Apalah Arti Sebuah Judul

Haha. Baru saja mendengarkan reaksi-reaksi kepedasan dari dua orang penyiar radio yang dikerjai habis-habisan oleh produser yang berkomplot dengan para pendengar setianya.

Ah, andaikan ada koneksi internet cepat dan Kyoko, komputerku, tidak sedang rusak, sudah pasti aku akan gembira sekali melihat ekspresi wajah mereka ketika mengunyah cabe rawit sembari membacakan berita. Haha.

Bermain Minecraft itu ternyata dapat menyebabkan kecanduan, Saudara. Dapat pula menyebabkan secara tanpa sadar tangan kita melakukan gerakan-gerakan semacam menggali tanah ataupun menambang batu.

Dan oleh karena Kyoko sedang sakit keras, jadilah kecanduan itu tidak memiliki penyalurannya secara layak. Maka beginilah keadaanku sekarang, dengan mulut berbusa sembari menggumamkan “dug dug dug” dan gerakan-gerakan memukul babi menggunakan obor.

Sang Sejarawan sudah memasuki Bab 15, menyebabkan aku membayangkan kejadian menyeramkan yang katanya terjadi beberapa abad lalu tentang penyulaan manusia oleh Vlad Sang Drakula. Sungguh, apabila kugabungkan dengan efek kecanduanku tadi, maka akan terciptalah citra seekor babi yang digulingkan di atas bara api, dan tentu saja itu haram dimakan dengan semur jengkol sekalipun.

Demikianlah Saudara, dalam malam keterinsomniaanku aku berharap dua orang penyiar radio kita tadi membacakan berita sembari disuruh berguling-guling di lantai studio. Sekian. Selamat mamam.

Radio Melahap Buku

Tadi malam iseng-iseng kunyalakan radio pada Kak Ria, ponselku. Sudah lama sekali sepertinya aku tidak melakukannya.

Dulu waktu kuliah aku sering mendengarkan radio. Sembari menanti waktu kuliah, atau ketika malam harinya. Utamanya acara Delta Siesta yang kemudian berubah nama menjadi Indonesia Siesta di Radio Delta FM Jakarta. Setiap hari kerja, pukul 10.00 s.d. 14.00 WIB kalau tidak salah.

Penyiar utamanya Shahnaz Haque. Kalau awal-awal ada pula Miing Bagito yang menemaninya. Lantas ada reportase dari penyiar-penyiar Delta FM beberapa kota, seperti misalnya Gilang Pambudi dari Delta FM Bandung. Aduh, kocak sekali orang itu.

Waktu awal-awal kerja, untunglah seruangan dengan ibu bos penggemar Indonesia Siesta pula. Jadi kalau waktu-waktu segitu ya di ruangan bisa menyimak ocehan-ocehannya Shahnaz Haque dan kawan-kawan via radio si ibu bos. Oke, kuakui memang seleraku beberapa tingkat di atas sewajarnya usiaku. 😀

Jadi kangen masa-masa itu. Sekarang sih sepertinya acara itu sudah tidak ada. Atau masih ada dan pindah waktu siar saja? Entahlah.

Kembali lagi di awal. Semalam iseng saja kuhidupkan radio. Loncat gelombang sana loncat gelombang sini, eh tersangkut di gelombang 92.0 FM Radio Sonora Jakarta. Sedang ada acara Lagu Legenda Nusantara, kalau tidak salah ingat.

Betul sekali, di acara itu diputarlah lagu-lagu Koes Plus dan Koes Bers. Khusus malam tadi lagu-lagu yang diputarkan semua berhubungan dengan wanita. Memperingati Hari Kartini barangkali.

Aduh, langsung merasakan nostalgila ketika lagu Oh Lala diputarkan.

Tanda mata darimu untukku
Akan selalu mengingatkanmu
Oh Lala
Oh Lala

Koes Plus – Oh Lala

Kemudian ada lagi lagunya Koes Plus dalam bahasa Jawa: Lanjutkan membaca “Radio Melahap Buku”

Salah vs Kalah

Selamat malam, pendengar setia di rumah. Masih bersama penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih mendengarkan kami di gelombang 168.22.0.1 FM, Radio CEMANGAT, radionya para pemeras keringat!

