Selamat

Haha. Pagi ini mendapatkan email dari WordPress. Isinya mengenai 2011 in blogging.

2011 in blogging
2011 in blogging

Darinya aku diberi tautan menuju sebuah laman yang unik dan cantik, berisi pencapaian-pencapaian (wrap-up, boleh dikata) blog ini di tahun 2011. Bagus sekali. Penuh parallax, ada pula jQuery plugin yang dapat menampilkan animasi kembang api yang jumlahnya sesuai dengan jumlah postingan tiap tanggalnya.

Dengan ini saya nyatakan bahwa tantangan Post A Day 2011 telah dilaksanakan dengan sukses! 😀

Aplikasi WordPress Bakar

Sebelum tanggal 19 yang lalu, aku masih bisa sedikit berbangga, terlebih dengan para pengguna ponsel berbasis Android. Apa hal? Karena aplikasi WordPress for BlackBerry jauh lebih lengkap fiturnya dibandingkan WordPress for Android.

Hingga tibalah tanggal 19 Desember, perbanggaanku pun memulai babak baru. WordPress for Android telah dimutakhirkan menjadi jauh lebih kaya fitur hingga mengalahkan WordPress for BlackBerry yang kupakai karena tidak juga ikut dimutakhirkan.

Lantas kemudian kejadian ini pun terjadi. Baru saja aku mendapatkan celaka. WordPress for BlackBerry-ku kembali rewel sehingga segala rancangan posting (local draft post) yang telah susah payah kubuat harus kembali lenyap ditelan dinginnya ruangan. Salah satunya adalah sebuah rancangan posting yang sejatinya telah kuniatkan untuk kupublikasikan sore ini. Lanjutkan membaca “Aplikasi WordPress Bakar”

Gerobak Rambut

Gerobak Rambutan
Gerobak Rambutan

Sejatinya aku ingin memosting foto kudapan sore ini, Saudara. Namun apa boleh buat, fotonya masih tetap yang itu-itu juga: sereal cokelat yang sedang berkubang di mangkok penuh susu cokelat.

Maka jadilah sore ini kuposting foto yang setiap pagi kujumpai ketika berangkat ke kantor: gerobak penuh rambutan! Selamat mencicipi. 😀

Masih Beberapa

Masih beberapa hari lagi hingga aku mengkhatamkan tantangan Post A Day 2011, Saudara. Kira-kira tahun depan ada tantangan apa lagi, ya?

Tertarik juga dengan Project 365 ini. Tapi sepertinya aku tidak akan mengikuti. Aku akan lain sendiri. Aku akan membuat program tandingan, yang kuberi nama Project 366. Haha. Siapa nak ikot? 😀

Berbahasa Rasa

Sungguh sedih rasanya ketika aku menyaksikan beberapa kawan jauh lebih bisa berekspresi dan beremosi menggunakan bahasa linggis dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia. Padahal bahasa ibu mereka, bahasa sehari-hari mereka, bahasa lingkungan mereka, adalah jelas-jelas bahasa Indonesia. Sebegitu miskin ekspresikah bahasa nasional kita?

Andaikan aku bisa bertutur, menumpahkan segenap perasaan dan pemikiranku, menggunakan bahasa Jawa, sudah pasti sudah kuprotes keras kawan-kawanku itu. Ah, andaikan….

Hilang

Beberapa hari ini sepertinya sedang tidak baik. Badanku. Dan juga ponselku.

Badanku? Karena kehilangan jiwa. Sakit. 😦

Ponselku? Karena kehilangan sinyal. Sial! 😦

Ah, rasa-rasanya ingin tidur di pipa bekas di taman, tempat favorit Nobita untuk tidur siang itu.

Museum Fujiko F. Fujio
Museum Fujiko F. Fujio

Ah, sial. Makin suram, dah. Ternyata Pintu Kemana Saja-nya ketinggalan di sana. Kagak bisa ke sana, dah. Buhuhu… 😀