

Seorang lelaki eksekutif muda berpenampilan trendi memasuki sebuah kafe pada suatu siang yang terik. Setelah duduk, memesanlah ia kepada pelayan kafe akan beberapa hidangan yang tertera dalam buku menu.

“Mbak, saya pesan nasi goreng spesial pakai telur dadar, ya.”

“Minumnya, Pak?”

“Minumnya… es teh manis gak pakai gelas, Mbak.”

“Baiklah, Pak. Mohon tunggu sebentar. Hidangan akan segera kami sajikan.”

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Silakan klik di sini untuk mengetahui kelanjutannya.

Obrolan Pekan Ini: Lebih Djadoel Mana?

Dua orang remaja paruh baya berdebat mengenai perangkat elektronik siapa yang lebih canggih.

Satu dari mereka yang adalah juga pemilik sebuah tablet (bukan sejenis obat) mengejek satu orang lainnya yang hanya memiliki sebuah netbook:

“Ah, kuno banget sik pake gituan? Udah kagak jaman, coy. Sekarang tuh jamannya pake tablet…”

Yang diejek itu rupa-rupanya dapat berkelit dengan melontarkan kata-kata:

“Ah, kunoan mana, coba? Tablet kamu itu tuh diciptain jauh sebelum ditemukannya keyboard. Produk djadoel banget berarti.”

Begitulah, akhirnya remaja paruh baya pemilik tablet tersebut membungkam mulutnya dan tiada lagi menyombongkan barang kepunyaannya.

Obrolan Pekan Ini: Tawaran Sadis

Seorang ibu paruh baya terlihat sedang gencar melakukan penawaran pada sebuah tenda yang menjual baju-baju daster di pasar minggu pagi di sebuah kampus di Yogyakarta. Berkali-kali ibu tersebut menawar beberapa baju yang menjadi idamannya.

Ibu Paruh Baya: “Kalau yang ini berapa?”

Penjual: “Yang ini Empat puluh ribu, Bu.”

Ibu Paruh Baya: “Mahal amat. Sepuluh aja, ya.”

Penjual: “Boleh. Tapi hapenya ditinggal ya, Bu.”

NB.
Penjual adalah ia orangnya perempuan yang menyimpan kekesalan dalam hati akibat barang dagangannya ditawar-tawar rendah sekali tetapi tetap dapat mengumbar senyum demi menarik pembeli.

Obrolan Pekan Ini: Bulan Sesuatu

Purnama Memudar
Purnama Sesuatu Banget

Seorang bapak pelanggan sebuah bank swasta nasional marah-marah di meja customer service. Ia mengajukan komplain kepada seorang perempuan pegawai bank yang dinilainya lamban dan tidak becus bekerja.

“Mbak ini gimana sih? Baru ya di sini? Ngurus gitu aja lama!”

Dengan tenang pegawai bank yang dipanggil “Mbak” itu pun menjawab dengan logat Sundanya yang ramah sembari tersenyum. Lanjutkan membaca “Obrolan Pekan Ini: Bulan Sesuatu”

Obrolan Pekan Ini: Lebaran Ala Facebook

Rekan A: “Liburan lebaran kemarin kemana aja, Pak?”

Rekan B: “Ah, kalau saya sih di rumah aja. Mantengin Facebook.”

Rekan A: “Loh?”

Rekan B: “Lha iya. Kan sudah ada teman-teman yang ngasih Laporan Pandangan Mata di Facebook. Jadi saya tinggal turut merasakan saja mereka jalan-jalan kemana.”

Rekan A: “Wah, pintar juga Bapak. Ngirit ongkos.”

Rekan B: “Ya iyalah. Lha wong saya…”