Para pendengar di rumah, akhir-akhir ini sepertinya tingkat keamanan sudah sangat mengkhawatirkan. Jadi kepada bapak-bapak dan ibu-ibu, karena hari sudah larut malam, jangan lupa untuk memeriksa dan mengunci pintu-pintu dan jendela untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Dan berikut ini sebuah lagu yang dipesan oleh keluarga Gunawan di Bekasi yang dikirimkan untuk keluarga Pak Broto di Jogja, dengan pesan: “Buka lagi, dong, losmennya.” Dan juga keluarga Gunawan juga menyampaikan salam kepada Mas Tarjo dan Mbak Pur di rumah. Selamat beristirahat. Dan inilah pendengar CEMANGAT, sebuah nomor manis untuk menemani Anda menikmati malam ini. Sebuah lagu dari Project Pop: Salah.

dua insan larut dalam asuhan asmara, oh…
dan mereka terhanyut dalam cinta yang salah

dua insan terjebak dalam cinta kedua, oh…
padahal dia punya cinta sejati di sana

yang pria merayu, wanita pun mau
dan mereka saling jatuh cinta
seakan dunia ini menjadi milik mereka berdua

adapun wanita lemah tak berdaya
sejak dulu kala t’lah dijajah pria
seperti Indonesia yang dulu pernah dijajah Belanda

Masih bersama penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Mengalah bukan berarti kalah. Dan kepada para pendengar di rumah, yang akan kirim-kirim lagu akan tetap kami ditunggu. Silakan saja telepon ke sini. Dan baiklah akan kita lanjutkan kembali lagu berikut ini.

yang pria merayu, wanita pun mau
dan mereka saling jatuh cinta
seakan dunia ini menjadi milik mereka berdua

adapun wanita lemah tak berdaya
sejak dulu kala t’lah dijajah pria
seperti Indonesia yang dulu pernah dijajah Belanda

Mengalah bukan berarti kalah. Apabila salah, akuilah. Karena tiada manusia yang sempurna, tiada pula yang berhak beraga. Tak perlu malu mengakui kesalahan. Tak perlu ragu mengungkapkan kemengalahan. Slow but sure, dewasalah. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Karena setiap pilihan dan sikap kita sekarang akan menjadi akar bagi masa depan.

Tumbuh dan berkembanglah. Karena tumbuh itu ke atas, bukan ke samping.

Mengalah bukan berarti kalah. Apabila salah, akuilah.

===

My First Online Experience

Selamat malam, Saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Masih di gelombang 168.22.0.1 FM, Radio CEMANGAT, radionya para pemeras keringat!

Saudara pendengar dimanapun Anda berada. Malam ini tampaknya sang purnama tengah merekah di keheningan malam. Cahaya terangnya tampak semakin memesona di antara bintang-bintang yang berpendar-pendar cantik di langit kelam.

Berbicara masalah bintang-bintang, marilah kita simak sejenak sebuah judul lagu djadoel berikut ini. Sebuah nomor manis yang kiranya akan menambah ketenteraman hati Anda sekalian dalam beristirahat bersama sang juwita malam.

FAHMI SHAHAB – KOPI DANGDUT

kala kupandang kerlip bintang nun jauh di sana
saat kudengar melodi cinta yang menggema
terasa kembali gelora jiwa mudaku
kar’na tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut

api asmara yang dahulu pernah membara
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
kar’na terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

irama kopi dangdut yang ceria
menyengat hati menjadi gairah
membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu

api asmara yang dahulu pernah membara
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
kar’na terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

Kopi dangdut. Semoga kopi yang satu ini sama ajaibnya dengan secangkir kopi hangat yang dapat menenangkan jiwa Anda tatkala beristirahat pada malam hari ini. Sembari menatap bulan purnama yang sungguh indah di langit, bagi Anda yang ingin kirim-kirim salam atau kirim-kirim lagu, silakan langsung saja SMS ke sini.

dag dig dug detak jantungku
ser ser ser bunyi darahku
dag dig dug detak jantungku
ser ser ser bunyi darahku

na na na mengapa kamu
datang lagi menggodaku
dulu hatiku membeku
bagaikan segumpal salju

‘ku tak mau peduli
biar hitam biar putih
melangkah berhati-hati
asal jangan nyebur ke kali

api asmara yang dahulu pernah membara
semakin hangat bagai ciuman yang pertama
detak jantungku seakan ikut irama
kar’na terlena oleh pesona alunan kopi dangdut

Saudara pendengar sekalian yang kiranya sedang berbahagia. Internet dewasa ini telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Semakin hari rasanya semakin tak bisa kita hidup tanpa internet. Mulai dari situs web layanan informasi, e-mail penunjang kerja, sampai kepada jejaring sosial, rasa-rasanya akan susah kita menjalani keseharian tanpa itu semua. Lanjutkan membaca “My First Online Experience”

Say Yes To Budi Anduk! (rock)

Selamat malam, Saudara pendenger dimana pun berada. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih setia menyimak siaran radio kami, RADIO CEMANGAT. Masih tetap pada frekuensi 168.22.0.1 FM, kami akan senantiasa menghibur Anda sekalian dalam acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENT*T hingga tengah malam nanti.

Saudara-saudara pendengar, tampaknya situasi dan kondisi perpolitikan negeri ini telah tertular virus sinetron dan reality show. Setujukah Anda, Saudara pendengar? Para elite politik terus saja bermain tarik-ulur dan berubah-ubah karakter, persis seperti yang terjadi dalam dunia persinetronan Indonesia. Lobi-lobi politik pun tampak kacau seakan tanpa skenario, meski sebenarnya mereka bermain dengan skenario rahasia yang tidak ditampakkan kepada khalayak ramai. Hal ini persis seperti reality show yang saat ini sedang marak di negeri ini yang sebenarnya bukanlah sebuah reality show melainkan fake show!

Ada beberapa dari para elite ini yang menjadi playboy kabel yang seringkali berselingkuh dengan elite kubu lain. Ada pula yang menjadi mak comblang agar dua kubu elite memiliki satu pandangan untuk menjual memajukan bangsa. Umumnya kegiatan percomblangan ini mereka lakukan di sebuah rumah sehingga acara berlangsung seperti bedah rumah. Ada pula kegiatan tersebut mereka lakukan secara backstreet karena mungkin mereka paranoid dengan kejaran para kuli kertas.

Kadang percomblangan itu tidak berhasil dan kedua kubu elite pun berpisah. Namun tak berapa lama mereka CLBK alias rujuk. Memang, tak ada yang abadi dalam hal berkawan di bidang politik.

Kemudian mereka mencoba membuat rakyat termehek-mehek dengan iklan-iklan narsis mereka. Maukah para elite ini tukar nasib dengan para petani dan buruh yang diiklankan akan mereka perjuangkan? Saya rasa sih mereka hanya ingin menjadi Indonesian Idol agar bisa mendapatkan lebih banyak uang kaget.

Saudara-saudara pendengar yang berbahagia, sepertinya tingkah laku para elite ini semakin membuat pening rakyat jelalatan. Yah, daripada pusing-pusing memikirkan para elite yang sukanya berpusing haluan, alangkah baiknya kita simak bersama-sama sebuah tembang keroncong berikut ini…

SELENDANG SUTERA
(Gubahan Ismail Marzuki)

selendang sutera tanda mata darimu
telah kuterima sebulan yang lalu
selendang sutera mulai di saat itu
turut serentak di dalam baktiku

ketika lenganku terluka parah
selendang suteramu turut berjasa
selendang sutera kini pembalut luka
cabik semata tercapai tujuannya

TIADA HARI TANPA SEMANGAT!

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk
Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk

Say NO to BudioNO, Say YES to Budi Anduk!

Seharusnya itu yang benar Say NO to BudioNO, Say YES to SBYES, Say DUK to Budi AnDUK! Hwehe…

v(^_^)

 

VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT
VOTE BUDI ANDUK FOR PRESIDENT

 

Tak Pernah

Oke, Saudara-saudara. Selamat petang, Assalâmu’alaykum! Jumpa lagi dengan penyiar favorit Anda, FARIJS MANIJS. Masih mengudara menemani Anda semua beristirahat, RADIO CEMANGAT. Masih di gelombang 168.22.0.1 FM. Ya, pada malam yang cukup mendung ini Alhamdulillâh kita masih diberi kenikmatan bisa mendengarkan siaran acara favorit kita semua: BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENT*T.

Saudara, apa kabar kantor hari ini? Luar biasa! Bagaimana pun juga sibuknya kita, seberapa pun tertekannya kita dalam bekerja, kita patut meneriakkan LUAR BIASA! Ya, cukup teriakkan LUAR BIASA, Saudara-saudara. Lantang, lepas. Teriakkan! Ayo teriak bersama-sama, Saudara: LUAR BIASA!

[applause]

Karena siapa lagi yang lebih optimal menyemangati kita kalau bukan diri kita sendiri, Saudara-saudara. Bukan begitu, Saudara?

Baiklah, Saudara-saudara. Pernahkan Anda sekalian mengungkapkan rasa cinta kepada orang-orang yang Saudara cintai? Pernahkah Saudara mengucapkan “I LOVE YOU” kepada mereka? Ungkapkanlah, Saudara. Ucapkanlah. Karena cinta akan terasa jauh lebih indah apabila diucapkan.

TAK PERNAH aku rasakan ‘ku tak bisa tidur dengan nyenyak
tak pernah aku rasakan aku tak bisa makan dan minum
tak pernah aku menjadi cengeng seperti ini
tak pernah aku menjadi lemah seperti ini
‘ku tak bisa bayangkan bila kamu tak jadi istriku
‘ku tak bisa bayangkan bila hartamu tak jadi hartaku

kemana pun akan kukejar kamu
meski ke ujung dunia
sampai kapan aku akan menunggu
meski sampai kamu mati

mati kamu ooh mati kamu bila
‘ku tak dapatkan kamu
ooh mati kamu ooh mati kamu bila
‘ku tak dapat hartamu

“kamu adalah bulan dan aku matahari”
“akan selalu ada di dalam hidup ini”

DEWA 19 – MATI AKU MATI //dengan sedikit modifikasi//

Pernahkan Saudara-saudara memimpikan dunia yang penuh kedamaian? Sebuah dunia dimana tak secuil amarah pun yang terbakar? Bersabarlah. Bersabarlah, Saudara. Niscaya orang yang sabar akan cepat menikah. //Halah//

TAK PERNAH aku impikan betapa beratnya melunturkan baumu
lama sudah kumenunggu seutas harapan hilang baumu

tak pernah aku impikan betapa beratnya melunturkan baumu
lama sudah kumenunggu seutas harapan hilang baumu

takkan kutemui penghilang ‘tuk baumu
takkan kudapatkan obat ketek ini

kubayangkan bila engkau datang
baumu pasti pusingkan aku
kukerahkan seluruh parfumku
menjadi penghilang baumu
oooh…oooh…

ARI LASSO – PENJAGA HATI //dengan sedikit modifikasi//

Saudara-saudara pendengar RADIO CEMANGAT yang budiman, pernahkah terpikir bahwa pelukan itu adalah obat penenang yang mujarab? Di saat istri/suami Anda gelisah, peluklah. Niscaya ia akan lebih tenang hatinya. Di kala anak kecil Anda rewel tanpa Anda tahu penyebabnya, peluklah. Niscaya pelukan akan mampu mendamaikannya. Percayalah. Percayalah apa yang dikatakan FARIJS MANIJS.

Lalu, pernahkah Saudara memeluk ibunda Anda sendiri?

Nah, untuk menemani malam Anda yang gemilang, akan FARIJS putarkan sebuah lagu dari Esteh Duagelas yang berjudul “Lapar Terakhir” berikut ini. Check it out, yo!

TAK PERNAH terpikir olehku
tak sedikit pun kubayangkan
kau akan pergi tinggalkanku sendiri

begitu sulit kubayangkan
begitu lapar kurasakan
kau telah pergi tinggalkanku sendiri

di atas meja makan kini
kau tak sisakan
nasi-lauk-sayur, begitu kejam
sungguhku tak sanggup
ini terjadi, kar’na ‘ku sangat lapar

inilah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menahan lapar
hanya mampu ucapkan
engkau sungguh kejam

satu jam saja kautelah bisa
habiskan nasi, lauk, sayur di mejaku
namun bagiku menahan lapar
butuh tenaga seumur hidup

satu jam saja kautelah bisa
habiskan nasi di dapurku
namun bagiku menahan lapar
butuh waktuku seumur hidup

mati aku…

ST 12 – SAAT TERAKHIR //dengan sedikit modifikasi//

Anda berhak membahagiakan diri sendiri. Namun ingat, di atas hak Anda itu terdapat hak saudara-saudara Anda untuk berbahagia. Individualisme oke, egoisme jangan!

Bersedekahlah….

v(^_^)

Tergamang Jilid Dua

Hanya tak ingin sendiri
Kucoba kaitkan hatiku dengan hati-hati yang lain

Cuma ingin mengusir sepi…

Selamat malam, Saudara-saudara pendengar. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Assalâmu’alaykum warahmatullâhi wabarakâtuh!

Terima kasih kami ucapkan kepada Saudara pendengar sekalian atas kesetiaannya menyimak siaran radio kami, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, FARIJS MANIJS akan menghibur Anda sekalian dalam acara yang senantiasa kita tunggu-tunggu bersama: BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR K*NTUT.

Nah, Saudara-saudara. Pernahkah Saudara merasakan kejenuhan menjalani serangkaian aktivitas sehari-hari? Saudara merasa bosan melakukan kegiatan yang itu-itu saja sepanjang hari? Jikalau iya, berarti Saudara terkena sindrom mustirilaksingus refresingitis. Sindrom ini memang tidak membahayakan nyawa, namun ia membahayakan jiwa, Saudara-saudara sekalian. Oleh sebab itu, bagi Anda yang terkena sindrom ini alangkah lebih baiknya jika terus menyimak lagu berikut ini. Berikut kami akan memutarkan sebuah tembang manis dari album barunya Ello bertajuk “Masih Ada”. Selamat mendengarkan….

hari-hari kulewati
lapar sendiri
tanpa sesaji

tapi tetap kunikmati
indahnya hari
tanpa sesuap nasi

aku ingin nikmati
sepiring nasi kambing kebuli
dan soto betawi

walau lapar sekali
tapi aku masih ada
masih ada cinta di hati

===

kadang aku merindukan
merindukan masakan
masakan wanita

ingin kucurahkan semua
nafsu makan di jiwa
yang t’lah lama kupendam

oh oh

aku ingin nikmati
sepiring nasi kambing kebuli
dan soto betawi

walau lapar sekali
tapi aku masih ada
masih ada cinta di hati

Ello – Masih Ada //dengan sedikit modifikasi//

Hwehe. Iseng. Nggak bisa tidur. Gara-gara nggak jadi pulang ke rumah. Padahal Ummiy sudah kangen sekali. Aku juga sudah rindu berat. Sudah lama juga nggak pulang, melihat rumah. Terakhir pulang sewaktu lebaran tahun lalu. Wah, sudah lama sekali rupanya. Sungguh, aku benar-benar ingin pulang. Ingin berjumpa lagi dengan adikecilucuku. Ingin berjumpa dengan seisi rumah, termasuk kucing-kucing adikku. Yah, semoga bulan ini aku bisa mengambil cuti. Yosh!

v(^_^)

Selamat menempuh libur panjang, Saudara-saudara! Semoga sekembalinya hari kerja nanti kita semua bisa tetap berkarya! Semoga berjaya!

===
Siaran radio yang lain:

Rabu yang Menggebu

Selamat pagi, Assalâmu’alaykum Warahmatullâhi Wabarakâtuh! Saudara-saudara pendengar, jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS.

Kami masih akan tetap setia menemani Anda mempersiapkan hari, dengan tembang-tembang pilihan penyemangat pagi tentunya. Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Masih juga dalam acara kesayangan kita semua, BANGBANGTUT alias TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR K*NTUT.

Pagi yang cerah, Saudara-saudara. Udara pagi ini pun terasa segar sekali. Nampaknya seharian ini Jakarta tidak akan hujan.

Bagaimana tidur Anda malam tadi, Saudara? Apakah nyenyak? Ataukah kurang tidur? Nah, untuk mengenang malam-malam Anda yang indah, berikut akan kami putarkan sebuah tembang manis dari Dewa 19. Stay tune….

aku ‘kan menjadi malam-malammu
‘kan menjadi mimpi-mimpimu
dan selimuti hatimu … yang beku

aku ‘kan menjadi bintang-bintangmu
‘kan s’lalu menyinarimu
dan menghapus rasa rindumu … yang pilu

aku bisa
untuk menjadi apa yang kauminta
untuk menjadi apa yang kauimpikan
tapi ‘ku tak bisa menjadi BABUMU

aku ‘kan menjadi embun pagimu
yang ‘kan menyejukkan jiwamu
dan ‘kan membasuh hatimu … yang layu

aku bisa
untuk menjadi apa yang kauminta
untuk menjadi apa yang kauimpikan
tapi ‘ku tak bisa menjadi BABUMU

tinggalkan sajalah BABUMU
beri s’dikit waktu
kepadaku, ‘tuk meyakinkanmu

aku ‘kan menjadi malam-malammu
‘kan menjadi mimpi-mimpimu
dan selimuti hatimu
selimuti hatimu
selimuti hatimu
selimuti hatimu

Dewa19 – Selimut Hati //dengan sedikit modifikasi//

Masih di acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENTUT. Dengan FARIJS MANIJS, penyiar kesayangan Anda semua.

Saudara-saudara pendengar, sepertinya matahari sudah mulai beranjak naik. Ayo segera bergegas mempersiapkan segala sesuatu untuk di bawa ke tempat kerja. Jangan sampai ada sesuatu yang tertinggal.

Nah, untuk menemani Anda mempersiapkan diri, berikut kami putarkan sebuah tembang apik berikut ini. Selamat mendengarkan….

saat FARIJS lanjut usia
saat ragaku semakin tua
tetaplah kau stay tune di sini
menemani aku siaran

saat rambutku mulai rontok
yakinlah ‘ku tetap setia
temani harimu
hingga kau tertidur pulas

dengar suaraku saat tubuhmu terasa linu
kuhangatkan swasanamu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat swara t’lah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi
salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

saat perutku mulai buncit
yakinlah ‘ku tetap terseksi
tetaplah kau s’lalu menanti
siaranku di malam hari

dengar suaraku saat tubuhmu terasa linu
kuhangatkan swasanamu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat swara t’lah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi
salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

sampai jumpa … di akhirat abadi

Sheila On 7 – Saat Aku Lanjut Usia //dengan sedikit modifikasi//

Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Saudara-saudara pendengar sekalian…

Burung perkutut makan nasi
Berebutan dengan burung cendrawasih
Acara BANGBANGTUT cukup sampai di sini
Sekian dan terima kasih

Ayo Saudara-saudara. Di pagi yang cerah ini mari kita kumpulkan semangat untuk sebuah Rabu yang menggebu! Wassalâmu’alaykum!

Tergamang

Aku cuma tak ingin sendiri
Ingin berkumpul dengan orang-orang saleh kekasih Ilahi

Assalâmu’alaykum! Selamat malam, Saudara-saudara. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS. Terima kasih Anda masih mendengarkan kami di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi!

Selama beberapa waktu ke depan saya akan setia menemani Anda dalam acara kesayangan kita semua, WARBEH, Warta Berita Heboh. Untuk menghangatkan suasana pada malam yang dingin ini, sejenak mari kita simak tembang lawas dari Koes Plus berikut ini….

hidupku selalu sepi
menjerit dalam hatiku
kuhibur s’lalu diriku
bernyanyi sedih dan pilu

matahari ‘kan bersinar, sayang
mendung ‘kan tertiup angin
burung-burung ‘kan bernyanyi, sayang
menghibur hati yang sedih
hujan pun akan berhenti, sayang
malam pun akan berseri

bila senja telah tiba
hatiku tambah sengsara
tapi tetap ‘ku bernyanyi
walau malam telah sepi

matahari ‘kan bersinar, sayang
mendung ‘kan tertiup angin
burung-burung ‘kan bernyanyi, sayang
menghibur hati yang sedih
hujan pun akan berhenti, sayang
malam pun akan berseri

Koes Plus – Hidup yang Sepi

“Hidup yang Sepi,” kira-kira itulah tema yang ingin diutarakan oleh grup musik legendaris tanah air ini. Mengisahkan seseorang yang selalu tergamang, dirundung sepi. Maka ia mencoba menghibur dirinya sendiri dengan bernyanyi. “Ayo bergembiralah,” hibur dirinya. Matahari akan bersinar dan mendung akan sirna. Hujan akan reda dan malam pun akan cerah.

Nah, Saudara-saudara pendengar sekalian. Bergembiralah malam hari ini. Bersemangatlah, karena FARIJS MANIJS akan senantiasa menemani Anda yang sedang terkubur dalam sepi; menghibur hati-hati yang sedang dirundung duka. Ayo tersenyumlah, Saudara-saudara. Niscaya nyenyat ‘kan sirna, tergantikan oleh keceriaan jiwa.

Berita heboh pertama pada malam ini, Saudara-saudara, masih ada kaitannya dengan tergamang //ter.ga.mang v atau merasa kesunyian (lengang)//. Dilaporkan sekitar satu jam yang lalu ada seseorang yang hampir meregang nyawa lantaran sengaja menjatuhkan dirinya sendiri dari atas dipan. Dari reportase yang dilaporkan oleh koresponden kami seseorang tersebut berjenis kelamin pria; sudah tak tahan terus menerus didera rasa kesepian. Nampaknya ia terprovokasi oleh lirik lagu yang baru saja ia dengarkan. Nah, Saudara-saudara ingin mendengarkan kira-kira lagu seperti apa yang memprovokasi sang pria tadi? FARIJS MANIJS dengan senang hati akan memutarkannya untuk Anda sekalian. Check this out! Lanjutkan membaca “Tergamang”